
...Pelan namun pasti Diva semakin mendekat kan bibirnya ke bibir Dion, pandangan matanya seolah memancarkan kerinduan yang selama ini ia pendam untuk lelaki yang kini berada di pelukan nya itu...
...Hingga bibir mereka hampir bertemu Dion dengan segera memalingkan wajah nya, membuat Diva heran sekaligus merasa kecewa...
..." Ada apa ? kau tidak merindukan ku.. ? " tanya diva dengan tatapan yang terlihat kecewa atas sikap Dion...
" Aku hanya sedang banyak sekali pekerjaan Diva, jadi tolong.... " lirih Dion enggan untuk menatap mata gadis itu
" Satu kali saja, Di.... " lirih Diva menangkup wajah Dion untuk kembali menatap matanya
Namun tetap saja Dion terlihat kekeh menolak permintaan nya,
" Kau tidak menginginkan nya Di, ? kita sudah lama tidak bertemu, tidak kah kau rindu dengan ku... " ucap Diva dengan nada iba membuat Dion memejamkan matanya sesaat
" Kau yang lebih dulu memutuskan untuk pergi, memilih pekerjaan dari pada diri ku. " Jawab Dion terdengar tegas
" Iya.. maafkan aku yang terlalu sibuk mengejar karir. Hingga mengesampingkan hubungan kita, aku janji pada mu Di.. mulai hari ini aku akan lebih mementingkan hubungan kita daripada pekerjaan,, " ujar Diva dengan bergelayut manja di pangkuan Dion
***
...Siang ini Sitha pulang lebih awal dari mengajar nya, gadis muda itu dengan mengendarai motor matic milik Dion melaju dengan lancar menyusuri jalanan yang terlihat lenggang...
...Ia menepikan motor nya kemudian melangkah kan kaki nya menuju ke dalam pasar tradisional, ia ingin belanja bahan-bahan masakan dan memasaknya dengan spesial untuk suami nya nanti malam...
...Sebab kata bibi tadi pagi sebelum ia berangkat ke sekolah, di dapur ada beberapa bumbu-bumbu yang sudah habis dan Sitha berniat berbelanja di pasar dari pada di minimarket, karena selain harganya yang lebih murah di pasar pun kualitas nya tidak jauh berbeda...
...Setelah hampir tiga puluh menit berkeliling seorang diri membeli semua yang telah di butuhkan, Sitha pun kembali pada sepeda motornya yang telah terparkir di halaman pasar tersebut...
...Lalu memberikan uang lima ribu rupiah pada petugas parkir yang telah berbaik hati menjaga kendaraan para pengunjung pasar...
...Di dapur rumah Dion sore ini terlihat begitu ramai dengan tingkah-tingkah Noval yang selalu mengganggu Sitha dan bibi yang tengah memasak, bocah gembul itu seolah selalu mempunyai cara untuk semua orang memperhatikan nya dan mau meladeni kejahilannya...
" Aduh den Noval... itu tepung nya jangan di hambur-hamburin gitu dong den, itu kan buat masak... nanti lantai nya licin, " sergah bi Asih mengambil tepung yang berada di tangan Noval
" Eits.... coba aja kalau bisa ambil bi....!! " dengan gesit Noval menghindari tangan bibi yang terukur ingin mengambil alih tepung dan berlari bersembunyi di belakang Sitha
__ADS_1
" Aduh den Noval.... " Gemas bibi ingin mentoel pipi Noval yang melebihi kue bakpao itu
" Hahaha.... bibi kalah... ! " ujar Noval dengan girang
" Ehh... anak ganteng,, ini bukan mainan ya sayang.. ini kan tepung buat masak ayam crispy nanti, jadi ayo taruh lagi di meja ya.. " ujar Sitha berjongkok di depan Noval
" Sedikit aja kok kak..! nanti juga Noval kembali'in, " ucap Noval dengan mengerjap kan mata'nya membuat Sitha merasa gemas
" Oke, kalau gitu Noval mau nggak bantuin kakak sama bibi masak buat nanti makan malam, " ujar Sitha berlalu mengambil sebuah wadah lalu di berikan nya pada Noval
" Taruh tepung nya di sini, lalu kasih air sedikit demi sedikit.. Noval bisa ? " ucap Sitha
" Bisa kak !! " dengan antusias dan semangat empat lima Noval pun menuruti instruksi yang di berikan oleh Sitha
...Membuat bi Asih yang berada di antara mereka tersenyum senang karena kebaikan dan kesabaran gadis muda tersebut menghadapi berbagai macam ulah Noval...
***
...Malam ini Dion pulang begitu larut malam, setelah menemani Diva makan malam dan berkeliling mengitari pusat perbelanjaan kota...
...Meski sebenarnya di awal Dion sedikit enggan tetapi karena Diva terus memaksa akhirnya Dion pun mengalah dan memilih menyetujui permintaan perempuan nya itu...
...Dion melangkah kan kaki nya yang panjang masuk ke dalam rumah nya, ketika ia akan menaiki sebuah tangga menuju lantai atas kamarnya...
...Ia mendapati Sitha yang tengah terlelap dengan menjadi kan kedua lengan nya menjadi bantalan di atas meja makan...
...Sementara di sekelilingnya terhidang makanan yang sepertinya belum tersentuh sama sekali...
...Dion mengerinyit kan dahi nya lalu melangkah mendekati gadis muda yang tengah terlelap itu...
...Di lihat nya wajah yang tenang dan damai seperti bayi yang tengah tertidur...
...Mungkinkah gadis ini telah menunggu nya pulang hingga tertidur di meja makan seperti ini ?? itulah sedikit pertanyaan yang terbesit di benak Dion saat ini...
...Dengan ragu akhirnya Dion mencoba membangunkan Sitha dari tidurnya yang lelap...
__ADS_1
" Sitha... bangun Sitha,, " ujar Dion dengan menepuk pelan pundak istri siri nya itu
...Merasa ada yang memanggil dan menepuk pundak nya akhirnya Sitha pun perlahan membuka matanya...
" Mas Dion... mas udah pulang ? " tanya Sitha dengan perasaan senang ketika mendapati sang suami telah berada di hadapan nya
" Kamu kenapa tidur di sini ? kalau mau tidur di kamar Sitha, bukan di sini... " ujar Dion
" Iya maaf ya mas, tadi aku ketiduran. Oh iya mas mau makan..? biar aku angetin lagi makanan nya. Pasti Makanan ini semuanya udah dingin.. " ujar Sitha seraya tersenyum lembut
...Dion melihat semua makanan yang telah tersusun rapi di atas meja makan, hampir kebanyakan adalah makanan favorit nya...
" Tidak perlu, saya sudah makan di luar. Sekarang saya mau istirahat, " ucap nya kemudian melangkah meninggalkan ruang makan menuju lantai atas dimana kamar nya berada.
...Sitha pun menatap punggung lelaki itu tanpa mengucap kan kalimat apapun, dirinya sudah menghabiskan waktu untuk memasak makanan kesukaan suami nya itu...
...Dan menghabiskan waktu juga untuk menunggu kepulangan nya dari bekerja hingga tanpa sadar dirinya telah tertidur dengan perut kosong...
...Perasaan kecewa tentu ada dalam hatinya yang sebisa mungkin ia pendam, ia sudah memasak dan menunggu suaminya itu untuk makan malam bersama...
...Namun yang di tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya hingga ia ketiduran dan menahan lapar sedari tadi...
...Tetapi sekarang, setelah yang di tunggu telah datang, lelaki itu mengatakan bahwa dirinya sudah makan malam di luar...
Sitha pun akhirnya duduk kembali di kursi nya dengan tak bersemangat lalu meraih beberapa makanan untuk mengisi perutnya yang masih kosong
...Ia pun makan seorang diri dengan perasaan hampa dan tak bersemangat, baru saja tadi pagi suaminya itu bersikap hangat pada nya. Namun malam ini ia merasa sangat kesepian di ruang makan ini...
****
***Hay reader semuanya 😘🥰... apalah arti sebuah karya kalau tidak mendapat dukungan dari orang lain,,
Jadi tolong jangan pelit buat ngasih dukungan yah man teman...🤗😘😘
Love you...😍😍😍💪***
__ADS_1