
Perlahan Sitha mendekati tempat tidur Noval dan mengelus kepalanya dengan lembut.
" Noval... sayang? ayo bangun nak, ini sudah pagi lho.." ucap Sitha seraya membuka gorden jendela.
Seketika Noval pun mengerjapkan matanya karena silau oleh sinar matahari yang masuk ke dalam kamarnya melalui jendela itu.
" Eemmhhhh.... sebentar lagi kak,, aku masih ngantuk.." Ucap Noval menaikkan kembali selimutnya sehingga menutupi semua tubuhnya.
Sitha pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Noval itu.
" Ini sudah siang sayang... ayo bangun dan bergegaslah mandi, kakak sudah masakin makanan yang enak buat kamu.." Ucap Sitha menarik selimut Noval lalu merapikannya.
Noval pun kemudian mencoba untuk duduk dan masih memejamkan matanya dengan malas.
" Kakak masak apa ? " tanya nya kemudian.
" Kakak udah masakin ayam bakar madu dan soup buat Noval.." jawab Sitha duduk di samping Noval dan merangkulnya kemudian.
" Itu doang ? " Ucap Noval mulai mencoba membuka matanya walaupun rasanya masih terasa berat.
" Pergilah mandi dulu sayang.. kakak udah siapin air hangat buat Noval mandi, setelah itu kita sarapan, " ajak Sitha
" Iya, iya.... " jawab Noval turun dari tempat tidurnya lalu menuju kamar mandi.
Sitha senang karena Noval anak yang penurut dan mau mendengarkan nasehat-nasehatnya, lalu Sitha menyiapkan pakaian untuk di pakai Noval sehabis mandi nanti.
Di ruang makan, Sitha dan Noval telah duduk manis menunggu Dion untuk sarapan pagi bersama, di sertai gurauan kecil mereka menambah hangat pagi hari ini di kediaman Dion.
Tak berapa lama yang di tunggu-tunggu akhirnya muncul juga, Dion terlihat menuruni tangga menuju meja makan lalu kemudian duduk di kursinya.
" Selamat pagi semuanya, waahhh.... sarapan apa kita pagi ini, " Ucapnya setelah duduk.
Di lihatnya di meja telah terhidang berbagai macam menu, ada ayam bakar madu, cumi pedas manis, perkedel kentang dan soup yang menggugah selera.
" Selamat pagi juga ayah..." Sapa Noval mencium pipi kanan dan kiri sang ayah.
Dion pun membalas ciuman sang putra dengan perasaan bahagia.
" Lho... ayah ko nggak pake baju kerja ? " Ucap Noval memperhatikan penampilan sang ayah yang hanya memakai kaos berwarna putih dan celana selutut warna hitam.
" Iya sayang... hari ini ayah libur bekerja, dan hari ini waktu nya kita menghabiskan waktu bersama, oke, " Ucap Dion mengedipkan satu matanya pada Noval.
" Waahhh.... beneran yah?! Asyikkk.....!! Oke yah Noval siap. " Ujar Noval girang lalu memeluk sang ayah dengan erat.
" Beneran dong... Noval tinggal bilang mau kemana, "
" Noval pengin jalan jalan melihat pemandangan yang bagus dong yah.. "
" Boleh.. "
__ADS_1
" Tapi kak Sitha ikut juga ya yah... " ucap Noval penuh harap.
" Iya sayang,, " Ucap Dion lalu melihat ke arah Sitha yang duduk di seberang nya.
" Tapi Noval.. " belum sempat Sitha meneruskan kata-katanya, tatapan Dion seolah berbicara kalau Sitha tidak boleh menolak permintaan Noval itu.
" Baiklah.. kakak akan ikut, " Ucap Sitha mengangguk kepada Dion.
Dion pun tersenyum melihatnya.
" Horeee.... Yeayyyy.., akhirnya Noval bisa jalan-jalan juga sama ayah juga kak Sitha,, " Ucap Noval girang.
" Oke, kalau gitu waktunya kita sarapan dulu, setelah itu baru bersiap untuk pergi jalan," Ucap Dion.
Sitha pun melayani Dion mengambilkan sarapan pagi nya, dan Noval terlihat sangat semangat dan lahap memakan makanan nya pagi ini.
**
Setelah selesai sarapan, mereka kemudian bersiap untuk berangkat jalan-jalan.
Di dalam mobil tak henti-hentinya Noval bernyanyi dengan riang.
Sitha pun turut senang melihat Noval yang bahagia hari ini.
" Ayah... kita akan kemana sebenarnya ? " tanya Noval karena sudah tidak sabar ingin mengetahui tempat apa yang akan mereka kunjungi.
" Iya... tapi ayah kasih tahu Noval dulu dong, biar Noval nggak penasaran.." tanya Noval bertambah besar rasa ingin tahunya.
" Waahh.. Noval lihat deh, pemandangan nya bagus banget di luar, " Ujar Sitha menunjuk ke arah luar melalui jendela mobil.
Di lihatnya kanan dan kiri tumbuhan sayuran yang subur, jalan berkelok-kelok yang indah, dan ada juga tanaman bunga matahari yang sedang bermekaran.
Ada juga tanaman buah-buahan yang sebagian besar sudah berbuah dan matang.
Diantara nya buah strawberry, anggur, pisang, pepaya dan lainnya.
" Iya kak... bener, indah banget deh pemandangan nya, " Ucap Noval memperhatikan setiap tanaman yang di lewatinya.
Dion pun tersenyum melihat Noval yang senang dan menyukai pemandangan alam.
Tak berapa lama mobil merekapun berhenti di sebuah rumah kayu yang asri, tidak jauh dari tempat itu ada sebuah danau yang cukup luas, dan air nya terlihat sangat jernih terdapat air terjun yang tidak begitu tinggi pula di atasnya.
Dion, Noval dan Sitha kemudian turun dari mobil dan melihat sekelilingnya, dua orang paruh baya laki-laki dan perempuan kemudian menghampiri mereka.
" Selamat datang den Dion, apa kabar..? " Ucap mereka ramah menyalami Dion, Noval dan Sitha.
" Kabar baik pak de... pak de sekeluarga apa kabar ? " tanya balik Dion.
" Alhamdulillah baik juga den.. ayo silahkan masuk, pasti aden lelah setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, " ajak lelaki paruh baya yang di panggil pak de oleh Dion itu.
__ADS_1
" Ayo non, den, silahkan... " Ucap istri dari pak de itu kepada Sitha dan juga Noval.
" Iya bu, trimaksih.. " ujar Sitha tersenyum ramah kepada keduanya.
" Panggil saja Bu dhe non.. biar lebih enak, "
" Oh, iya Bu dhe.. "
Mereka semua kemudian duduk lesehan di teras rumah kayu itu, Bu dhe menyiapkan minuman hangat dan cemilan kemudian di hidangkan kepada tamunya itu.
Setelah berbincang cukup lama dengan Dion merekapun kemudian pamit untuk pulang, karena rumah mereka tidak jauh dari pondok kayu tersebut.
" Jika butuh sesuatu tinggal panggil kami saja den.." Ucap nya sebelum meninggalkan Dion.
" Iya pak de, trimaksih.. " ujar Dion.
" Ayah... ini rumah siapa? " tanya Noval kemudian karena penasaran dirinya baru pertama kali ke tempat ini.
" Kenapa,? Noval suka..." Ucap Dion balik bertanya.
" Iya yah... di sini sejuk banget, banyak pohon buah-buahan lagi.." Ujar Noval menunjuk pohon anggur yang berbuah.
" Kalau Noval mau.. Noval tinggal petik, "
" Waahh... beneran yah? asyik.. ayo kak kita cari buah yang sudah matang, " ajak Noval menarik tangan Sitha.
Sitha pun dengan senang hati menuruti permintaan Noval, setelah memetik buah kemudian mereka menuju danau.
Ternyata di Danau tersebut terdapat banyak sekali ikan, Noval pun dengan girang memanggil sang ayah yang tengah duduk menikmati teh panas nya di teras pondok.
" Ayah... ! cepat kesini yah, bantu Noval tangkap ikan.." panggil Noval.
Dion pun mendekat dan menggulung celananya sampai lutut agar tidak basah.
Menggunakan alat penangkap ikan mereka mendapatkan dua ekor ikan yang besar.
Lalu dengan ranting-ranting kering yang di kumpulkan oleh Sitha kemudian ikan itu di bakar, di dalam pondok ternyata terdapat bumbu dan makanan yang sudah di siapkan lengkap untuk di masak.
Sambil menunggu ikan matang Sitha pun memasak nasi di dapur pondok itu.
Setelah semuanya matang, makanan pun kemudian di hidangkan.
Ada nasi putih yang masih panas, ikan bakar yang segar, sambal dan juga lalapan yang mereka petik langsung dari pohon nya.
Noval terlihat sangat menikmati nya, dan senyum selalu terlihat di bibir mungilnya.
" Noval .. maafin ayah, karena ayah selalu sibuk sehingga jarang sekali mengajakmu jalan-jalan, " Ujar Dion menatap Noval penuh rasa bersalah.
" Iya ayah.. Noval tahu ko, ayah bekerja keras buat Noval juga, terimakasih banyak ayah.. sudah menyempatkan waktu untuk Noval kali ini.. " ujar Noval memeluk sang ayah dengan sayang.
__ADS_1