
Suasana di pagi hari ini cukup ramai di rumah Dion, pasal nya Noval sedang di bujuk untuk sarapan oleh ke dua pengasuh nya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, tetapi Noval belum juga menyelesaikan sarapan nya.
Dia berlarian ke sana ke mari membuat ke dua pengasuh nya kewalahan.
" Ayo mbak... kejar Noval kalau bisa.. " teriak Noval sambil berlarian.
" Aduh bocah bagus.. udah to lari lari nya,, kalo lari lari terus kapan habis nya sarapan kamu Nang... ?? " ucap bi asih perempuan paruh baya yang sudah puluhan tahun ikut bekerja di rumah Dion itu.
" Makan nya cepet kejar aku bi.. nanti baru aku habisin makanan nya.. " kata Noval tanpa menghentikan aktivitasnya yang terus berlarian.
Mbak Wati dan bi asih pun terlihat kecapean ikut berlarian ke sana ke mari.
" Noval.. cepat habis kan sarapan kamu dan berangkat sekolah,." terdengar suara bariton Dion yang tengah menuruni tangga. Dia sudah siap dengan pakaian kerja nya dan bersiap untuk berangkat.
" Iya ayah.. " ucap Noval patuh menuruti perintah sang ayah, membuat bi asih dan mbak Wati bernafas lega dan mulai menyuapi Noval makan.
Setelah selesai sarapan Dion segera mengantarkan Noval menuju sekolah nya.
Sepanjang perjalanan di isi dengan celotehan Noval bercerita khas anak anak. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju sekolah Noval.
" Ayah.. nanti kalau ayah telat jemput aku lagi, aku mau main ke rumah Bu guru cantik saja yah.. boleh kan ?" ijin Noval.
" Ayah akan berusaha agar tidak telat jemput kamu.. "
Setelah sampai di sekolah sebelum turun Noval berpamitan dan mencium tangan ayah nya terlebih dahulu.
" Belajar yang pintar ya anak ayah.. dan nggak boleh nakal.. " pesan Dion untuk keponakan tercinta nya itu.
" Iya ayah.. " jawab Noval.
Setelah nya Dion meluncurkan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju kantor nya.
karena akan ada rapat beberapa menit lagi.
Se sampai nya di kantor, Dimas sudah berada di ruangan Dion untuk mempersiapkan berkas berkas yang akan di bawa untuk keperluan rapat.
" Selamat pagi bos.. " sapa Dimas.
" Tumben kamu sudah sampai kantor jam segini dim.. "
__ADS_1
" Iya dong... hari ini kan hari gajian, jadi aku berangkat lebih awal agar mendapat bonus tambahan.. " ujar Dimas bersemangat.
" Oh... jadi begitu, tapi jika tepat waktu kamu hanya saat hari gajian dan hari hari lain selalu telat itu tidak akan mendapatkan bonus.. " timpal Dion.
" Eh.... siapa yang selalu telat, aku selalu tepat waktu ko, enak saja " jawab Dimas membela diri.
" Terserah kamu lah. sudah siapkan semua berkas untuk rapat hari ini "
" Sudah beres semua bos.. tinggal berangkat menuju lokasi, "
Dimas mengemudikan mobil sedangkan Dion duduk di samping nya.
" Oh ya kamu tidak lupa kan.. lusa kita akan berangkat ke kota Balikpapan untuk meninjau perkembangan proyek yang ada di sana.."
" Ya. " jawab Dion singkat.
" Apa kamu sudah pamit pada Noval ? "
" Aku belum memberitahu nya, "
" Lalu.. kamu akan titip kan anak itu pada ibu atau ayah nya, "
" Aku sudah menghubungi mereka, tetapi mereka semua sedang di luar kota untuk pekerjaan, " ujar Dion memijat pelipisnya.
Sebenarnya kadang Dimas merasa kasihan pada Dion, karena ke dua orang tua Noval seperti lepas tanggung jawab pada anak nya.
Terlampau mementingkan pekerjaan dari pada buah hati mereka. Kakak laki-laki Dion menikah di usia muda karena kenakalan remaja dulu bersama pacar nya.
Itu juga yang membuat ayah mereka shock, dan karena memiliki penyakit jantung sehingga ketika mendengar kabar itu ayah Dion drop dan di rawat ber hari hari di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Alex kakak laki-laki Dion yang masih labil karena menikah muda dan memiliki ego yang tinggi mengakibatkan sering bertengkar dengan sang istri, hingga dua tahun setelah Noval lahir mereka ber dua memutuskan untuk bercerai.
Karena kasihan dengan keponakan nya tersebut Dion memutuskan untuk membawa Noval untuk tinggal di rumah peninggalan sang ayah bersama sang bibi yang membantu nya merawat Noval.
Hingga peran ayah untuk Noval Dion jalani hingga saat ini.
Banyak orang yang menyangka Dion memiliki anak di luar nikah, karena sering nya Dion dan Noval bersama terlebih Noval yang memanggil nya dengan sebutan ayah.
Rapat yang di sangka akan memakan waktu singkat itu ternyata mulur sampai siang hari.
" Dimas.. tolong kamu jemput Noval di sekolah nya, aku akan menyelesaikan pekerjaan ini terlebih dulu ." pinta Dion pada Dimas.
__ADS_1
" Ini sudah waktu nya dia pulang sekolah," sambungnya
" Baiklah aku akan menjemput nya terlebih dulu, " ucap Dimas berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Dion.
Dimas melajukan mobil hitam sport itu dengan kecepatan tinggi, berharap akan sampai tepat waktu di sekolah Noval.
Sesampainya di sana sekolah terlihat sudah sepi, hanya terlihat satpam yang berjaga.
" Permisi pak.. apa para murid di sini sudah pulang semua, " tanya Dimas pada satpam yang tengah berjaga.
" Oh iya pak.. semua sudah pulang, "
" Apa bapak tau murid yang bernama Noval, saya baru akan menjemputnya, " tambah Dimas.
" Oh... den Noval,, iya pak den Noval tadi ikut pulang bersama guru nya, ibu Sitha nama nya.. "
" Dimana alamat rumah guru itu, apa bapak mengetahui nya "
Lalu satpam itu memberikan alamat lengkap rumah sitha beserta nomor ponsel nya yang ia catat di buku informasi.
Setelah mendapatkan nomor dan alamat rumah sitha, Dimas segera melajukan mobil nya ke alamat tersebut.
Setengah jam kemudian Dimas telah sampai di kediaman rumah sitha.
Terasa sejuk ketika Dimas menginjak kan kaki nya di halaman rumah sederhana itu. Rumput yang rapi dan tanaman hias serta bunga bunga yang berjejer menambah keindahan nya. Menandakan sang pemilik rumah yang rajin merawat tanaman tersebut.
" Permisi... selamat siang,, " salam Dimas di ambang pintu yang tengah terbuka itu.
Terlihat perempuan paruh baya dengan pakaian daster panjang serta jilbab panjang nya keluar dari dalam rumah dan menemui Dimas.
" Iya.. selamat siang juga,, ada apa dan mencari siapa ya mas.. ? " jawab Bu Nani ramah menjawab salam Dimas.
" Saya Dimas Bu,, saya ingin menjemput keponakan saya Noval, karena saya jemput dia di sekolah ternyata kata bapak satpam Noval ikut dengan ibu guru nya, "
" Oh... iya iya, silahkan masuk dulu mas Dimas, akan saya panggilkan Noval, dia sedang bermain dengan anak saya di belakang rumah.. " ucap Bu Nani mempersilahkan.
" Tidak usah Bu, saya tunggu di sini saja.. " tolak Dimas halus.
Dimas menyangka Bu Nani adalah guru Noval, karena menurut nya yang nama nya ibu guru ya sudah ibu ibu.
" Om Dimas....!! " teriak Noval berlari menghampiri Dimas.
__ADS_1
Dimas yang berdiri membelakangi Noval seketika berbalik dan mendapati Noval beserta wanita cantik di belakang nya tengah tersenyum.