Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 71 Peraturan


__ADS_3

" Ihh... Sitha, kamu lagi mikir apa'an sih ?! bisa bisa nya kamu berharap satu kamar dengan suami mu itu. " ucap Sitha dalam hati nya seraya memejamkan mata menggeleng gelengkan kepalanya agar pikiran itu hilang dari fikiran nya


" Mas Dion udah mau nikahin kamu saja udah syukur banget. berani berani nya ya kamu..! " gerutu Sitha pada dirinya sendiri


Setelahnya ponsel Sitha bergetar menandakan adanya panggilan masuk , lalu di raih nya benda pipih itu dan tampak lah nama Dion di sana


" Panjang umur banget kamu yah mas, baru aja di pikirin.. malah telfon, " lirih Sitha kemudian segera mengangkat panggilan tersebut


" Hallo.. " ucap Sitha seraya menempelkan benda pipih itu di telinganya


" Bisa kita bicara, " ucap Dion dari seberang


" Ya, tentu bisa mas " jawab Sitha


" Saya berada di taman samping rumah sekarang, " ucap Dion lalu mematikan ponselnya


" Ih.. main mati'in aja deh,, " gerutu Sitha kemudian bergegas menuju taman yang berada di samping rumah Dion


" Ya mas, " ucap Sitha berdiri di belakang Dion dan melihat suami nya itu tengah bersandar duduk di kursi taman seraya memainkan ponsel nya


" Duduk tha, " ujar Dion bergeser lalu menepuk kursi di sebelahnya


" Nggak usah mas, saya berdiri saja nggak apa-apa ko, " tolak Sitha dengan halus, karena menurutnya tempat duduk itu terlalu sempit untuk di duduki dua orang


" Kenapa ? kamu nggak nyaman duduk di samping saya, " tanya Dion menaikkan satu alisnya


" Baiklah. Kalau begitu saya juga akan berdiri, " ucap Dion dan akan bangkit dari duduknya, tapi kemudian Sitha menahan nya


" Tidak, maksud saya bukan begitu mas. " ucap Sitha kemudian bergegas duduk di samping Dion


" Saya hanya merasa kursi ini terlalu sempit untuk di duduki dua orang, tapi ternyata enggak juga ko.. masih longgar, " ucap Sitha tersenyum lebar menyembunyi kan rasa gugupnya


Sementara Dion hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar alasan Sitha itu


" Saya menyuruh kamu ke sini untuk membicarakan tentang hubungan pernikahan kita, " ucap Dion memandang sekilas gadis muda yang saat ini duduk di sampingnya, dan terlihat gadis itu menganggukkan kepalanya paham


" Hubungan seperti apa yang kamu harapkan dari pernikahan siri ini, " tanya Dion dan tentu pertanyaan tersebut membuat Sitha bingung untuk menjawab nya

__ADS_1


" Saya tidak tahu mas, yang saya tahu.. saya hanya ingin membuat orang tua saya bahagia dengan pernikahan anak perempuan nya, sehingga saya memutuskan untuk mas Dion nikahi, dan untuk itu saya sangat berterima kasih pada mas Dion karena mau mengabulkan permintaan saya ini, " jawab Sitha menolehkan wajahnya pada sang suami


" Dan kamu tidak memikirkan nasib dirimu sendiri, bagaimana setelah kamu menikah nantinya. Andaikan yang menikahi kamu saat itu bukan saya.. " terlihat Sitha menggeleng kan kepalanya


" Setiap saat saya selalu meminta kepada Tuhan, agar di berikan pendamping hidup yang baik, dan Alhamdulillah,, tuhan mengabulkan doa saya.. dengan hadirnya mas Dion pada waktu itu, " ucap Sitha tersenyum ketika mengingat lagi doa doa yang selalu ia panjatkan kepada sang pemilik kehidupan


" Jadi menurut kamu saya baik ? "


" Tentu, " jawab Sitha terdengar mantap


" Bahkan saya tidak pernah sholat, dan menurut kamu itu baik. " ucap Dion dan sukses membuat Sitha bungkam


" Tidak, itu sangat tidak baik. Karena sholat adalah wajib bagi orang Islam, dan itu urusan anda dan tuhan, tidak ada sangkut pautnya dengan pembahasan kita, " ucap Sitha


Terlihat Dion mengangguk kan kepalanya,


" Tentu saja ada, karena Tuhan memberikan pendamping hidup padamu orang yang tidak baik, "


" Kebaikan tidak selalu di lihat dari seseorang tersebut rajin sholat nya, tapi karena saya melihat kebaikan kebaikan yang lain dalam diri mas Dion, sehingga saya bisa mengatakan bahwa mas Dion adalah orang yang baik, "


" Tidak juga mas, " jawab Sitha tersenyum sekilas pada Dion


" Kita harus membuat kesepakatan Sitha, dan ini tolong di baca.. " ucap Dion lalu memberikan map kepada gadis muda itu


Sitha pun menerimanya lalu membuka dan membaca apa isi dari kertas yang di berikan oleh Dion


...Di sana tertulis peraturan yang Dion tuliskan pada kertas putih tersebut, total ada sepuluh peraturan yang ia berikan di ikatan pernikahan siri mereka, dan Sitha membaca nya dengan seksama, menurut nya tidak ada yang aneh aneh dalam peraturan yang di berikan oleh suami nya tersebut ...


...Di antaranya tidak ada tidur satu ranjang dan itu membuat Sitha merasa senang walaupun dalam hatinya merasa sedikit nyeri, dirinya pun tidak mengetahui rasa apa itu...


...Tidak boleh mencampuri urusan pribadi Dion, dan akan berpisah di saat orang tua Sitha benar benar sudah sembuh dan sehat...


...Peraturan tersebut ada pada no akhir dan entah mengapa rasa nyeri di dada Sitha semakin terasa ketika membaca poin itu,...


...Membuat gadis muda tersebut langsung memegang bagian dadanya yang terasa nyeri, dan itu membuat Dion merasa khawatir...


" Kau baik baik saja ? " tanya Dion memegang pundak kanan Sitha

__ADS_1


" Iya, saya nggak apa-apa kok, " jawab Sitha tersenyum simpul pada suaminya itu


" Baiklah, kalau begitu apa ada yang merasa kau keberatan untuk peraturan yang aku berikan, " tanya nya lagi


" Sepertinya tidak mas, " ucap Sitha sadar bahwa dirinya memang hanya sebatas istri siri dari Dion


" Baiklah Kalau begitu tolong tanda tangan di sini, " ujar Dion memberikan sebuah bolpoin dan mengarahkan nya pada nama Sitha yang tercantum di pojok kertas putih tersebut


Sitha pun akhirnya menandatangani surat tersebut lalu mengembalikan nya lagi pada Dion


" Maaf sebelumnya, apa mas Dion sudah mempunyai kekasih? " tanya Sitha memberanikan diri untuk bertanya


" Ya, dan dia sedang di luar negeri Sekarang, dan untuk saat ini tidak ada yang boleh tahu bahwa kau adalah istri ku, oke. " ucap Dion menyimpan lagi kertas putihnya itu


" Ya mas, " jawab Sitha pasrah walaupun di dalam hatinya seperti ada semut kecil yang tengah mencubit nya


" Bagus, gadis pintar.. " ucap Dion seraya mengelus kepala Sitha yang tertutup jilbab pashmina nya itu


Perlakuan Dion itu pun membuat hati Sitha menghangat


" Baiklah kalau begitu pembicaraan kita kali ini selesai, tidurlah ini sudah malam.. " perintah Dion


" Maaf mas, apa saya di perbolehkan pergi ke sekolah untuk mengajar ? "


" Tentu boleh, dan jangan lupa kewajiban mu pada Noval juga di rumah ini, "


" Iya mas, terimakasih.. apa boleh besok saya ke rumah dulu untuk mengambil motor saya, karena lebih enak rasanya berangkat menggunakan roda dua, karena terhindar dari macet, "


" Tidak perlu, di garasi saya mempunyai motor metik pakailah itu untuk mu pergi ke sekolah, " ujar Dion lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Sitha seorang diri


" Terimakasih mas, " lirih Sitha menatap punggung Dion yang mulai menjauh


***


***Hayyy teman2... ayo donk rame'in like dan komen nya yah....🙏🙏🥰


Happy reading....💪💪***

__ADS_1


__ADS_2