
Hari sudah semakin siang Sitha dan Noval memutuskan untuk segera pulang.
Sesampai nya di halaman depan rumah Dion, bi Asih sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut ke dua nya.
" Assalamualaikum bi.. " ucap Noval dan Sitha berbarengan.
" Wa'alaikum salam.... den Noval, non Sitha. Waahh.... seger nya yang habis jalan jalan pagi, muka nya berseri seri gitu, " ujar bi Asih tersenyum menyambut mereka pulang.
" Ini bukan berseri seri bi... tapi kena keringet,, " jawab Sitha tertawa kecil di sertai mengusap kening nya.
" Hehe... itu keringet toh non bukan sedang berseri seri,, bibi salah Yo..." ucap bi Asih di sertai tawa nya.
Sitha hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya mendengar jawaban dari bi Asih.
" Den Noval mau sarapan dulu apa mau mandi dulu nih den ..? " tanya bibi pada Noval
" Noval sudah sarapan sama kak Sitha tadi di sana bi.. nanti aja ah Noval mandi nya, ini masih keringat an.. " jawab Noval.
" Yo wes.. den Noval istirahat dulu, biar bibi siapin air anget nya dulu ya den.. " ujar bibi kemudian berlalu.
Sitha pun ikut berlalu ke kamar nya untuk membersih kan diri.
Setelah hampir setengah jam Sitha kembali ke ruang tengah untuk menemui Noval.
__ADS_1
Sitha lupa memberitahu Noval bahwa semalam Dion telefon ketika Noval sudah tidur.
" Noval sama bibi lagi buat apa ..? " ujar Sitha karena tidak ada siapapun di ruang tengah, kemudian dia mencari noval ke dapur,
dan ternyata benar Noval dan bibi sedang berada di sana.
" Kak, kak Sitha mau jus mangga nggak kak ?? " ucap Noval memperlihat kan mangga mangga yang sedang di kupas bibi untuk di buat jus.
" Banyak sekali buah mangga nya bi.. " kata Sitha kemudian duduk di sebelah bibi.
" Iya non, tadi mang Asep tukang kebun di sini yang metik di taman belakang rumah.. di sana mangga nya udah banyak yang Mateng, " ujar bibi seraya mengupasi mangga mangga itu.
" Oh ya Noval... kak Sitha lupa beritahu sama Noval, tadi malam ayah Dion telefon tapi Noval udah tidur, ayah bilang... ingin minta maaf karena pergi nggak sempat pamit dulu sama Noval.. " ucap Sitha kepada Noval.
" Tentu boleh dong sayang.. " kemudian Sitha menghubungi Dion melalui ponsel nya.
Tak berapa lama Dion pun mengangkat panggilan dari Sitha.
" Ya hallo Sitha.. " ujar Dion membuka percakapan.
" Hallo.... Assalamualaikum pak Dion, apakah saya tidak mengganggu ? Noval ingin bicara dengan bapak, " ucap Sitha.
" Tentu tidak, dimana dia.. " ujar Dion
__ADS_1
Kemudian Sitha mengganti panggilan nya menjadi Vidio call agar Noval bisa melihat sang ayah.
" Hallo yah.... ayah lagi ngapain ? " ucap Noval menyapa sang ayah.
" Hallo sayang, ayah sedang bekerja dengan om Dimas.. " ujar Dion seraya mengarahkan ponsel nya ke arah Dimas.
Dimas pun melambaikan tangan nya pada Noval.
" Sayang... maaf yah kemarin ayah nggak sempet pamit sama kamu, karena ayah buru buru kemarin, maafin ayah Noval.. " ucap Dion berharap Noval tidak marah pada nya.
" Iya nggak apa apa yah.. Noval udah maafin ayah, Noval senang di sini di temenin sama kak Sitha, " ujar Noval riang
" Syukurlah.. kamu nggak nakal kan, nurut sama kak Sitha dan bibi ya, setelah pekerjaan ayah selesai ayah akan segera kembali.. " ucap Dion menasehati putra nya.
Mereka berbincang sekitar dua puluh menit sebelum Dion memutuskan sambungan telefon nya.
" Ini den.. udah jadi jus mangga nya,, " ucap bibi memberikan satu gelas penuh jus kepada Noval.
" Yummy.... seger banget bi, " ujar Noval lalu meminum nya lagi sampai habis.
" Ini sisa nya masih banyak bi.. apa mau di masukin kulkas aja bi. . " ucap Sitha pada bibi
" Sebentar non, bibi mau kasih sama mang Asep juga satpam di depan.. nanti sisa nya baru di masukin kulkas buat besok besok lagi non.. " ujar bibi sambil membawa dua botol jus untuk pak satpam dan mang Asep di depan.
__ADS_1