
Tak berselang lama setelah kepergian Friska ke toilet terdengar suara ribut ribut dari arah depan.
Dari suaranya Dion tahu betul kalau itu adalah Friska.
" Kau dengarkan itu .. apakah itu suara Friska? " tanya Dimas pada Dion.
" Ya, coba sana kau lihat, ada apa dengan nya." perintah Dion.
" Tidak mau, kau saja sana " timpal Dimas
Dion memicingkan sebelah mata nya yang tajam.
" Kau tidak lihat,, aku sedang makan. Lagi pula ini di luar jam kantor, jadi saat ini kau bukan bos ku. " jawab Dimas memulai makan terlebih dahulu.
" Awas saja kau." batin Dion jengkel dengan sikap sahabat nya itu.
Lalu Dion meninggalkan meja nya dan menuju asal suara ribut ribut tadi.
" Ada apa ini .." tanya Dion setibanya di depan Friska.
" Kak Dion... lihat ini. Baju ku kotor dan basah gara gara wanita ini, " ujar Friska memperlihat kan bagian baju nya yang basah.
" Maaf.. tapi saya tidak sengaja menumpahkan minuman itu.. " jawab wanita tersebut membalikkan badan mengikuti asal suara laki laki yang berdiri di belakang nya.
Seketika Dion melihat ke arah wanita itu juga.
Dalam waktu beberapa detik mereka saling memandang, membuat Friska bertambah geram.
" Heeyyy...... apa kamu bilang..?! tidak sengaja. apa kamu tidak punya mata hah. Tidak bisa melihat aku sebesar ini berdiri di depan kamu..!! " jawab Friska dengan nada yang tinggi karena bajunya yang basah.
Friska berdiri di samping Dion dan merangkul lengannya.
" Ayo kak, cepat suruh dia ganti rugi." rajuk Friska.
" Bu guru Sitha...." tiba tiba terdengar suara Noval yang ingin menyusul ayah nya.
Dion pun memandang sekilas Sitha dan baru ingat ternyata wanita di depannya itu adalah guru di sekolah Noval yang amat Noval sayangi.
Pantas saja ketika melihat Sitha tadi dia seperti pernah bertemu dengan wanita itu.
Dia pun pernah sekali mengantarkan nya pulang bersama Noval juga Friska saat itu.
" Bu Sitha di sini juga...? "
__ADS_1
" Iya Noval.." jawab Sitha tersenyum menjawab Noval.
" Bu Sitha mau makan malam di sini juga yah... waahhh kebetulan Noval juga mau makan malam."
Sitha hanya mengangguk dan tersenyum kepada Noval.
" Ayah... boleh kan Bu Sitha duduk bersama kita, biar bisa makan malam sama sama dengan Noval yah.." pinta Noval pada Dion.
" Tidak usah sayang... ibu " belum selesai Sitha melanjutkan kata kata nya Dion pun menyela.
" Silahkan... ayah memperbolehkan nya. " seketika Friska yang berdiri di samping Dion pun membelalakkan mata nya.
" Kak Dion....." ucapnya manja pada Dion.
" Sudahlah aku yang akan mengganti baju mu dengan yang baru nanti. " ujar Dion.
Mendengar itu pun Friska setuju dan mengiyakan kemauan Dion.
Sementara Noval dengan gembira terus menarik tangan Sitha menuju meja yang dia dan ayah nya tempati tadi.
Sitha merasa tidak enak dan bingung, karena dia telah melakukan kesalahan pada orang yang dia tahu adalah Tante dari Noval, dan sekarang malah akan makan malam bersama.
" Ayo Bu Sitha duduk di sini yah.." ujar Noval mempersilahkan sitha untuk duduk.
Lalu dengan sigap dia berdiri dan mempersilahkan sitha untuk duduk.
" Oh ya silahkan, silahkan.. " ujar Dimas mempersilahkan Sitha duduk di antara dirinya dan Noval.
" Terimakasih.." ucap Sitha menganggukkan kepalanya kepada Dimas.
Dion yang saat itu sudah berdiri di belakang mereka pun hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah sahabat nya itu.
Kalau tentang wanita memang sahabat nya itu akan selalu bersikap sok manis.
" Sepertinya kita pernah bertemu,, tapi dimana yah,? " ujar Dimas mengingat ingat dimana dia pernah bertemu dengan wanita itu.
" Om Dimas lupa ya.. Om kan pernah jemput aku waktu pulang sekolah di rumah Bu Sitha om.." Celetuk Noval.
" Ohh.... iya iya kamu gurunya Noval yang cantik itu kan .? " ujar Dimas tersenyum lebar ke arah sitha ketika mengingat pertemuan pertamanya dengan sitha.
Seketika Dion memicingkan sebelah matanya kearah Dimas.
" Oh iya Dion.. aku lupa memberi tahu mu, kemarin waktu aku menjemput noval ternyata dia sedang di rumah guru nya ini, " ucap Dimas ketika menyadari tatapan Dion yang menunjukkan pertanyaan.
__ADS_1
" Aku lupa siapa nama anda.." sambung Dimas lagi.
" Saya Sitha ka , " jawab Sitha tersenyum dan mengangguk kan kepala nya pada Dimas.
" Ohh.. ya Sitha, maaf saya lupa nama kamu.. perkenalkan lagi.. saya Dimas " ucapnya seraya mengulur kan tangan nya pada Sitha.
Sitha pun menerima uluran tangan Dimas.
" Sekali lagi maaf kan saya mbak Friska.. saya benar benar tidak sengaja menumpah kan minuman tadi ke baju anda.." ujar Sitha meminta maaf yang kesekian kali nya pada Friska yang duduk bersebelahan dengan Dion.
" Ya. " jawab Friska malas Dengan tatapan yang tidak bersahabat.
Ketika tadi sitha sedang menunggu teman nya yang sudah janjian akan makan malam di tempat ini, tetapi kemudian teman nya mendadak memberi kabar kalau dia tidak bisa datang.
Karena merasa haus setelah menunggu terlalu lama Sitha akhirnya pergi memesan minuman.
Ketika telah mendapat minuman nya Sitha berbalik dan bertabrakan dengan Friska.
Dan mengakibat kan baju Friska basah walau pun tidak terlalu banyak minuman yang tumpah mengenai baju nya.
Friska hanya melirik sinis menanggapi permintaan maaf Sitha.
" Oh... nggak apa apa kok santai aja lagi, cuma kesiram minuman gitu doang,, " ucap Dimas mewakili Friska tanpa di minta oleh nya.
Lagi lagi Friska di buat kesal oleh Dimas.
" Apa kamu bilang..!" tanya nya geram.
Dion pun terbatuk sekali untuk memberi kan isyarat pada Friska supaya tidak berbuat onar di depan Noval.
Friska yang mengetahui isyarat itu pun hanya bisa menahan amarah di hati nya pada wanita yang sedang duduk di depan nya tersebut.
" Kalau tidak ada Dion di samping ku saat ini, sudah aku guyur wajah nya yang sok polos itu dengan jus jeruk ini." batin Friska kesal ketika akan meminum jus jeruk nya yang berada di tangan.
" Oh ya.. silahkan anda mau makan apa, kebetulan saya memesan makanan banyak tadi untuk kami, atau mungkin anda mau pesan makanan yang lain..? " tawar Dimas menawarkan berbagai makanan yang terhidang di atas meja kepada sitha.
" Ohh.. tidak trimakasih banyak sebelumnya,, tapi saya minta maaf sepertinya saya tidak bisa makan bersama di sini.." ujar Sitha.
" Tidak usah sungkan sungkan begitu Sitha.. makan lah dulu ini,, " Dimas menyodorkan spaghetti dan steak di depan Sitha.
Sitha hanya memandang makanan itu dengan tidak enak hati karena Friska sepertinya masih marah pada nya.
" Ayoo Bu Sitha.. makan lah, Noval senang malam ini bisa makan bareng sama ibu.." ucap Noval manja merangkul tangan sang ibu guru.
__ADS_1
" Ya... silahkan makan malam lah bersama kami sebagai tanda terimakasih saya karena anda telah sabar mendidik anak saya di sekolah,, " akhir nya Dion membuka suara dan Sitha akhirnya menurut juga.