
Tak terasa senja mulai datang menyapa, menikmati waktu bersama di alam bebas memang mengasyikkan.
Merekapun memutuskan untuk pulang ke kota setelah Dion berpamitan terlebih dulu kepada pak Dhe dan istrinya.
" Ayah.. siapa pak Dhe dan bu dhe tadi itu yah, ? " tanya Noval ingin tahu setelah mereka masuk dan mobil mulai meninggalkan tempat tersebut.
" Oh... mereka itu kerabat ayah, tugas mereka adalah menjaga rumah kayu itu dan lingkungan di sekitarnya, " Ucap Dion dengan tetap fokus mengemudikan mobilnya.
" Oh.. begitu,, Noval suka tempat itu yah, kapan- kapan boleh nggak kita ke sana lagi? "
" Tentu sayang.. setiap weekend kalau Noval ingin kesana juga boleh.. "
" Asyikkk... !! makasih ya yah,! oh ya.. kak Sitha, kakak suka nggak tempat yang tadi, " Novalpun bertanya pada Sitha yang duduk di belakangnya.
" Iya.. kakak juga suka kok, pemandangannya indah dan suasananya juga sejuk.. trimaksih pak Dion anda sudah mengajak saya turut serta jalan-jalan hari ini, " ujar Sitha.
" Hmm, iya sama-sama, " jawab Dion seraya melihat Sitha sekilas melalui kaca depan mobilnya.
Di setengah perjalanan mereka terdengar suara Adzan Maghrib yang mulai berkumandang.
Walaupun Dion mendengarnya tetapi ia terus melajukan mobilnya itu,
" Maaf pak Dion.. apakah perjalanan kita masih jauh ? " tanya Sitha memberanikan diri.
" Kurang lebih satu jam lagi kita sampai, kenapa Sitha ? " tanya Dion tetap fokus melihat ke depan.
" Maaf sebelumnya, kalau anda tidak keberatan bisakah kita berhenti dulu sebentar untuk sholat Maghrib, ? karena waktunya hanya satu jam, saya takut tidak sempat kalau harus menunggu sampai di rumah nanti, " ucap Sitha dengan hati-hati takut Dion akan marah atau menolak permintaan nya itu.
Dion pun hanya diam tidak menjawab ucapan Sitha, dan mobil masih melaju dengan cepat membuat Sitha merasa tidak enak kepada bos nya itu. Setelah beberapa menit kemudian mobil pun akhirnya berbelok dan menepi di halaman sebuah mushola sederhana.
" Turunlah, aku tidak menemukan masjid di sekitar sini tapi setidaknya kita menemukan musholla, " Ucap Dion melihat ke arah Sitha yang duduk di belakang setelah mematikan mesin mobilnya terlebih dulu.
" Terimaksih.. " Sitha pun menatap mata elang Dion yang tengah memandangnya seraya tersenyum. Setelah nya ia pun turun dan menuju tempat untuk berwudhu lalu kemudian masuk ke dalam musholla yang masih ada beberapa orang di dalam nya tengah menunaikan sholat.
__ADS_1
Dion memperhatikan nya dari dalam mobilnya yang tertutup rapat lalu beralih menatap Noval yang tengah tertidur di sampingnya.
" Aku fikir dia tidak mau berhenti tadi, orang diem aja, eh... nggak tau nya lagi nyari masjid ternyata. Maafkan hamba yang sempat su'udzon ini ya Alloh... " batin Sitha.
Sitha tidak juga menawarkan Dion untuk sholat bersama nya tadi, dia tidak ingin Dion merasa tersinggung, walaupun sebagai seorang muslim harus nya Dion sudah tahu bahwa melaksanakan sholat itu adalah wajib bagi umat islam.
Tapi biarlah jika Dion belum mau untuk melaksanakan nya, biarlah itu menjadi urusannya dengan Tuhannya.
Sitha hanya bisa berdoa semoga Dion dapat terketuk hatinya dan mau menjalankan kewajiban nya lagi. Karena menurut cerita Noval dulu Dion sangat rajin sholat, tapi semakin ke sini Noval tidak pernah melihat lagi ayahnya itu sholat.
Entah apa alasannya Sitha pun tidak tahu.
Setelah selesai Sitha pun kembali ke mobil dan mereka melanjutkan perjalanan yang masih lumayan jauh.
Di sepanjang perjalanan mereka pun di temani suara musik yang Dion nyalakan untuk mengusir rasa sepi.
Karena di landa kantuk Sitha pun akhirnya turut memejamkan mata menyusul Noval ke alam mimpi.
Dion yang menyadari Sitha terlelap pun terlihat tersenyum tipis memandangnya dari kaca depan mobilnya itu.
Beruntung mereka cepat sadar dan segera masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri dan segera beristirahat.
Malam ini Dion tidur bersama Noval di kamar nya setelah terlebih dulu membersihkan diri dan membuat kan susu hangat untuk putra nya itu.
" Ayo Noval, saatnya untuk tidur.." ajak Dion naik ke atas ranjang king size nya.
" Iya ayah... " jawab Noval setelah dirinya selesai menyikat gigi terlebih dulu.
" Noval.. ayah mau ngomong sama Noval boleh ? " ucap Dion seraya memeluk sang putra yang berada di sampingnya itu.
" Boleh yah.. ayah mau ngomong apa, " ujar Noval memandang manik mata sang ayah yang cantik menurut nya.
" Jadi gini sayang, kemarin waktu ayah akan pergi ke luar kota ayah meminta kak Sitha untuk nemenin Noval di sini sampai ayah pulang, dan sekarang ayah sudah pulang.. itu tandanya tugas kak Sitha di sini sudah selesai,, " Ucap Dion dengan hati-hati serta menatap lekat bola mata sang putra yang berada di pelukan nya saat ini.
__ADS_1
Noval mengerti maksud perkataan ayahnya itu bahwa kak Sitha besok akan kembali pulang ke rumah nya sendiri, karena sebelumnya Sitha pun sudah memberitahu pada Noval, akan tetapi Noval enggan menanggapi nya waktu itu karena sebenarnya ia masih ingin Sitha tetap berada di sini lebih lama lagi.
Kali ini Noval pun hanya diam saja tidak menjawab ucapan Dion bahkan bocah itu terlihat mulai cemberut mengerucutkan bibirnya, lalu Dionpun melanjutkan kata-katanya lagi.
" Kak Sitha masih akan tetap ke sini setiap harinya, karena tugas dia adalah menjadi guru Noval di rumah dan akan mengajari Noval belajar sampai Noval pintar, jadi Noval masih bisa ketemu dengan nya, oke.. " ucap Dion mencoba meyakinkan sang putra.
Meskipun berat akhirnya Novalpun menganggukkan kepalanya juga, membuat Dion merasa lega.
" Tapi ayah haru janji, ayah nggak boleh pulang terlalu malam lagi. " Ujar Noval masih dengan muka cemberut nya.
" Oke, mulai sekarang ayah akan berusaha untuk pulang lebih awal, jadi... sudah boleh kan kak Sitha pulang ? "
" Iya, " jawab Noval terdengar lirih
" Anak ayah yang ganteng ini memang pintar, sekarang udah dong nggak boleh cemberut lagi, kan sudah asik jalan-jalan tadi. " Ucap Dion kemudian menggelitik Noval dan akhirnya Novalpun tertawa lepas karena ulah sang ayah.
Sebenarnya Dion tahu kalau Noval masih berat untuk melepas Sitha pergi, tapi apalah daya Dion tidak punya alasan lagi untuk bisa menahan Sitha agar ia tetap tinggal.
**
Pagi-pagi sekali Dion sudah rapi dan bersiap akan berangkat ke kantor, ia pun menuruni tangga dan mencari keberadaan Sitha.
Orang yang di carinya ternyata tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi di dapur brsama bibi.
Karena sarapan pagi belum matang Dion pun meminta Sitha untuk membuatkannya susu coklat dan roti sebagai gantinya.
" Sitha.. " panggil Dion ketika Sitha sudah meletakkan susu coklat nya di atas meja dan akan kembali lagi ke dapur.
" Ya pak Dion, " Sitha pun berhenti dan berdiri tidak jauh dari tempat Dion duduk
Dionpun kemudian menceritakan perbincangan nya dengan Noval semalam dan sang putra sudah mau mengerti bahwa tugas Sitha untuk menemaninya di sini sudah selesai.
Dia juga meminta pada Sitha agar bisa membagi waktu nya untuk datang mengajar Noval di rumah, karena Dion tidak mengijinkan Noval untuk pergi ke sekolah nya lagi.
__ADS_1
Sitha pun menyetujui permintaan Dion karena selain ia sudah terlanjur sayang dengan Noval gaji yang Dion janjikan pun cukup besar, bisa untuk di tabungnya terlebih dulu sebelum ia melanjutkan lagi kuliah'nya.