Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 58 Perbincangan di taman RS


__ADS_3

" Baik, bagaimana keadaan pak Ramli. " Tanya Dion kembali


...Sitha pun mempersilah kan mereka untuk melihat keadaan ayah nya saat ini, dan menceritakan tentang apa yang dokter kata kan mengenai kesehatan sang ayah akhir akhir ini...


...Setelah beberapa menit berada di ruangan pak Ramli Dion pun pamit untuk pulang kepada Bu Nani karena hari sudah semakin gelap dan tampak Noval sudah mulai lelah...


...Sitha pun mengantar mereka sampai pintu depan dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Dion, Dimas juga Noval yang sudah meluangkan waktunya untuk menjenguk sang ayah ...


" Mas Dion.. " panggil Sitha terdengar lirih di telinga Dion


...Dion yang baru akan melangkah kan kaki nya meninggalkan tempat tersebut pun seketika berhenti dan menoleh kearah perempuan yang telah memanggilnya itu...


...Beberapa detik laki laki dewasa nan tampan dan perempuan muda nan anggun itu berdiri tanpa suara di depan pintu ruangan yang telah tertutup rapat itu...


" Ada apa Sitha, bicaralah " tanya Dion pada akhirnya karena Sitha hanya diam dengan wajah menunduk setelah memanggil


nya


...Sedangkan Dimas dan Noval telah lebih dahulu berjalan cukup jauh meninggalkan mereka ...


" Apa anda mempunyai waktu..? sebentar saja,, " ucap Sitha memberanikan diri menatap manik mata Dion


...Dion pun mengangguk kan kepala nya singkat lalu membuang pandangan nya ke arah yang lain, enggan menatap bola mata gadis yang saat ini berdiri di depan nya yang terlihat sangat mendung...


...Dan di sini lah mereka berdua sekarang, di kursi taman rumah sakit yang di penuhi lampu lampu taman berbentuk bulat menambah indah tempat tersebut di kala malam datang...

__ADS_1


...Dion mengirimkan pesan kepada Dimas agar pulang terlebih dulu bersama Noval karena ia akan pulang sedikit terlambat, untung lah mereka membawa mobil sendiri sendiri tadi. Sehingga Dimas tidak perlu bolak balik menjemput Dion ...


...Sudah lima belas menit dua insan itu duduk di tempat tersebut dan lagi lagi Sitha belum membuka suaranya...


...Dion memperhatikan dan menunggu apa yang akan gadis itu bicarakan dengan nya, sehingga meminta waktu pada nya untuk bicara hanya berdua di tempat ini...


" Sudah dua puluh menit " ucap Dion melihat jam tangan yang setia melingkar di tangan kiri nya itu


" Baiklah jika tidak ada yang akan di bicarakan saya akan pulang sekarang, " lanjut nya hendak berdiri dari kursi yang ia duduki dua puluh menit yang lalu itu


" Tunggu.. " cegah Sitha pada akhirnya membuka suaranya


...Dion pun kembali memposisi kan duduk nya agar nyaman dan menatap tajam gadis yang tengah duduk di seberang nya tersebut, menunggu apa yang akan dia katakan selanjut nya ...


" Menikah lah dengan saya mas, ! " ucap Sitha setelah menarik nafas nya dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan menatap wajah pria yang duduk di seberang nya saat ini


" Apa aku tidak salah dengar " ucap nya memastikan


" Tidak mas, nikahi lah saya di depan ayah saya secepatnya, "


" Anda sedang meminang saya nona, ? " tanya Dion menaikkan satu alis mata nya


" Apa yang membuat anda begitu percaya diri untuk menjadi pendamping hidup saya, " tanya nya lagi


...Terlihat Sitha menunduk kan kepala nya dalam menetralisir rasa yang entah gadis itu rasakan saat ini, takut, malu, sedih dan marah pada diri nya sendiri yang telah berani mengungkapkan hal seperti itu kepada seorang pria yang sudah berbaik hati menjadi malaikat penolong nya akhir akhir ini ...

__ADS_1


" Ayah saya sangat ingin melihat saya menikah dan menjalani rumah tangga, itu keinginan beliau akhir akhir ini selain ingin berkumpul dengan anak dan cucu nya yang saat ini tidak memungkin kan untuk menemui nya secara langsung. Setidak nya jika salah satu keinginan nya itu bisa terwujud.. mungkin beliau akan segera pulih. Jujur saja saya sangat mengkhawatir kan keadaan nya saat ini yang menurut dokter semakin memburuk. " Ucap Sitha panjang lebar


...Dion terlihat menyimak perkataan Sitha dengan intens, terbesit rasa iba di hati nya pada perempuan muda yang terlihat sangat bersedih itu. Diri nya pernah merasakan di posisi perempuan itu beberapa tahun yang lalu, sebelum ia benar benar kehilangan orang yang paling menyayangi nya di dunia ini untuk selama lamanya itu...


" Ini sebuah permohonan.. tolong lah saya lagi untuk terakhir kali nya mas, setelah itu saya janji tidak akan merepotkan mas Dion lagi.. " lanjutnya menatap manik mata Dion dengan tatapan memohon


" Kenapa kamu tidak menyuruh pacar mu saja untuk menikahi mu segera, " ucap Dion merasa heran dengan gadis di depannya saat ini. Mustahil juga menurut nya gadis anggun seperti Sitha tidak mempunyai pacar atau kekasih


" Saya tidak mempunyai pacar, sudah setahun ini dia melanjutkan kuliah nya ke luar negri dan tidak pernah lagi menghubungi saya selama waktu itu. Terakhir kali saya mendapat kan kabar tentang nya ia sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain di luar sana. " ucap Sitha


...Pandangan nya menerawang jauh mengingat kisah cinta nya yang terasa menyakitkan hingga saat ini...


" Terus saya akan jadi tumbal buat kamu karena pacar kamu yang selingkuh itu, " ucap Dion dengan tatapan tidak senang


...Bisa bisa nya seorang perempuan meminta nya untuk menikahi nya di saat pacar nya ketahuan selingkuh seperti itu...


" Tidak, tidak seperti itu. Saya hanya ingin mengabul kan keinginan orang tua saya untuk dapat melihat saya menikah, barangkali dengan melihat saya menikah beliau bisa segera pulih.. " ucap Sitha tidak ingin Dion menyalah artikan permintaan nya itu


" Maaf, tapi saya sudah mempunyai kekasih. Cari lah laki laki lain untuk menikahi mu, " Ucap Dion melirik wajah Sitha yang terlihat sembab


" Anda bisa menikahi saya secara siri, dan hanya di ketahui oleh keluarga saya saja. Setelah ayah saya sembuh.. anda bisa meninggalkan saya pak Dion. " Dion menoleh menatap wajah Sitha yang terlihat sangat serius atas ucapan nya itu


Bahkan gadis itu telah merubah kembali panggilan nya pada Dion. Menandakan ia bersungguh sungguh dengan permintaan nya saat ini


**

__ADS_1


...Dion menjalan kan mobil nya dengan kecepatan sedang di perjalanan yang cukup lenggang malam ini. Pikiran nya terus di penuhi kata kata Sitha satu jam yang lalu sebelum ia meninggal kan gadis muda itu duduk di bangku taman rumah sakit seorang diri ...


" Setidaknya tolong lah seorang ayah yang sedang berjuang melawan sakit nya agar bisa melihat anak nya menikah di hadapan nya.. " itu lah kata kata terakhir gadis tersebut sebelum Dion meninggalkan nya


__ADS_2