
Dion menuruni tangga dengan wajah yang lebih segar setelah membersihkan diri.
" Bi... dimana Noval, sudah makan malam atau belum dia, " tanya Dion kepada bi Asih yang tengah menyiapkan makan malam di meja, kemudian Dion pun duduk di sana siap menyantap makan malam nya itu.
" Den Noval lagi nonton tv di ruang tengah den,, tadi juga udah makan duluan terus minum susu... " jawab bibi seraya meletakkan piring kosong di depan Dion.
Setelah itu tidak ada lagi pertanyaan dari Dion.
Dion menyantap makan malam nya dengan tenang seorang diri.
Setelah selesai Dion pun meminta bibi untuk menyiapkan beberapa makanan untuk di bawanya ke rumah sakit menemui Sitha.
" Bi, tolong siapkan makanan untuk Sitha, karena aku akan menemuinya ke rumah sakit setelah ini, " ujar Dion bangkit dari tempat duduk nya.
" Iya den.. siap, " bibi pun mengambil tempat makan dan mulai menyiapkan makanan.
Dion melangkah kan kaki menuju ruang tv dimana Noval tengah asyik bermain di sana.
" Anak ayah lagi nonton apa.. seru banget kayaknya deh, " ucap Dion duduk di samping putra nya itu.
" Eh ayah... Noval lagi nonton kartun yah, " ujar Noval menunjuk kartun domba yang tengah bermain kejar kejaran dengan seekor anjing.
__ADS_1
Noval kemudian mengalihkan pandangannya dari televisi ke arah Dion. Di lihat nya sang ayah yang sudah rapi dengan pakaian casual nya itu, menambah ketampanan pada dirinya.
" Ayah mau ke rumah sakit lagi ? "
" Iya sayang, "
" Boleh Noval ikut ayah..? Noval pengen banget ketemu sama kak Sitha yah.. " ucap Noval dengan tatapan memohon membuat Dion tidak tega untuk menolak keinginan nya itu.
Terlihat Dion berfikir sejenak dan kemudian mengiyakan permintaan Noval.
" Tapi Noval harus janji jangan ganggu kak Sitha di sana nanti, oke.. ? " ucap Dion mengacungkan jari kelingking nya pada Noval.
" Oke yah.. Noval janji, " ujar Noval dengan senyum lebar nya dan menyatukan jari kelingking nya dengan sang ayah.
" Iya den Dion.. " bi Asih setengah berlari menghampiri majikan nya itu.
" Bi... tolong bantu Noval bersiap, dia akan ikut dengan saya menemui Sitha malam ini, dan bawakan juga pakaian ganti untuk nya bi.. "
" Oh iya den, ayo den Noval..." Noval pun mengikuti bibi menuju kamar nya untuk bersiap.
**
__ADS_1
Sitha baru saja selesai sholat dengan berbaring di atas tempat tidurnya. Ia menengadahkan kedua tangannya, memohon kepada sang Khaliq agar memberi keberkahan dan keselamatan pada kehidupan nya dan orang orang yang di cintai nya.
Tak lama terdengar suara pintu di buka pelan dari luar, seorang suster masuk untuk mengecek keadaan Sitha.
" Selamat malam mbak Sitha.. maaf mengganggu, saya akan mengecek keadaan anda terlebih dahulu.. " ucap sang suster menghampiri Sitha, kemudian Sitha pun mengakhiri doa nya.
" Selamat malam juga suster, silahkan.. " ucap nya seraya tersenyum.
" Alhamdulillah semua sudah stabil mbak Sitha.. " ucap sang suster mengakhiri pemeriksaan nya.
" Alhamdulillah... berarti besok saya sudah bisa pulang ya sus.. "
" Semoga bisa ya mbak.. " ucap sang suster tersenyum ramah.
" Suami nya yang kemarin belum ke sini mbak? " tambah suster tersebut karena tidak melihat satu orang pun yang menunggu Sitha di ruangan ini.
" Yang kemarin..?? " Sitha terlihat bingung, namun hanya satu lelaki yang menunggu nya kemarin, yaitu Dion.
" Oh.. pak Dion, dia bukan suami saya suster.." imbuh Sitha.
Untuk membayangkan jadi pacar nya saja Sitha tidak berani, apalagi untuk jadi istri nya, sungguh itu seperti mimpi di siang bolong bagi nya.
__ADS_1
" Oh... bukan suami nya ya mbak, maaf tak kira itu suami nya mbak Sitha.. soalnya perhatian banget sama mbak Sitha sih.. " ujar sang suster merasa tidak enak hati.
" Iya sus.. tidak apa apa,, " Sitha hanya tersenyum menanggapi suster itu.