Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 52 Permintaan bapak


__ADS_3

" Sebenarnya... Noval pengin punya ibu yang seperti kak Sitha om, orang nya baik nggak pernah marah sama Noval walaupun kadang Noval suka bandel kalau di bilangin.. terus mau ngajarin Noval sholat juga dan cantik lagi,, " Ucap Noval dengan polosnya menjawab pertanyaan Dimas


...Sontak Dion pun menoleh kepada Noval yang tengah menghadap belakang mengobrol dengan Dimas. Mungkin kah itu keinginan terpendam Noval yang tidak pernah ia utarakan, memiliki sosok ibu seperti Sitha.. itukah yang dia inginkan ?? Dion hanya diam kembali menatap fokus ke depan mengendarai kendaraan nya tanpa ingin ikut terlibat perbincangan antara Noval dan Dimas. Walaupun yang sedang mereka bicarakan saat ini adalah tentang dirinya...


" Waow.... kalau ibu seperti kak Sitha sih om setuju banget, om juga ingin memiliki istri seperti dia ketika om menikah nanti, " ucap Dimas menaik turunkan alisnya seraya tersenyum lebar ke arah Noval


" Benarkah..? itu artinya om suka dong sama kak Sitha, ih nggak boleh yah. Kak Sitha itu punya Noval om,, "


" Kalau begitu suruh ayah mu agar secepatnya menikahinya Noval.. " ucap Dimas memancing reaksi Dion


...Noval pun berganti menatap Dion yang saat ini berada di sampingnya...


" Ayah bolehkah... "


" Noval duduklah yang benar dan berhentilah bicara, kau masih kecil tidak baik berbicara permasalahan orang dewasa . " Belum selesai Noval mengucapkan kata-kata nya Dion segera menyela dan menyuruh nya untuk diam


" Baik ayah.. " jawab Noval kembali duduk dengan tenang di samping Dion


...Dimas yang melihat raut wajah Dion yang tengah serius pun akhirnya ikut diam juga...


" Hanya bercanda saja, kenapa malah menganggap nya serius begitu si, " gumam Dimas lirih dan tentu saja Dion tidak mendengar nya


...Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di restoran yang cukup ramai, dan mobil Dion terparkir rapi di halaman restoran tersebut...


...Mereka pun memilih makan di lantai dua dan Noval memilih duduk di sebelah jendela, bocah itu senang melihat pemandangan dari atas sana karena ia dapat melihat semua yang ada di bawah melalui jendela...


...Setelah nya merekapun memesan makanan yang mereka inginkan masing masing...


***

__ADS_1


...Seorang gadis cantik terlihat sedang memarkirkan motor metiknya kemudian ia berjalan membawa sebuah tas yang cukup besar di tangan nya seorang diri dan sebelah tangan yang satunya lagi terlihat membawa kantong kresek kecil...


...Ia menyusuri lorong rumah sakit dan kemudian berbelok ke sebuah ruangan...


" Assalamualaikum,, " Ucap nya lirih dan membuka pintu perlahan


" Wa'alaikum salam, Sitha .. " ucap sang ibu yang tengah duduk di samping ranjang suaminya yang sedang sakit


" Wa'alaikum salam.. " sang ayah turut menjawab salam anak gadisnya itu dengan suara yang terdengar sangat lemah


" Ibu... bapak, bapak sudah siuman.. ? " ucap Sitha menghampiri ayah nya itu lalu menggenggam tangan nya dengan bahagia melihat nya telah sadar


" Alhamdulillah... bapak,, " lanjutnya lagi seraya memeluk ayah nya itu


" Bapak kamu baru sadar beberapa menit yang lalu Sitha.. " ucap Bu Nani yang terharu melihat pemandangan yang ada di depan nya saat ini


" Apa dokter sudah tau dan memeriksa keadaan ayah Bu... "


Tak berapa lama dokterpun datang lalu memeriksa keadaan pak Ramli


" Bagaimana keadaan ayah saya dok.. "


" Cukup stabil Bu.. tolong jaga dan perhatian ya agar keadaan nya tetap seperti sekarang, karena itu bisa mempengaruhi keberhasilan operasi nya nanti, " pesan sang dokter


" Baik dok,, " hanya kalimat itu yang bisa Sitha ucapkan saat ini


" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu,, " dokter tersebut menganggukkan kepalanya pada Bu Nani lalu kemudian berlalu meninggalkan ruangan pak Ramli


" Sitha... " panggil pak Ramli pelan setelah kepergian dokter

__ADS_1


" Iya bapak.. bapak pengin apa? mau minum atau mau makan apa, biar Sitha belikan.. " tanya Sitha seraya menggenggam erat tangan sang ayah


" Bapak tidak ingin makan apa-apa nak.. bapak hanya ingin bertemu dengan anak anak dan cucu bapak saja.."


" Iya bapak... besok kak Bagas insya Alloh akan pulang dan bapak bisa bertemu dengan nya yah.. "


" Iya... bapak harap, bapak bisa bertemu dengan cucu dan anak anak bapak sebelum bapak pergi untuk selamanya,, " ucap pak Ramli seraya menatap langit langit di ruangan nya seolah tengah menatap masa depan yang pasti akan di alami oleh setiap manusia, yaitu kematian


" Bapak,, bapak nggak boleh bicara seperti itu.. bapak harus yakin bahwa bapak pasti akan sembuh dan bisa berkumpul kembali bersama kami.. " ucap Sitha dengan nada yang lembut


...Sungguh tidak bisa Sitha bayangkan jika ia harus kehilangan sang ayah pahlawan keluarga nya, sungguh Sitha tidak siap saat ini...


" Iya pak.. bapak tidak boleh bicara seperti itu, bapak harus yakin dan semangat untuk sembuh biar kita bisa melihat bersama sama cucu cucu kita nanti pak,, " ucap Bu Nani ikut menyemangati suaminya itu


" Bapak juga ingin seperti itu Bu.. bapak ingin.. sebelum bapak pergi nanti bapak bisa melihat anak perempuan bapak satu satunya ini menikah dan hidup bahagia bersama pasangan nya.. hanya itu keinginan bapak untuk mu Sitha.. " ucap pak Ramli menatap sang anak seperti tengah memohon


" Bapak harus banyak istirahat.. supaya kondisi bapak bisa tetap stabil, bapak nggak boleh banyak pikiran dulu ya pak.. sekarang Sitha mau keluar dulu beli makanan, kasihan ibu belum makan dari tadi pagi.. bapak mau Sitha belikan apa biar nanti sekalian,, " ucap Sitha mencoba mengakhiri pembahasan tentang nya saat ini


" Tidak nak, bapak tidak ingin di belikan apapun sekarang.. " jawab pak Ramli


" Baiklah kalau begitu Sitha keluar dulu sebentar ya Bu.. " ucap Sitha seraya bangkit dari duduknya


" Iya nak hati hati... " kemudian Sitha pun bergegas keluar dari ruangan itu untuk membeli makanan


...Sitha berjalan seorang diri dengan pikiran yang memenuhi kepalanya saat ini, memikirkan permintaan sang ayah sang saat ini tengah sakit sungguh Sitha untuk saat ini tidak bisa untuk mengabulkan permintaan itu, permintaan yang sangat mustahil baginya untuk mewujudkan nya...


...Ketika ia sedang menunggu makanan pesanannya ponselnya tiba tiba berdering, di lihatnya layar benda pipih itu terlihat nama kak Bagas yang sedang memanggil...


...Kakaknya itu memberitahu kan bahwa ia tidak bisa datang karena istrinya baru saja mengalami kecelakaan dan keguguran anak kedua mereka yang baru berusia lima bulan di dalam kandungan istrinya dan harus di rawat di rumah sakit...

__ADS_1


" Astaghfirullah.... kak Sarah keguguran..?! kami tidak tahu kalau kak Sarah sedang hamil lagi kak.. " ucap Sitha terkejut dengan kabar tersebut


" Iya Sitha.. sebenarnya sengaja kakak tidak memberitahu kan dulu pada kalian, niat kami ingin memberikan kejutan saat kami pulang besok dan memberi kabar atas kehamilan Sarah yang ke dua, tapi sungguh tidak ada yang tau kapan musibah itu akan datang menimpa kita.. " ucap Bagas tidak menyangka akan kehilangan calon anak keduanya itu


__ADS_2