
Setelah menanyakan kepada dokter ternyata Sitha belum di perbolehkan untuk pulang.
Karena hasil pemeriksaan untuk memastikan tidak ada luka yang serius pada tubuh nya belum keluar.
Mendengar itu Sitha pun hanya bisa pasrah, karena itu untuk kebaikan dirinya.
Walaupun sebenarnya dia sudah merasa lebih baik tapi Sitha lebih memilih menuruti perintah dokter.
" Sitha, aku akan pulang terlebih dulu untuk menemui Noval, kamu tidak apa apa kan kalau aku tinggal sendiri di sini.. " ucap Dion.
Karena semalam dia menginap di rumah sakit untuk menunggu Sitha sadar, hingga saat ini Dion belum menemui putra nya itu.
" Silahkan pak Dion,, anda pasti sudah sangat merindukan putra bapak, saya tidak apa apa dan di sini juga banyak suster yang bisa menjaga saya.." ujar Sitha mengerti perasaan Dion saat ini. Lagi pula siapa dirinya yang akan berani menahan Dion untuk tetap tinggal,
Sitha tahu posisi nya.
" Kau benar Sitha.. aku selalu merindukan putra ku itu, dia adalah penyemangat hidup ku, dan aku sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepadamu karena kau sudah mau berkorban untuk menyelamatkan nya, " pandangan Dion menatap wajah Sitha lekat.
" Sudah tidak terhitung lagi ucapan terimakasih yang anda berikan kepada saya pak Dion.. apakah anda tidak bosan mengucapkan nya, ? "
ucap Sitha tersenyum membalas tatapan Dion.
Dion seolah menyelami bola mata yang teduh itu, dia menemukan kejujuran dan keikhlasan di sana. Beberapa detik mereka saling terpaku dalam pandangan mata dan berakhir Sitha memutus pandangan itu menatap ke arah lain karena jika terus terusan menatap mata elang Dion diri nya merasa ada getaran yang aneh dalam dadanya.
" Aku sungguh berhutang budi padamu Sitha, dan aku harap suatu saat aku bisa membalas budi baikmu ini. "
" Dan saya tidak mengharapkan anda untuk membalas budi karena perbuatan saya ini, sebab saya sungguh ikhlas melakukan nya.."
Sungguh Dion baru menjumpai wanita seperti Sitha. Kebanyakan wanita yang dirinya temui adalah wanita yang mengedepankan gengsi dan penampilan saja.
Sungguh berbeda dengan perempuan yang berada di depan nya saat ini.
__ADS_1
sederhana, cantik, dan ber etika.
**
Pukul empat sore Dion sudah sampai di kediaman nya. Kemudian dia memasuki rumahnya setelah memarkirkan mobilnya terlebih dulu di halaman yang cukup luas itu.
Rumah tampak sepi dan dia mencari keberadaan Noval.
Ketika sampai di depan pintu kamar Noval dia melihat pemandangan yang sangat menentramkan jiwa.
Noval dan bi Asih tengah berdoa setelah selesai melaksanakan sholat nya.
" Ya Alloh... tolong sembuhkan kak Sitha.. supaya kak Sitha bisa cepet pulang ketemu sama Noval lagi.. kak Sitha orang yang baik mau nyelamatin Noval.. jagain Noval, mau ngajarin Noval sholat juga, supaya bisa doa'in ayah supaya sehat selalu panjang umur dan rezeki nya lancar.. Noval sayang sama kak Sitha ya Alloh.. dan Noval juga udah kangen banget sama kakak.. tolong kabulkan doa Noval ya Alloh... amiinnn..."
" Amiinn.. " doa Noval pun di amin kan bi Asih dan Dion bersamaan.
Sontak bocah gembul tersebut menoleh ke belakang karena mendengar suara yang paling di kenalnya.
Dion pun mensejajarkan tubuhnya dgn Noval kemudian merentangkan kedua tangannya memeluk Noval dengan erat.
" Ayah kangen banget sama anak ayah yang pintar ini... " ucap Dion memeluk hangat sang putra dan menciumi wajah nya.
" Noval juga kangen sama ayah.. oh iya yah, kak Sitha nya mana ,? " ujar Noval mengurai pelukan nya dan mencari keberadaan Sitha di belakang sang ayah.
" Noval... kak Sitha masih di rumah sakit, dokter belum mengijinkan nya untuk pulang sayang..."
" Apa kak Sitha masih sakit yah.. "
" Em.. dia sudah sedikit baikan, tapi harus istirahat dulu di sana dan besok... baru di perbolehkan untuk pulang, " Dion bangkit kemudian menuntun Noval untuk duduk di tempat tidurnya.
Dion memandang sang putra dengan perasaan bangga sekaligus terharu di usia nya yang masih kecil dia mau belajar dan melaksanakan sholat.
__ADS_1
" Noval habis sholat ? " Dion mengusap kedua pipi sang putra.
" Iya yah.. kata kak Sitha sholat itu bisa menenangkan hati, dan jika kita menginginkan sesuatu.. dengan sholat dan berdoa, Alloh akan mengabulkan keinginan kita.. " ucap Noval bersemangat.
" Kak Sitha yang ngajarin Noval sholat ? " novalpun mengangguk
" Apa yang Noval minta jika sedang berdoa.. "
" Noval minta sama Alloh supaya ayah selalu di berikan kesehatan, rejeki nya banyak dan terpenting... selalu sayang sama Noval dan semoga ayah selalu di beri kebahagiaan.." ucap Noval dengan gaya ciri khas anak kecil, kemudian mata kecil yang bersinar itu memandang Dion dengan lekat.
Hati Dion merasa sangat tersentuh dengan kata kata Noval itu. Kemudian dia meraih tubuh Noval dalam pelukan nya lagi, mencurahkan semua kasih sayang nya kepada sang putra.
" Kebahagiaan ayah adalah kamu Noval.. berada di samping Noval adalah kebahagiaan yang tidak dapat di ukur oleh apapun, dan rasa sayang ayah pada Noval tidak akan pernah pudar sampai kapan pun itu." Dion mengecup kepala sang putra berkali kali tanpa melepaskan pelukannya.
" Terimakasih ayah... karena sudah sayang sama Noval, oh iya tadi juga Noval berdo'a supaya kak Sitha cepet sembuh dan bisa bermain sama Noval lagi.. "
" Amin sayang aminn... semoga doa Noval di kabulkan Alloh,, "
" Aminn.. " noval mengusap wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
Dion tersenyum melihat nya.
" Sekarang... karena ini sudah sore, dan ayah belum mandi dari kemarin, ayah akan pergi mandi dulu karena rasanya sudah sangat lengket. dan..... coba cium ini, " Dion menyodorkan ketiak nya pada hidung Noval untuk di cium.
Sontak Noval pun mundur untuk menghindari hidungnya mencium ketiak sang ayah yang belum mandi itu.
" Iiiihhh..... ayah jorok. Sana mandi dulu, ayah bau kecut... " ujar Noval menutup hidung nya dan berlari keluar kamar untuk bermain.
Dion pun tertawa melihat tingkah Noval itu.
Meskipun belum mandi Dion masih tetap wangi karena parfum yang selalu menempel di tubuhnya itu.
__ADS_1