
...Warning !! ...
Area 18+
Harap bijak dalam membaca ya gaes...
**
...Tidak ada jawaban apapun dari Sitha, ia sungguh seperti membeku menatap Dion dalam diam...
...Dion pun telah menempelkan kening nya pada kening milik Sitha , membuat gadis itu seketika memejamkan matanya menikmati hembusan nafas suaminya itu yang menerpa wajah nya dan baru pertama kali dirinya rasa kan itu...
...Sitha merasakan suhu tubuh nya seketika naik, panas dingin dan detak jantung nya kembali tidak beraturan...
...Namun aneh nya ada rasa nyaman di balik itu...
...Hingga tiba-tiba ia merasakan benda kenyal yang terasa hangat menempel di bibirnya nya saat ini membuat gadis itu kembali membuka kedua matanya, merasakan sensasi yang baru pertama kali dirinya rasakan ...
...Bibir Dion telah menempel di bibir Sitha tanpa jarak, dan Dion bisa merasakan bahwa ini adalah ciuman yang pertama untuk Sitha...
...Karena gadis itu terasa kaku dan tegang saat ini, Dion mengecup nya cukup lama hingga merasa cukup mulailah lidah nya ia julur kan untuk menyapu setiap sudut bibir Sitha yang rapat itu...
...Perlahan namun pasti dobrakan dari lidah Dion semakin menuntut untuk masuk lebih jauh hingga berhasil memasuki bibir lawan dan mengabsen setiap sudut nya...
...Sitha memejamkan kedua matanya saat Dion dengan lihainya memainkan lidah nya di dalam sana...
...Menyesap nya, menarik nya dengan lembut dan membuat dirinya seakan terbang sekaligus merasa pusing dalam waktu yang bersamaan ...
...Dion menghentikan kegiatan nya sejenak lalu menjauhkan wajah nya sedikit dari Sitha agar gadis itu bisa bernafas terlebih dulu...
...Sudut bibirnya tersenyum samar saat melihat istrinya itu seperti tak berdaya dengan nafas yang terlihat naik turun dan wajahnya yang memerah...
..." Apa kau tidak marah ? " tanya Dion dengan lembut seraya mengusap bibir Sitha dengan jemari nya dan terlihat bibir itu sedikit bengkak karena ulah nya...
...Sitha menggelengkan kepalanya pelan...
" Kau adalah suami ku, dan telah mempunyai hak atas diriku mas.. " jawab Sitha lirih, walaupun ia merasa tegang, gugup dan malu pada saat bersama'an saat ini, akan tetapi ia menyadari bahwa dirinya adalah milik sang suami sepenuhnya
...Tidak dapat di pungkiri, Sitha pun menginginkan nya bahkan berharap cukup lama saat malam pertama ia telah menjadi istri dari Dion pada waktu itu ...
__ADS_1
...Namun keinginan itu hanya bisa ia simpan sendiri di hati nya ketika menyadari mungkin Dion tidak akan pernah memiliki perasaan apapun terhadap dirinya...
...Dan sebagai seorang wanita ia pun cukup tahu diri dan malu jika harus mengungkapkan perasaan nya terlebih dahulu pada lelaki yang telah berhasil menduduki hati nya itu...
...Mendengar jawaban tersebut seketika membuat hati Dion bersorak gembira...
...Ia kembali memagut bibir istri nya itu lebih dalam, dan dapat Sitha rasakan kali ini ciuman yang Dion berikan semakin panas dan sedikit kasar daripada ciuman sebelum nya...
...Sitha sedikit mengeluarkan suara kecilnya saat Dion menggigit kecil bibir bawah nya sebelum akhirnya ciuman itu beralih ke arah bawah lagi menuju leher jenjangnya...
...Sitha merasakan tubuhnya seketika saja seperti tersengat aliran listrik dan tangan nya reflek mencengkram rambut hitam Dion yang saat ini telah berada di atasnya dan menguasai tubuhnya...
...Dion sedikit menyeringai ketika menyadari Sitha telah menikmati gigitan-gigitan kecil yang ia berikan pada leher sexy nya tersebut...
...Tangan Dion pun tidak tinggal diam, jemarinya dengan lihai mencari sesuatu di balik piyama kuning milik istrinya itu...
...Hingga ia menemukan yang dirinya cari dan mengusapnya dengan perlahan dan lembut...
...Walaupun ia belum melepas kancing piyama tersebut tapi Dion sudah bisa merasakan ukuran nya dari luar kain tipis itu, mungil dan padat saat tersentuh oleh nya...
...Sitha memejamkan kedua matanya seraya menggigit bibir bawahnya ketika jemari Dion bermain secara bergantian kesana kemari di bagian dadanya...
" Sayang.. apakah jika nanti kau bersuara ayah dan ibu mu tidak akan mendengar nya ? " lirih Dion menatap Sitha yang terlihat menggigit bibir bawahnya sementara jemarinya tidak berhenti melakukan tugas nya
" Em.. kamar ku tidak kedap suara mas, " jawab Sitha lirih
...Ia pun cukup ragu dan takut jika suaranya terdengar sampai ke luar apalagi jika sampai kedua orang tuanya mendengar nya...
" Baiklah, kalau begitu kita lanjutkan esok di rumah, aku takut jika aku melakukan nya sekarang kamu akan menjerit dengan keras sayang... " ujar Dion kembali mengecup bibir Sitha sekilas
...Keduanya saling tatap, entah tatapan apa yang mereka saling ungkapkan dalam tatapan tersebut...
...Di sisi lain Sitha merasakan sedikit rasa kecewa dan kelegaan secara bersamaan, karena bagaimana pun juga ini adalah yang pertama untuk dirinya...
Rasa takut pasti ada, tapi belaian sang suami sungguh membuat nya ingin merasakan lebih
...Di sisi lain Dion pun tengah meredam hasrat nya yang telah menggebu ketika tempat dan situasi nya yang menurut nya tidak mendukung untuk melakukan hal itu untuk yang pertama bagi keduanya...
" Apakah kamu kecewa, " lirih Dion seraya mengecup lembut bibir Sitha kembali
__ADS_1
Sitha menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum lembut
" Tidak mas.. " jawab Sitha
...Namun perlahan namun pasti gerakan jemari Dion membuka satu persatu kancing piyama milik Sitha membuat gadis itu menatap nya dengan penuh tanda tanya...
" Mas... " lirih Sitha
" Setidaknya aku akan melakukan yang tidak akan membuatmu menjerit dengan keras malam ini Sitha.. " ujar Dion menyeringai membuat Sitha kembali merasa gugup
...Satu persatu kancing itu mulai terlepas dan Dion menyibak kain itu hingga pemandangan yang sangat menggoda terpampang nyata di depan nya saat ini...
...Dion sampai menelan Saliva nya dengan susah payah ketika memandang bukit yang padat nan putih mulus tanpa cacat itu di hadapan nya...
...Dan itu sungguh membuat Sitha sangat malu dan langsung menutup nya dengan kedua telapak tangan nya...
" Sayang... " lirih Dion menatap mata Sitha dan perlahan menyingkirkan tangan itu agar tidak menghalangi aksinya nanti
" Aku, aku malu mas.. " ujar Sitha sungguh tidak bisa tergambarkan suasana hati nya saat ini
" Kenapa harus malu ? ini sangat indah sayang.. " ucap Dion tersenyum samar lalu membelai wajah Sitha turun ke leher dan berhenti di buah dadanya
...Dion sedikit merem asnya secara bergantian membuat Sitha melenguh nikmat...
...Hingga penutup terakhir berwarna hitam itu ia lepaskan hingga membuat nya bisa melihat dengan jelas betapa indah gunung kembar tersebut...
" Sayang.. aku sudah tidak tahan, aku ingin mencicipinya, " lirih Dion hingga tanpa menunggu lama lagi
Hap!!
...Ia seperti bayi besar yang sangat kehausan menji Lat, menye sap dan mengulumnya...
...Sementara tangan yang lain ia gunakan untuk membelai, meremas dan memijat-mijat bukit yang saat ini ia kuasai tersebut...
...Sementara Sitha kedua tangan nya semakin kuat mencengkram rambut Dion agar sebisa mungkin menahan suara nya agar tidak sampai mengeluarkan *******-******* yang mungkin akan membuat ayah dan ibu nya merasa terganggu...
***
***Semoga lulus review ya gaes.. 🤭🤭
__ADS_1
Ayo jangan lupa beri like dan comen kalian.. thank you...😘😘💪🙏***
... ...