Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 109 Rasa bersalah


__ADS_3

...Sitha menggeliat kan tubuh nya di atas tempat tidur nya yang nyaman dan empuk, rasa lelah nya menghantarkan gadis yang sudah tidak lagi perawan itu tertidur dengan sangat pulas hingga ia terbangun pada pukul tujuh pagi ini...


...Dengan masih memejamkan matanya ia meraba raba kasur di sampingnya seperti tengah mencari sesuatu...


...Perlahan kedua matanya terbuka dan melihat pada sekeliling kamar tidur yang tidak begitu besar itu...


...Ia mencoba mengingat ingat kembali apa yang telah dirinya lewati tadi malam bersama sang suami...


...Ketika mengingat semuanya Sitha pun bangkit dan terduduk di ranjang nya lalu mengamati tubuh nya yang telah berganti pakaian yang sama seperti yang ia kenakan tadi malam...


" Apakah aku hanya mimpi ? aku ingat betul aku tidur tidak mengenakan pakaian ku tadi malam, tapi ini... " lirih Sitha


...Ketika dirinya akan turun dari ranjang sontak ia pun merasakan rasa nyeri pada area sensitif nya...


" Aww...! ini bukan mimpi, ini memang nyata.. " lirih gadis itu


Tok !


Tok !


Tok !


" Non.. ini bibi.. " terdengar suara bibi dari arah luar


" Iya bi.. masuk saja, " ucap Sitha kemudian


...Bi Asih pun kemudian membuka pintu dan menghampiri Sitha dengan tersenyum lembut...


" Non, den Dion meminta bibi supaya membantu apapun yang non Sitha perlukan pagi ini.., non Sitha mau bibi bantu ke kamar mandi non ? " ujar bibi dengan lembut


...Mendengar itu pun Sitha sedikit merasa heran, kenapa suaminya itu meminta bibi untuk membantu segala sesuatu yang di butuhkan nya pagi ini...


...Lalu kemana kah Dion, kenapa suaminya itu meninggalkan nya sendirian di kamar ini...


" Bi... apa mas Dion sedang berada di depan, atau sedang sarapan ya bi ? " tanya Sitha


" Oh.. den Dion tadi pagi-pagi sekali udah berangkat ke kantor non, " ujar bibi


" Udah berangkat ke kantor bi ? " ucap Sitha dengan menautkan alisnya


^^^Ada rasa kecewa yang tiba-tiba muncul di hati nya saat ini, kenapa setelah semalam mereka melakukan nya Dion pergi begitu saja dan^^^

__ADS_1


^^^ tidak pamit atau mengucapkan sepatah kata pun pada dirinya^^^


" iya non, oh iya.. non Sitha mau ke kamar mandi yah, ayo biar bibi bantu... " ucap bibi


" Oh... nggak usah Bi, Sitha bisa sendiri kok,, " tolak Sitha seraya memaksakan senyum nya agar keluar dari bibir nya


" Beneran non bisa ?, kata den Dion non Sitha sedang tidak enak badan... " ujar bibi dengan nada khawatir


" Bisa kok Bi... Sitha nggak apa-apa, " ucap Sitha menenangkan sang bibi kemudian berlalu menuju kamar mandi seorang diri untuk membersihkan seluruh tubuhnya


...Cukup lama Sitha berendam di air hangat yang di penuhi dengan busa sabun yang lembut dan harum tersebut...


...Rasa nyaman akan sensasi harum yang lembut seketika membuat tubuhnya terasa nyaman dan rileks ...


...Hingga di rasa sudah cukup barulah dirinya bersiap mengenakan pakaian panjang nya yang berwarna kuning pudar di padukan dengan hijab pashmina berwarna senada...


...Hari ini Sitha telah meminta izin kepada kepala sekolah bahwa dirinya tidak bisa masuk karena alasan sedang tidak enak badan...


...Memang benar pagi ini ia merasa seluruh tubuh nya merasakan sakit setelah semalaman suntuk dirinya dan Dion melewati malam panjang nya bersama...


...Sitha melangkahkan kakinya menuju ruang makan dimana di sana tampak lah sang putra nya yang sedang melakukan sarapan paginya di temani sang bibi ...


" Selamat pagi juga bunda.. " balas Noval seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya


...Melihat itu pun Sitha tersenyum seraya menggelengkan kepalanya...


" Maaf ya sayang.. bunda bangun nya telat, jadi nggak sempat masak buat Noval dan ayah... "


" Iya nggak apa-apa kok bun, kata ayah kan bunda sedang tidak enak badan.. jadi wajar dong bunda bangun nya kesiangan, " ujar Noval dengan polos


" Oh iya, tapi kan semalam kita tidurnya bertiga Bun, kok bunda bisa si malah tidur di ruang tamu.. " tanya Noval dengan heran


" Oh... kalau itu, anu itu, " jawab Sitha dengan terbata seraya bingung untuk mencari alasan yang pas untuk Noval


" Ehh... sudah ayo den Noval habiskan makanannya, bunda kan juga harus makan supaya cepat sehat dan nggak sakit lagi... " ujar bi Asih mengalihkan perhatian Noval,


" Non Sitha mau sarapan pake apa non.. biar bibi ambilkan,, " ujar bibi seraya mengambil piring kosong di sampingnya


" Emm... nasi goreng aja bi sama telor ceplok, " ucap Sitha tersenyum simpul pada sang bibi


...Mungkin bibi sudah tahu dirinya sedang bingung untuk menjawab alasan dari pertanyaan Noval sehingga bibi mengalihkan perhatian bocah itu agar tidak bertanya lagi...

__ADS_1


" Terimakasih ya bi.. " ujar Sitha setelah bibi menyajikan piring berisi nasi goreng dan telor ceplok di hadapan nya


" Iya non... sama2, ayo silahkan di makan non, den Noval juga mau nambah lagi den ayam goreng nya ? "


" Iya bi, Noval mau lagi ayam goreng nya... " ujar bocah gembul tersebut


...Bibi pun melayani Noval dengan penuh semangat, ...


" Oh iya bi.. tadi mas Dion sebelum berangkat sudah sarapan belum ya bi ? " tanya Sitha memikirkan apakah suami nya itu telah sarapan pagi ataukah belum


...Bagaimana pun ia adalah seorang istri, seharusnya ia menyiapkan semua keperluan suami sebelum sang suami berangkat bekerja ...


...Namun karena dirinya yang terlambat bangun, bahkan saat suaminya itu beranjak dari sisinya pun ia tidak menyadarinya...


" Sudah kok non, tadi bibi lihat den Dion minum susu dan makan roti sebelum berangkat.. " ucap sang bibi yang memang melihat Dion tadi pagi membuat susu untuk dirinya sendiri dan memakan satu lembar roti


" Istri macam apa aku ini, suami berangkat bekerja malah aku masih tertidur dengan pulas.. seharusnya aku bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan mas Dion sebelum ia berangkat bekerja.. " batin Sitha merasa bersalah


" Ayah emang suka gitu bun, berangkat kerja nya pagi-pagi sekali.. terus pulang nya malam sekali, makan nya Noval sering kesepian di rumah.. bangun tidur nggak ada ayah, mau berangkat tidur ayah belum pulang... huufftt, " ucap noval sedikit memanyunkan bibirnya


...Sitha pun beralih menatap Noval dan mengusap punggung putra nya itu dengan lembut...


" Sayang... itu karena ayah sangat sayang sama Noval, ayah bekerja keras siang dan malam untuk Noval,, agar Noval tidak kekurangan suatu apapun... maka dari itu Noval tidak boleh mengeluh seperti itu,, Noval harus sayang sama ayah yah.. dan sekarang Noval tidak akan pernah kesepian lagi, karena apa.. karena sudah ada bunda di sini... " nasehat Sitha dengan lembut dan hangat


...Perlahan Noval pun menganggukkan kepalanya...


" Terimakasih.. karena bunda sudah mau menjadi ibu ku.. " ujar bocah itu menatap mata Sitha dengan polos


...Melihat tatapan polos Noval Sitha pun meraih tubuh putra nya itu dan membawanya dalam pelukan hangat nya...


" Iya sayang... terimakasih juga karena Noval sudah menerima bunda di kehidupan Noval ini, bunda sangat sayang pada Noval... " lirih Sitha menitikkan air matanya


***


***Maaf baru bisa up lagi ya gaes...


Terimakasih sebanyak-banyaknya untuk yang udah selalu dukung othor biar tetap semangat lewat comen - comen positif nya...


Othor sayang kalian....😘😘🥰🥰💪🙏👍👍***


... ...

__ADS_1


__ADS_2