Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
bab 36 Menikmati puding di siang hari


__ADS_3

Sudah terhitung beberapa menit setelah makan malam nya Sitha belum juga bisa memejamkan matanya kembali.


Melihat Sitha yang masih terjaga Dionpun pura pura menguap.


" Sungguh pekerjaan ini sangat melelahkan, aku sudah sangat mengantuk dan ini harus selesai besok. Kau tidak mengantuk Sitha? aku saja sangat ingin memejamkan mata saat ini, menikmati enaknya tidur.. " ujar Dion melirik Sitha sekilas dan kembali menatap layar laptopnya itu.


" Istirahat lah pak Dion jika anda lelah, aku juga akan segera tidur.. selamat malam, " ucap Sitha kemudian menaikan selimut nya dan memeluk Noval yang berada di sampingnya.


" Hm.. " ucap Dion kembali melirik Sitha dan tersenyum kecil.


Sebenarnya Sitha belum begitu mengantuk karena tadi sebelum Noval dan Dion datang dia sudah tidur lumayan lama.


Tapi karena merasa canggung, dan tidak enak kepada Dion karena berada di satu ruangan tanpa bicara apapun, ia pun memutuskan memejamkan mata dan berharap bisa tidur dengan nyenyak malam ini.


Melihat dua orang yang berada di depan nya tertidur dengan saling memeluk sungguh membuat hati Dion merasa damai.

__ADS_1


Sitha sungguh dapat membuat putra nya itu nyaman bersamanya, menyayanginya dan jatuh hati padanya.


" Andai kau adalah gadis pujaan ku Sitha, sungguh pemandangan seperti ini yang aku inginkan, " ucap Dion dalam hati dan kembali bergelut dengan pekerjaan nya.


Siang ini Sitha di perbolehkan untuk pulang, karena dari hasil pemeriksaan tidak ada luka dalam yang serius pada tubuh nya.


Saat ini ia dan Noval tengah menikmati puding yang di antarkan oleh bi Asih tadi pagi sambil menikmati pemandangan dari jendela ruangan nya, melihat taman rumah sakit yang bersih dan terawat serta bunga bunga yang mulai bermekaran di pagi menuju siang hari ini.


Bocah inilah yang menemani nya sedari tadi,


karena Dion pagi pagi sekali pamit kepada Sitha untuk pergi ke kantor.


" Alhamdulillah... " timpal Sitha tersenyum menanggapi ucapan Noval.


" Nggak ada kakak di rumah rasanya sepi.. " lanjut Noval dan memasukkan lagi puding nya ke dalam mulut.

__ADS_1


" Kan ada ayah Dion,, juga bibi.. ko sepi sih?? "


" Kan pagi pagi ayah kerja, terus malam nya nemenin kakak di rumah sakit.. dan bibi kadang sibuk dengan pekerjaan rumah, " ucap Noval sedikit merajuk.


" Ouch... maafin kakak ya sayang? gara gara kakak Noval jadi kesepian... " ucap Sitha mengusap pucuk kepala Noval.


" Tapi kan sekarang kakak udah sembuh.. Noval jadi nggak kesepian lagi deh, dan kak Sitha adalah malaikat penolong Noval yang cantik dan baik hati.. " ucap Noval ceria kemudian memeluk Sitha erat.


Sitha pun menerima pelukan anak itu dengan hangat.


" Noval.... sesungguhnya kita masih di lindungi oleh Alloh,, tuhan kita yang maha pengasih lagi maha penyayang nak... " ujar Sitha terharu.


Karena membayangkan bagaimana jika anak sekecil Noval yang tertabrak pada saat itu, sungguh membuat dirinya merasa trauma. Sitha tidak memikirkan dirinya sendiri pada saat itu dan memilih mengorbankan diri nya untuk menyelamatkan Noval.


Tapi Tuhan masih melindungi dirinya sehingga dia bisa selamat sampai saat ini, sungguh Sitha sangat bersyukur saat ini.

__ADS_1


Noval mengangguk kan kepala dan menikmati pelukan Sitha yang terasa nyaman baginya.


Karena sejatinya dia sangat merindukan pelukan hangat dari sosok seorang ibu.


__ADS_2