Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 61 Di perjalanan


__ADS_3

...Dion sudah rapih dengan kemeja putih dan setelan jas warna hitam pekat nya, semakin menambah terpancar nya ketampanan laki laki dewasa itu pagi ini. ...


...Diri nya menaiki mobil bersama Dimas menuju rumah sakit, sedang kan Noval ia titipkan kepada bi Asih di rumah....


...Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, perjalanan dari kediaman nya menuju rumah sakit tempat calon mertua nya itu di rawat membutuh kan waktu kurang lebih satu jam perjalanan...


...Di tengah perjalanan Dimas menghentikan mobil tepat di depan sebuah butik ternama, kemudian laki-laki itu masuk ke dalam butik tersebut dan beberapa menit kemudian ia keluar kembali dengan membawa paper bag yang cukup besar ...


...Sedangkan Dion hanya menunggu nya di dalam mobil dengan memainkan ponsel nya ...


...Perjalanan pun kembali berlanjut tanpa ada obrolan di antara ke dua pria yang sama sama memiliki hidung mancung tersebut, hanya ada suara musik slow yang cukup lirih yang Dion nyalakan untuk mengusir sepi ...


***


...Sitha menunggu kedatangan Dion dengan perasaan gelisah, Ya. Walaupun ini hanya pernikahan siri karena perjanjian yang diri nya dan pria itu lakukan. Tapi menurut nya ini sama dengan pernikahan sungguhan, yang akan ada penghulu, wali dan sepasang pengantin laki-laki dan perempuan...


...Tentu saja diri nya merasakan gugup, apalagi kedua orang tua nya juga terus menanyakan kapan Dion akan segera tiba. Dan Sitha tidak tahu harus menjawab apa, karena ia tidak berani atau lebih tepatnya enggan mengirimkan pesan kepada pria itu untuk menanyakan dimana ia sekarang, atau sudah berangkat kah ia menuju rumah sakit...


" Masa iya aku harus kirim pesan duluan ke mas Dion sih? nanyain udah sampai mana dia sekarang, atau sudah berangkat apa belum.. ih males banget, malu juga.. nanti di kira aku nggak sabaran lagi mau menikah sama dia,, kan malu... " ucap Sitha berbicara pada dirinya sendiri dengan berbagai macam perasaan yang ia rasakan saat ini


" Sitha... kamu udah tanya sama nak Dion udah sampai mana dia sekarang ,, " tanya Bu Nani ketika melihat anak nya duduk termenung dengan menggenggam ponsel nya


" Eh.. itu Bu,. aku udah kirim pesan tapi belum di bales.. " jawab Sitha berbohong pada akhirnya


" Sudah nak nggak usah ganggu perjalanan nya.. mungkin nak Dion sedang di perjalanan makanya tidak membalas pesan dari kamu.. kita tunggu saja di sini, nanti kalau dia sampai juga ngabarin.. " ucap pak Ramli yang terbaring di ranjang pasien


" Iya pak.. " jawab Sitha tersenyum kepada sang ayah yang terlihat lemah tapi dari sorot mata nya seperti terpancar kebahagiaan di sana, membuat Sitha merasa tambah bersalah


" Maafin Sitha ya pak.. semoga bapak cepat pulih.. " ucap Sitha di dalam hati nya menatap sang ayah yang terlihat tersenyum kecil padanya


" Oh iya... kamu mau pake baju seperti ini saja ? nggak mau ganti dulu yang lebih bagusan nak .. " tanya Bu Nani yang baru menyadari penampilan putri nya itu sangat sederhana saat ini


" Nggak perlu Bu.. Sitha pake baju ini saja, lagian ini baru pernikahan siri jadi soal baju nggak begitu penting.. " jawab anak gadis nya itu

__ADS_1


" Ya sudah... " ucap Bu Nani mengangguk kan kepalanya senyum samar tampak terlihat di bibir wanita paruh baya itu


" Bu, Sitha mau ke masjid dulu sebentar yah.. "


" Lho... nanti kalau nak Dion datang gimana ? "


" Hanya sebentar ko Bu, masjid nya juga Deket dari sini.. " ucap Sitha bangkit dari duduk nya


" Ya sudah... jangan lama lama,, "


" Iya Bu,, pak Sitha tinggal sebentar ya, " ucap Sitha kepada sang ayah. Pak Ramli pun hanya mengangguk kan kepalanya dan terlihat memejamkan mata nya kembali


...Sitha mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat Dhuha pagi ini untuk meredakan rasa gelisah yang ia rasakan saat ini...


...Di atas sajadah panjang nya ia menumpah kan segala isi hati nya kepada sang pemilik kehidupan...


...Meminta agar segala urusan nya di dunia yang fana ini bisa berjalan dengan baik atas ridho -Nya ...


" Sitha... "


" Kak Dimas .."


" Apakah Kamu sudah selesai dengan sholat mu .. " Tanya Dimas mengembang kan senyum ramah nya kepada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri dari sahabat nya itu


" Pakai lah ini, Dion sudah menunggu mu di ruangan ayah mu " ucap Dimas mengulurkan tangan nya memberikan paper bag kepada Sitha


Sitha menerima nya dengan tangan sedikit bergetar,


" Apa ini kak ? Kapan kalian sampai,, " tanya Sitha menatap Dimas


" Ganti lah pakaian mu dengan pakaian yang di belikan oleh calon suami mu itu, dia orang yang baik. Tapi sedikit pendiam, jangan membuat nya terlalu lama menunggu, calon kakak ipar. Anggap lah aku sebagai adik mu sekarang, jika kau membutuh kan sesuatu jangan sungkan untuk memberitahu ku.. " ucap Dimas lalu berlalu dari hadapan Sitha


...Sitha membuka paper bag yang di berikan oleh Dimas yang menurut Dimas tadi di belikan oleh calon suami nya, yang berarti itu adalah pemberian dari Dion ...

__ADS_1


...Gamis putih dengan manik manik yang tak begitu banyak di bagian depan dengan jilbab panjang warna senada terlihat begitu elegan kala Sitha membuka seluruh paper bag itu. ...


...Sitha pun terpaku melihat pakaian panjang yang di berikan oleh calon suami nya itu, ini adalah salah satu pakaian bermerek yang Sitha tahu persis harga nya...


...Dan Dion memberikan nya untuk diri nya di hari pernikahan siri mereka...


**


...Dion terlihat duduk di antara pak Ramli dan Bu Nani di ruangan pasien, terlihat raut wajah serius ia tunjuk kan ketika berbincang dengan orang tua dari calon istri nya tersebut ...


...Di atas sofa tampak berbagai macam buah buahan yang di bungkus dengan sangat cantik, serta beberapa kotak hantaran berwarna merah muda berbentuk hati dengan manik manik yang menambah cantik kotak tersebut...


...Dion sudah menyiapkan semua itu semalam, ia menghubungi butik langganan nya untuk menyiapkan yang ia perlukan di hari ini...


...Meskipun ini adalah pernikahan siri antara dirinya dan Sitha, tetapi ia ingin memberikan yang berkesan kepada kedua orang tua gadis tersebut, mengingat diri nya yang sudah tidak memiliki orang tua di dunia ini...


...Terlepas apa yang akan terjadi selanjutnya di antara keduanya di waktu yang akan datang...


... ...


" Bapak harap nak Dion bisa menjadi imam yang baik untuk nya.. bapak titipkan anak perempuan bapak satu satunya itu kepada nak Dion, jagalah ia.. sayangi dia.. seperti bapak menyayangi nya nak .., " ucap pak Ramli menatap Dion dengan penuh arti


" Insya Allah.. " hanya itu yang bisa Dion ucap kan diri nya pun tidak tahu akan seperti apa hubungan nya nanti bersama wanita itu di masa mendatang


" Dimana Sitha, ia bilang akan ke masjid sebentar tapi kenapa belum kembali juga Bu.. " tanya pak Ramli kepada sang istri


" Iya, akan ibu cari sebentar ya pak, " ucap Bu Nani akan bangkit dari duduk nya


" Tidak perlu Bu, Dimas sedang mencari nya sekarang, kita tunggu saja ia di sini " Ucap Dion mencegah


**


Hayy gaess.... jangan pelit jempol nya yahhh!!🤭🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2