Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
bab 8 Makan malam bersama


__ADS_3

Hari ini Dion pulang lebih awal. Mobil mewah nya telah terparkir rapi di depan rumah nya itu.


Sedangkan di taman belakang rumah yang luas dengan rumput rumput hijau nya yang rapi, Noval tengah bermain dengan para pengasuh nya.


Dion yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah menghampiri mereka semua dan ikut bergabung bermain permainan bola dengan Noval.


" Ayo yah..... tangkap bola nya yahhh.... !!! " teriak Noval penuh semangat.


" Baiklah.. akan ayah tangkap....! " ucap Dion antusias di sertai ancang ancang menangkap bola.


" YyeeeEeyyyy............ Gooolllllll.... !!! Noval menang ayah kalah. Horeeee.......!!! " teriak Noval penuh gembira ketika bola itu tidak bisa di tangkap oleh ayah nya.


" Yah... ayah kalah deh,,, " ujar Dion pura pura mengalah dan terduduk lemas di atas rerumputan.


Noval berlari menghampiri Dion lalu memeluk nya erat. Dion pun membalas pelukan Noval dengan hangat.


" Selamat yah... jagoan ayah menang,, sekarang Noval sudah besar dan tambah pintar. " ucap Dion mengelus punggung Noval dengan penuh rasa sayang.


" Noval sayang ayah,, " ujar Noval melepaskan pelukan nya dan memandang wajah Dion.


" Ayah lebih dan lebiihh..... sayang sama Noval. " balas Dion seraya menciumi ke dua pipi gembul Noval.


" Ayah hentikan...! aku sudah besar. Malu di lihat semua orang jika ayah menciumi aku terus.. " ujar Noval seraya menghentikan Dion agar berhenti menciumi nya.


Semua yang ada di situ seketika tertawa mendengar celotehan Noval. Membuat Noval bertambah malu dan cemberut.

__ADS_1


" Kenapa harus malu..?? Noval kan anak ayah, jadi tidak ada salah nya ayah menciumi Noval di depan semua orang.. mereka juga keluarga kita Noval, ingat itu yah...!! " ucap Dion.


Dion tidak mau Noval memandang rendah atau membedakan para pengasuh nya.


Ya Dion menganggap semua orang yang bekerja di rumah nya seperti keluarga nya sendiri.


Tidak membeda bedakan pekerjaan mereka. semua di perlakukan sama oleh Dion.


Pada saat itu pula Dimas dan Friska muncul dari ruang tengah, mereka semua ikut bergabung dengan Noval dan Dion.


Selesai bermain Dion mengajak Noval, Dimas dan Friska untuk makan malam di sebuah restauran.


Restoran yang cukup sederhana dan terdapat cukup luas tempat untuk lesehan di bagian belakangnya menjadi pilihan Dion malam itu.


" Waahhh... asyik nih kita di traktir makan makanan mahal malam ini." ucap Dimas mengembangkan senyumannya lebar seraya memilih milih makanan yang akan di pesan nya di buku menu.


" Apa ada yang istimewa hari ini kak.." tanya Friska tak kalah senang.


" Tidak ada, hanya ingin mengajak kalian makan malam saja.. " timpal Dion.


" Ayo Noval... kamu mau makan apa,, " imbuhnya.


" Aku mau nasi putih dan ayam goreng kremesan saja yah, " ujar Noval.


" Oke, baiklah... ayo kita pesan, " Dion pun memanggil salah satu pelayan untuk memesannya.

__ADS_1


Tidak berapa lama di meja telah di hidangkan berbagai macam makanan dan minuman.


Ada seafood, steak, spaghetti, cemilan dan macam macam minuman dan hidangan penutup.


Dimas yang paling banyak memesan, terutama makanan yang mahal.


" Apakah makanan sebanyak itu akan muat di dalam perut mu dim.. ?" tanya Dion ketika melihat Dimas memesan begitu banyak makanan.


" Tentu saja. " ujar Dimas berbinar melihat pesanan makanan nya yang datang.


" Aku saja yang hanya memandang nya sudah merasa kenyang ". ucap Dion seraya menggelengkan kepalanya.


" Aku juga kak, baru melihat nya saja makanan sebanyak itu sudah merasa mual. Dimas ini sudah seperti tidak makan satu tahun saja.. " ucap Friska mencibir Dimas.


" Kau boleh mencicipinya kalau kau mau.. " timpal Dimas mengedipkan mata genit nya pada Friska.


" Issttt... sorry yah, aku bisa gendut kalau makan sebanyak itu. "


" Walaupun kamu gendut seperti Noval pun aku masih menyukai kamu ko, " tambah Dimas.


" Sudahlah, aku mau ke toilet' dulu ya kak Dion, " ujar Friska bergidik ngeri mendengar celotehan Dimas.


Tidak berselang lama setelah kepergian Friska ke toilet, terdengar suara ribut ribut dari arah depan.


Dari suaranya Dion tau betul kalau itu adalah Friska.

__ADS_1


__ADS_2