Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
bab 22 Kangen Ayah


__ADS_3

Malam ini tidak seperti biasa nya, terasa sepi.


Setelah Noval selesai dengan makan malam nya dia lalu masuk ke kamar Dion dan tidur di sana.


Sitha pun menyusul nya setelah terlebih dulu berganti baju tidur di kamar nya sendiri.


Dia kemudian naik ke lantai atas untuk menemui Noval yang sejak tadi tidak keluar dari kamar Dion.


Sesampainya di depan pintu kamar Dion Sitha membuka pintu itu dengan perlahan, hanya lampu tidur temaram yang menyala di dalam kamar itu, membuat nya tidak begitu jelas melihat keberadaan Noval.


Sitha pun kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mendekati ranjang yang berukuran besar itu.


Dia pun dapat melihat dengan jelas Noval sedang tertidur pulas dan memeluk erat baju Dion.


Sitha pun duduk di tepi ranjang itu dan mengusap kepala Noval lembut.


" Ternyata kamu sudah tidur nak.. kamu pasti sudah sangat merindukan ayah mu,, " ujar Sitha lirih.


Ponsel Sitha yang masih berada di genggaman tangan nya berdenting, menandakan ada pesan masuk.

__ADS_1


Sitha pun membuka pesan itu yang ternyata pesan dari Dion yang menanyakan Noval.


" Apakah Noval sudah makan malam, sedang apa dia, " Dion.


Sitha kemudian mengambil gambar Noval yang tengah terlelap dan mengirim kan nya kepada Dion.


" Dia sudah makan malam pak, dan langsung tidur di sini, " Sitha


" Tidak biasa nya Noval tidur jam segini, " batin Dion membuka foto yang di kirimkan oleh Sitha, dia juga melihat Noval yang tengah terlelap memeluk kemeja nya di ranjang kamarnya.


" Ayah juga sangat merindukan kamu sayang.. " lirih Dion seraya tersenyum memandang gambar Noval.


" Maaf pak Dion.. sebenarnya tadi sore ibu Celin datang ke sini, tapi hanya sebentar dan mungkin Noval kecewa dengan nya, " tambah Sitha mengirimkan pesan nya lagi.


Kemudian dia memutuskan menelepon Sitha dan menyuruh nya menceritakan yang terjadi tadi sore.


" Jelaskan semua nya padaku " pinta Dion.


Sitha pun kemudian menceritakan dan tidak ada satupun yang terlewat dari kejadian yang dia lihat dan dengar tadi sore.

__ADS_1


" Sekali lagi tolong jaga dan rawat Noval untuk ku Sitha.. aku akan segera kembali. " ujar Dion lalu menutup telepon nya.


" Ada apa dengan muka mu itu, apa ada masalah? " tanya Dimas ketika melihat raut muka Dion yang memerah.


" Celin, dia datang ke rumah dan membuat Noval kecewa. " jawab Dion dingin.


" Huufftt.... aku heran, kenapa mereka itu tidak ada rasa empati kepada darah daging mereka sendiri, aku saja yang tidak ada hubungan darah dengan Noval bisa menyayangi nya dengan segenap jiwa dan ragaku, " ujar Dimas ikut emosi mendengar berita itu.


" Dim, cepat selesaikan pekerjaan di sini. kita harus segera pulang." ucap Dion kemudian.


Sejak saat itu Dion menjadi lebih sering berkomunikasi dengan Sitha.


Entah itu melalui chat atau telepon setiap hari mereka lakukan.


Seolah sudah menjadi teman, mereka pun saling memberi perhatian dan semangat masing2.


Siang ini sudah lewat jam untuk makan siang, tapi Dion belum juga memberi kabar pada Sitha.


Biasa nya jika waktu makan siang Dion selalu mengabari nya terlebih dulu.

__ADS_1


" Kenapa pak Dion belum menghubungi aku yah.. ? ini kan udah lewat waktu makan siang sejak aku kirim foto Noval yang sedang makan,


biasa nya dia cepat menanggapi.. " lirih Sitha melihat ponsel nya berulang kali.


__ADS_2