
" Bibi... bibi.... " terdengar Noval memanggil bi Asih.
" Iya den... " bi Asih dari dapur menuju ruang tengah menemui majikan kecil nya.
" Ayah dimana bi..? ko udah malem belum pulang pulang juga," tanya Noval ketika bi Asih sudah berdiri di depan nya.
" Ayah kan pergi ke luar kota hari ini den,, memang aden lupa yah...? " jawab bi Asih.
" Yaahhh.... ayah pergi nya ko nggak pamit sih sama Noval.." ujar Noval menundukkan kepala nya dengan raut sedih.
Bi Asih pun ikut sedih dan bingung mau berbuat apa supaya majikan kecil nya itu tidak bersedih lagi.
Kemudian Sitha mendekati mereka ber dua dan duduk di samping Noval seraya mengusap kepala nya dengan sayang.
" Noval... kalau Noval kangen sama ayah, Noval bisa ko telefon ayah .. " ujar Sitha lembut.
" Beneran kak... tapi Noval takut ganggu ayah, " ucap Noval lalu menunduk kan kepala nya lagi.
" Iya sayang.. kalau Noval takut ganggu ayah.. kak Sitha bisa ko tanyain ke ayah dulu, apakah sekarng ayah lagi sibuk atau enggak... " imbuh Sitha kemudian.
Kemudian Sitha mengirimkan pesan kepada Dion menanyakan apakah bisa melakukan panggilan saat ini atau tidak.
Pesan sudah terkirim tapi belum juga mendapat balasan dari Dion.
" Sayang... kamu mau nggak bantuin kak Sitha sama bibi bikin cemilan di dapur.." ajak Sitha menghibur noval.
" Cemilan apa kak... " jawab Noval memandang mata teduh Sitha.
" Cemilan apa yah... yang nggak bikin kita tambah gendut deh pokok nya, ayoo bi.. temani kita dulu biar rame yah bi... " ajak Sitha menarik tangan Noval dan bibi menuju ke dapur.
" Mau bikin apa non..." tanya bibi penasaran juga.
" Iya nih kak Sitha.. mau bikin makanan apa sih yang nggak bisa bikin gendut, " tambah Noval menimpali pertanyaan bibi.
" Bi.. ada jagung nggak sama sirup," tanya Sitha
" Ada non, sebentar bibi ambilkan " bi Asih menuju sebuah lemari yang tersimpan berbagai macam makanan.
" Ini non sirup nya dan jagung nya ada di lemari es non, " ujar bi Asih meletakkan sirup di atas meja dapur.
Kemudian Sitha mencari bahan bahan untuk membuat popcorn warna warni.
__ADS_1
Di temani Noval dan bi Asih Sitha membuat empat macam warna popcorn dari sirup masing masing.
Ada rasa strawberry, blueberry, nanas dan jeruk.
Noval terlihat sangat senang dan semangat membuat nya. Karena baru pertama kali ini Noval ikut terjun ke dapur membuat makanan.
Sebelum sebelumnya jika Noval ingin membantu bibi memasak, selalu tidak di perbolehkan oleh bibi karena takut Dion akan marah.
Tapi kali ini karena tidak ada Dion membuat Noval sedikit merasa bebas karena bisa melakukan hal yang ingin di buat nya.
*
Sementara Sitha dan Noval sedang asyik di dapur dengan kegiatan mereka,
Handphone Sitha yang tertinggal di ruang tengah berdering menandakan ada panggilan masuk.
Namun karena mereka semua sedang asyik di dapur dan tidak mendengar ada panggilan masuk membuat ponsel itu terabaikan walaupun telah berdering puluhan kali.
" Dimana Sitha, kenapa tidak menjawab panggilan ku. " batin Dion yang baru sampai di Palembang saat ini.
Kemudian Dion dan Dimas menuju sebuah hotel tempat nya untuk beristirahat selama mereka ada di sini.
*
" Oke, ayooo Noval bibi... kita cicipi popcorn warna warni buatan kita,, "
Mereka semua menuju ruang tv untuk menonton film dan tak lupa membawa cemilan hasil karya mereka.
Tak berapa lama setelah menonton dan cemilan habis Noval pun di landa kantuk,
" Kak... Noval ngantuk, " ucap Noval.
" Sudah ngantuk yah sayang.. tapi sebelum tidur Noval gosok gigi dulu ya,, " ujar Sitha kemudian mengantar Noval menuju kamarnya.
" Kak Sitha tidur di sini kan bareng Noval... " ucap Noval ketika sudah selesai menggosok gigi dan bersiap untuk tidur.
" Tentu sayang... kakak akan tidur di sini nemenin Noval, " ujar Sitha seraya menyelimuti tubuh Noval.
" Noval mau kak Sitha ceritain dongeng...? " ujar Sitha duduk di samping tempat tidur Noval.
" Mau kak ... " jawab Noval menyetujui nya.
__ADS_1
Kemudian Sitha menceritakan dongeng sampai tak terasa Noval sudah tertidur dengan pulas.
" Semoga mimpi indah Noval..." ujar Sitha mencium kening Noval.
Sitha pun keluar menuju kamarnya untuk berganti baju tidur.
" Lho dimana ponsel ku, " ujar Sitha mencari benda pipih itu di saku baju tidur nya.
Kemudian dia menuju ke dapur dan berhenti di ruang tengah ketika melihat ponsel nya tergeletak di atas meja.
" Astaghfirullah.... ada banyak sekali panggilan masuk dari pak Dion..! bagaimana ini, aku sampai tidak mendengar nya. Pasti saat aku sedang di dapur tadi... " gumam Sitha ketika melihat ada banyak sekali panggilan dari Dion.
" Maaf pak Dion.. tadi saya tidak mengetahui ada panggilan dari anda, " Sitha pun memberanikan mengirimkan pesan kepada Dion.
Tak berapa lama pesan pun di baca oleh Dion, dan dion langsung melakukan panggilan Vidio call kepada Sitha
Sitha yang tidak siap untuk menerima panggilan dari Dion pun di landa rasa gugup
" Assalamualaikum pak Dion.. " sapa Sitha terlebih dahulu
" Wa'alaikum salam, Sitha... kenapa wajah kamu tidak terlihat " ujar Dion di seberang sana mengamati ponsel nya yang di penuhi layar gelap.
" I - iya pak Dion, " tampil lah wajah Sitha yang cantik memenuhi layar ponsel Dion.
Sejenak Dion terkesima dengan wajah itu ketika muncul memenuhi ponsel nya.
" Oh ya Sitha.. kenapa kamu tidak menerima panggilan dari saya, bukan kah sebelumnya kamu telah mengirimkan pesan kepada saya. " ujar Dion tersadar setelah beberapa saat terdiam karena dengan tidak sengaja telah mengagumi Sitha dalam hati nya.
Sitha pun merasakan hal yang sama ketika melihat Dion berada di depan mata nya, walaupun hanya lewat ponsel tetapi sukses membuat hati Sitha berdesir tidak karuan karena memandang mata elang Dion.
Sitha pun kemudian menceritakan yang terjadi kenapa dia mengirimkan pesan kepada Dion dan kenapa dia juga tidak menerima panggilan dari nya.
" Sekarang dimana anak saya, " tanya dion kepada Sitha
" Alhamdulillah Noval sudah tidur pak, akan saya tunjukkan,, " ujar Sitha melangkah menuju kamar Noval
Sitha pun mengarah kan ponsel nya ke Noval agar Dion bisa melihat wajah sang anak yang sedang tertidur pulas itu
" Baikalah... tolong jaga Noval dengan baik, sampaikan maaf saya pada nya karena tidak sempat berpamitan ketika saya berangkat, " ujar Dion ketika telah melihat Noval terlelap.
Ada rasa bersalah juga rindu pada hati nya karena tidak sempat berpamitan ketika dia berangkat ke Palembang hari ini, sebab jadwal di maju kan dan Dion harus cepat sampai ke tempat tujuan.
__ADS_1
Noval pun saat itu masih di sekolah dan belum pulang, sehingga Dion menyuruh supir pribadi nya untuk menjemput Noval dan Sitha ketika dia akan berangkat.