
...Sitha memberhentikan sepada motor nya di sebuah rumah sederhana yang memiliki halaman luas dan sejuk karena di sekelilingnya banyak pohon rimbun dan bunga-bunga...
...Seorang wanita paruh baya memperhatikan dari dalam sebuah warung kecil yang tidak jauh dari tempat seorang gadis yang terlihat tengah membuka helm dan jaket hitam nya di halaman rumah...
" Sitha... " lirih Bu Nani ketika melihat seseorang di balik helm dan jaket hitam tersebut adalah putri semata wayang nya
...Senyum wanita paruh baya itupun mengembang lalu buru-buru menghampiri buah hatinya itu yang sudah begitu lama ia rindukan...
" Pak.. bapak, sini ke depan pak.. lihat siapa yang datang, " teriak Bu Nani dari dalam warung berharap sang suami mendengar suaranya dan segera datang
" Assalamualaikum ibu... " salam Sitha mengembangkan senyum manisnya lalu mengambil tangan sang ibunda dan mencium nya
" Wa'alakum salam Sitha... apa kabar kamu nak? kenapa kemari tidak memberi kabar dulu sih... " jawab Bu Nani lalu mencium kedua pipi Sitha dan memeluknya
" Ibu... tanya nya satu-satu dong, biar aku nggak bingung jawab nya.. " ujar Sitha bahagia bisa bertemu dan mengunjungi kedua orang tuanya lagi setelah hampir dua Minggu ini dirinya tidak berkunjung
" Iya, iya .. kau ini. Ayo masuk, " ajak Bu Nani mencubit gemas anak perempuan nya itu
" Bagaimana keadaan bapak Bu.. "
" Alhamdulillah bapak sudah membaik nak, sekarang mungkin sedang berkebun di belakang rumah.. "
" Oh yah,? syukurlah Bu kalau bapak sudah mulai pulih.. bahkan sudah bisa beraktivitas, " ucap Sitha dengan bahagia
" Iya nak, walaupun ibu tidak mengizinkan nya terlalu kecapean.. "
Pak Ramli yang baru saja mencuci tangan dan kaki nya setelah baru saja selesai berurusan dengan tanaman sayuran yang berada di belakang rumah pun nampak berbinar ketika melihat kedatangan sang putri yang sedang berbincang dengan istri nya
" Assalamualaikum bapak.. " ucap Sitha menghampiri sang ayah dan di sambut dengan uluran tangan serta senyum lebar dari pak Ramli
" Wa'alakum salam.. nak, "
" Bagaimana keadaan bapak, ibu bilang bapak sedang berkebun yah. Bapak nggak boleh lah capek-capek dulu pak... " Celoteh Sitha yang memang benar-benar mengkhawatirkan keadaan ayah nya tersebut
" Bapak hanya merasa bosan tiduran di rumah dan tidak melakukan kegiatan apapun nak, oh yah dimana suami mu kamu datang bersama nak Dion kan ? " tanya pak Ramli mencari keberadaan sang menantu yang terlihat tidak muncul juga
__ADS_1
" Oh, em... itu pak, mas Dion sedang banyak kerjaan jadi Sitha ke sini sendiri, " ujar Sitha sedikit terbata
" Maafin Sitha ya pak, Bu.. terpaksa Sitha berbohong sama bapak dan ibu, " batin Sitha merasa bersalah, karena bagaimana pun juga dirinya tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya pada kedua orang tua nya
" Oh.. iya-iya, tapi kamu sudah pamit kan dengan suami mu jika kamu mau ke sini Sitha ? " tanya pak Ramli
Sitha hanya tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan ayah nya itu,
" Ayo, duduk dulu nak pasti kamu cape kan perjalanan dari rumah nak Dion ke sini cukup jauh.. apalagi kamu naik motor tadi, " ujar Bu Nani keluar dari arah dapur dengan membawa dua gelas teh hangat lalu menyajikan nya di atas meja untuk suami nya dan putri semata wayangnya itu
" Makasih ya Bu.. rasanya udah lama banget nggak minum teh buatan ibu, kangen. " ucap Sitha kemudian duduk di sebuah kursi yang berada di dekat halaman belakang rumah nya itu
...Bu Nani dan pak Ramli hanya tersenyum melihat tingkah anak nya tersebut, kemudian ketiga nya duduk bersama saling bertukar cerita...
*
" Pergi kemana kamu Sitha... " lirih Dion di dalam mobilnya, karena baru saja diri nya ke tempat sekolah dimana Sitha mengajar akan tetapi gadis itu tidak berada di sana
...Menurut teman Sitha yang juga seorang guru di sekolah taman kanak-kanak tersebut hari ini Sitha izin tidak masuk karena sedang sakit...
...Akan tetapi bibi mengatakan jika Sitha pagi ini pergi dan membawa bekal untuk Dion dan akan mengantarkan nya terlebih dahulu ke kantor sebelum dirinya berangkat ke sekolah...
" Arrggh..!! dimana kamu Sitha ?! aku tidak ingin kamu salah paham atas apa yang telah kamu lihat antara aku dan Diva hari ini.. " ujar Dion seraya memukul setir mobil nya dengan keras
...Berkali-kali Dion pun mencoba untuk menghubungi ponsel istri nya itu, akan tetapi ponsel Sitha selalu tidak aktif membuat Dion semakin merasa tidak tenang...
" Aku harus kemana lagi untuk mencari mu... " lirih Dion seraya mengusap wajahnya dengan kasar
...Setelah nya Dion pun teringat bahwa dirinya telah meletakan GPS di sepada motor milik nya yang telah di gunakan oleh Sitha ...
Dion pun menepikan mobil nya dan berhenti di bahu jalan untuk memeriksa ponsel nya
" Sial ! kenapa dari tadi tidak terfikirkan oleh ku. Sekarang coba kita lihat dimana kamu sekarang... " Ujar Dion
" Kenapa jauh sekali dari sini, ini sepertinya lokasi.... " Dion pun terdiam sesaat kemudian melajukan kembali kendaraan nya setelah mengetahui dimana lokasi Sitha saat ini tengah berada
__ADS_1
**
...Setelah hampir dua jam lamanya menempuh perjalanan, Dion pun akhirnya sampai juga di tempat dimana sang istri berada, di halaman rumah yang sederhana tersebut sudah terlihat sepeda motor matic nya terparkir dengan rapi...
...Hari pun telah berganti senja saat Dion tiba di kediaman orang tua Sitha ...
...Dengan langkah nya yang tetap gagah Dion keluar dari dalam mobilnya lalu berjalan menuju halaman teras rumah tersebut...
...Terlihat rumah sepi, akan tetapi warung milik sang ibu mertua masih tetap di buka...
" Assalamualaikum... " salam Dion seraya mengetuk pintu kayu tersebut sebanyak dua kali
" Wa'alakum salam.. " terdengar sahutan salam dari arah dalam
...Tak begitu lama pintu pun terbuka dan nampak lah pak Ramli yang seperti nya baru saja menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim...
" Wa'alakum salam.. Nak Dion.. ? " ujar pak Ramli dengan senyuman nya yang mengembang melihat keberadaan sang menantu yang berdiri di hadapan nya saat ini
" Apa kabar pak Ramli, " ucap Dion membalas senyuman tersebut lalu mengulurkan tangan nya
" Baik nak, baik. Ayo silahkan masuk nak Dion.. " ujar pak Ramli mempersilahkan Dion masuk ke ruang tamu setelah keduanya saling berjabat tangan
" Terimakasih, "
" Nak Dion mau minum apa, biar ibu buat kan sebentar. " ucap pak Ramli
" Tidak usah repot-repot pak, saya senang bisa bertemu dengan bapak lagi dan melihat bapak seperti nya sudah mulai pulih.. " ucap Dion dengan tulus
" Alhamdulillah nak, ini semua berkat doa dan bantuan dari nak Dion juga yang telah begitu baik dengan keluarga saya.. Saya sungguh bersyukur anak perempuan saya satu-satunya telah berjodoh dengan orang yang bertanggung jawab seperti nak Dion.. " jawaban pak Ramli seketika membuat raut wajah Dion sedikit berubah
**
***Maaf untuk para reader yang kecewa karena othor yang lama up nya yah..😢 tapi memang untuk sekarang othor sedang susah buat bagi-bagi waktu buat nulis apalagi buat crezy up.. othor belum bisa ya gaes..🙏🙏
Semoga kedepannya othor bisa up tiap hari.. bismillah tetap semangat...💪💪🤩
__ADS_1
Dan terimakasih sekali untuk kalian yang udah mau nunggu othor up dan kasih semangat kasih like dan masukan..🙏🥰🥰💪***