
" Maaf tuan Dimas,, saya harap anda tidak bermimpi di siang bolong seperti sekarang ini. Karena sampai kapan pun saya tidak akan menceraikan istri saya, dan tolong kubur dalam-dalam khayalan anda itu. " Jawab Dion dengan senyum mengejek nya
" Kalau anda tidak akan menceraikan Bu guru cantik itu, lalu bagaimana dengan Diva yang sudah kembali untuk anda itu tuan ? " ucap Dimas seolah bingung sendiri dengan sikap sahabat nya itu
" Biarlah nanti aku sendiri yang akan mengurus nya dim, " jawab Dion lalu kembali menatap layar laptop nya
" Baiklah.. semoga sukses dengan kisah percintaan Anda ini pak Dion,, " Ujar Dimas pasrah dengan keputusan atasan nya itu
" Hm.. sana kembali ke asal mu, Jangan makan gaji buta. " ucap Dion dengan nada yang di buat ketus
" Iya bos, iya... kalau begitu saya permisi, saya harap anda masih dapat fokus bekerja setelah hadir nya para wanita dalam hari-hari Anda ini , " ujar Dimas lalu keluar dengan seribu langkah nya tidak ingin mendengar jawaban lagi dari atasan nya itu, bisa-bisa dirinya di semprot jika lebih lama lagi berada di ruangan itu
...Dion pun dengan geram melayangkan sebuah bolpoin ke arah Dimas, namun meleset. Asisten pribadi nya itu ternyata lebih cepat gerakan nya menutup pintu ruangan nya itu dengan secepat kilat...
" Awas saja kau dim, berani-beraninya ngeledek gue " geram Dion
**
...Pada waktu jam makan siang seorang wanita cantik nan seksi terlihat memasuki sebuah gedung perkantoran dengan dagu terangkat, menandakan tingkat kepercayaan dirinya yang tinggi...
...Dres berwarna cream menempel erat pada tubuhnya yang tinggi semampai itu...
...Senyum manis pun ia tunjukkan pada setiap karyawan yang menyapa nya...
...Semua karyawan yang telah senior pasti lah tahu benar bahwa wanita cantik itu adalah kekasih dari Dion Abraham atasan mereka di kantor ini...
...Karena sebelum Diva memutuskan untuk pergi berbisnis di luar negeri wanita itu hampir setiap hari mendatangi kantor mereka dan keluar dengan bergandengan tangan dengan mesra bersama pemilik dari perusahaan tersebut...
" Selamat siang Hanny... ! " Diva membuka pintu ruangan Dion dengan senyum yang mengembang cerah
..." Kalau begitu saya permisi pak Dion,, " Ujar seorang karyawan wanita yang terbilang cukup cantik itu setelah mendapat tanda tangan dari berkas-berkas yang ia tunjukkan pada Dion ...
...Dion pun hanya mengangguk sebagai jawaban nya...
...Karyawan itu pun melenggang meninggalkan ruangan Dion tanpa menyapa pada Diva yang tengah berdiri di ambang pintu...
...Membuat Diva memandang karyawan wanita itu dengan tidak senang ...
" Hanny.... " Langkah Diva pun menghampiri Dion dan mengecup pipi kanan dan kiri kekasih nya itu
__ADS_1
...Dion pun menerima nya tanpa perlawanan sedikit pun...
" Kamu sudah makan siang ? kita makan siang di luar yukh, " Ajak Diva seraya mengelus pipi Dion dengan lembut
" Maaf kan aku Diva, aku tidak bisa.. " Tolak Dion dengan tangan yang terlihat sibuk memeriksa berkas-berkas yang berada di atas meja nya
" Kenapa ? kenapa tidak bisa, ini waktu nya jam makan siang sayang.. ayolah,, ! " rengek Diva mencoba untuk membujuk
" Diva... aku tidak bisa, karena pekerjaan ku yang masih sangat banyak di akhir bulan ini. Dan lagi aku sudah membawa bekal dari rumah, " ujar Dion mencoba menjelaskan
" Apah... ? kamu,, bawa bekal dari rumah..! sejak kapan Di, selama ini aku tidak pernah melihat mu membawa bekal dari rumah. Kamu selalu makan siang di luar, seperti udah punya istri saja. Apa bibi yang udah nyiapin bekal kamu itu.. " tanya Diva merasa heran baru kali ini ia mendengar Dion membawa bekal dari rumah
...Dion pun terdiam sesaat, mencari jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Diva itu...
" Di.. kok malah ngelamun sih, bibi yang udah nyiapin bekal buat kamu ? " tanya Diva sangat ingin tahu
" Bukan, sudah lah Diva aku masih sangat sibuk. Jadi tolong jangan ganggu, "
...Mendengar jawaban itu pun seketika Diva menatap tajam pada Dion yang masih saja bersikap dingin padanya sedari kemarin ia kembali ke tanah air...
" Apa kamu bilang, aku.. ? ganggu kamu Di.. aku ke sini hanya ingin mengajak kamu makan siang bareng Di, apa itu salah.. ? " ujar Diva lagi-lagi merasa kecewa atas sikap lelaki yang masih menjadi kekasih nya itu
" Bahkan saat aku bicara pun, kamu sudah tidak melihat mata ku lagi. " Lanjut nya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, berharap lelaki yang saat ini berada di hadapan nya itu berdiri lalu memeluk tubuhnya dan mengucapkan kalimat maaf, sekedar untuk menenangkan hatinya yang saat ini di penuhi rasa kecewa
...Namun nihil, Dion terlihat tetap berdiam diri di tempat duduknya. Walaupun tidak terlihat lagi dirinya mengerjakan pekerjaan nya...
Seolah dirinya tengah menunggu sesuatu apa lagi yang akan di ucapkan oleh perempuan yang masih berarti di dalam hati nya tersebut
Padahal dulu lelaki itu tidak pernah sedikit pun mengabaikan nya, namun sekarang Diva merasa Dion tidak lagi seperti Dion yang dulu
...Cara lelaki itu memperlakukan diri nya dan sikap nya pun sekarang berbeda, lebih pendiam dan selalu menolak jika di ajak untuk bermesraan...
...Dion memejamkan matanya agar merasa tenang atas sikap Diva yang menurut nya selalu tidak berubah...
...Selalu ingin menang sendiri, selalu ingin di perhatikan, di mengerti dan menuruti semua keinginan-keinginannya...
...Lalu bagaimana dengan dirinya ? sebagai seorang lelaki Dion pun ingin di mengerti oleh wanita nya...
...Hingga titik kekecewaan Dion berujung pada penolakan yang dapat kan dari Diva satu tahun lalu...
__ADS_1
...Ketika lelaki itu meminangnya dan meminta nya untuk menjadikan nya seorang istri...
...Tetapi Diva memilih mengejar mimpi nya menjadi top model di luar negeri, ...
...Meskipun setelah nya mereka masih saling memberi kabar satu sama lain, akan tetapi hati Dion sudah sedikit berbeda setelah kejadian tersebut...
" Kenapa kamu nggak jawab Di, ? apa kamu sudah punya perempuan lain di sini. Iya ?! " ucap Diva dengan meninggikan volume suara nya
...Air matanya pun sudah jatuh membasahi kedua pipi nya yang halus itu...
" Diva.. tolong, " lirih Dion dengan menatap tajam wanita yang saat ini berdiri di samping nya itu
" Kamu keterlaluan Di.. " ucap Diva dengan tatapan yang tidak kalah tajam menatap Dion
...Sesaat pandangan mata nya pun menangkap sebuah kotak makan di pojok meja Dion...
...Dan dengan gerakan cepat nya Diva meraih kotak makanan tersebut dan membanting nya ke atas lantai...
...Semua makanan pun berhamburan keluar dari tempat nya membuat Dion terkejut dan merasa geram atas apa yang telah di lakukan Diva ...
" Diva !! apa yang kamu lakukan. " geram Dion lalu bangkit dari duduknya
...Menatap semua makanan yang telah berhamburan di depan matanya...
" Kamu sungguh keterlaluan Diva ! "
" Kamu yang keterlaluan Di.. ! Kamu.. !! " ujar Diva lalu keluar dari ruangan Dion dengan menutup pintu begitu keras
...Dion pun terduduk kembali di kursi nya mengusap wajah nya dengan kasar, lalu memijat kening nya yang tiba-tiba merasa pusing dengan satu tangan nya ...
...Makan siang yang telah Sitha siapkan untuk nya sudah hancur berserakan di atas lantai ruangan nya, membuat wajah Sitha tiba-tiba hadir di fikirkan nya saat ini...
***
^^^***Selamat malam gais,, maaf othor lama up nya yah🙏 karena entah kenapa aplikasi noveltoon di hp othor mendadak eror dan nggak bisa di buka sama sekali dari kemarin gais.. 😫😫 aku udah coba download lagi tapi hasilnya masih tetap gagal, 😭^^^
Tpi Alhamdulillah setelah di otak Atik akhirnya bisa di buka kembali dan othor bisa berkarya lagi..🤩🙏
Buat kalian yang udah setia nunggu othor up, othor ucapin banyak-banyak terima kasih semuanya....🙏🙏🥰
__ADS_1
Aku harap kalian tetap mau ngasih dukungan buat karya othor ini...💪💪 thanks semuanya....🥰🙏***