Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 48 Pamit


__ADS_3

" Bapak itu seneng kalau di panggil kakek sama anak anak kecil nak Dion, karena cucu bapak jauh di luar provinsi dan jarang ke sini.. dan cucu bapak baru satu. " Ujar pak Ramli di tengah bincang-bincang nya dengan Dion.


" Hmm.. berapa putra bapak, " tanya Dion


" Anak bapak cuma dua nak, Sitha dan kakak laki-laki nya. Bapak cuma berharap semoga Sitha dapat segera bertemu dengan jodohnya, segera menikah dan memiliki anak. Selagi kami orang tua'nya masih sehat nak Dion. Seperti nak Dion ini.. masih muda sudah berumah tangga dan juga memiliki anak yang sangat tampan, pasti ayah dan ibu nak Dion sangat senang bisa melihat cucunya yang sudah besar ya nak.. " Ucap pak Ramli panjang lebar.


...Meskipun baru pertama kali bertemu dengan Dion tapi terlihat mereka berbincang dengan akrab, sebab Dion sangat menghormati dan menghargai orang yang lebih tua darinya, terlebih yang sedang berbincang dengan nya saat ini adalah orang tua Sitha....


" Ya.. tapi sayangnya kedua orang tua saya sudah tidak ada pak, mereka sudah meninggal dunia. Ibu saya meninggal saat saya masih di bangku SMP, sedangkan ayah saya meninggal ketika Noval baru berusia dua tahun. " Ujar Dion


" Oh, maafkan bapak nak Dion.. bapak tidak tahu kalau nak Dion sudah tidak memiliki orang tua, " ujar pak Ramli merasa tidak enak hati.


" Tidak apa-apa pak, bapak tidak perlu meminta maaf.. " Ucap Dion seraya tersenyum


...Sitha pun akhirnya muncul dengan membawakan minuman juga cemilan, di sana juga terdapat bolu dan kue yang ia beli bersama Dion di supermarket tadi....


...Sedangkan Noval tengah asyik bermain di halaman rumah Sitha....


" Silahkan minumnya pak Dion, bapak.. " ujar Sitha menyajikan minumnya di atas meja.


" Bapak.. ini Sitha bawakan juga kue bolu pisang kesukaan bapak, " imbuh Sitha.


Sitha menyajikan kue yang telah di potongnya dan di sajikan di atas piring.


...Pak Ramli pun sangat senang dengan perhatian yang di berikan anaknya tersebut....


...Tak terasa Dion pun tersenyum kecil melihat Sitha yang seperti anak kecil yang sedang bermanja dengan ayahnya....


...Waktu terasa begitu cepat, dan siang pun mulai berganti dengan waktu sore. Dion dan Noval pamit kepada kedua orang tua Sitha untuk pulang....


" Lho.. ko buru buru to nak Dion, Noval nya saja masih betah.. " Ucap Bu Nani ketika Dion pamit kepada nya.


" Ini sudah sore Bu.. takut nanti malah kemalaman di jalan. " ujar Dion


" Ayah.. nanti Noval bolehkan main kesini lagi, " Ujar Noval merasa enggan untuk pulang


" Tentu boleh... ayo sekarang Noval pamit dulu, "

__ADS_1


" Kakek, nenek.. kak Sitha yang cantik juga baik hati, Noval pulang dulu ya.. nanti kapan kapan bolehkan kalau Noval main ke sini lagi.. " ucap Noval mencium tangan mereka satu persatu


" Iya sayang.. kapan pun Noval mau kesini sangat boleh, pintu rumah ini terbuka lebar untuk Noval, " ujar Sitha memeluk dan mencium kening Noval. Kedua orang tua Sitha pun ikut tersenyum mendengarnya


" Terimakasih kak Sitha.. "


" Iya sayang.. kalau ayah sedang sibuk dan tidak bisa nganterin Noval ke sini biar kakak yang nanti akan ke rumah Noval.. " ujar Sitha


" Janji ya kak.. " Ucap Noval memberikan jari kelingking nya.


Sitha pun tersenyum lalu menyatukan jari kelingkingnya dengan Noval.


" Insya Allah... kakak janji sayang,, "


" Baiklah kalau begitu kami pamit dulu pak, Bu.." Pamit Dion kepada kedua orang tua Sitha


" Iya nak Dion, terimakasih telah mengantar Sitha pulang dan hati hati di jalan,, " Ucap pak Ramli .


" Iya pak sama sama, senang bisa bertemu dengan bapak semoga di lain kesempatan kita bisa bertemu lagi, "


" Aminn... "


" Sitha saya pamit, " ucap Dion. Pandangan merekapun bertemu seolah ada kata-kata yang lain yang ingin mereka ucapkan dari sorot mata mereka berdua.


" Iya pak Dion, hati hati di jalan dan trimakasih banyak untuk semuanya. Maafkan saya jika ada salah.. " Ucap Sitha. Dionpun tersenyum kecil mendengar nya


" Ya, jaga dirimu.. " ucapnya kemudian, setelah nya Dion melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Sitha dan masuk ke dalam mobilnya bersama Noval dan supir nya yang telah membawakan motor Sitha.


...Noval melambaikan tangan nya, Sitha pun membalasnya juga dengan kedua orang tua nya. Hingga mobil Dion hilang dari pandangan matanya barulah ia masuk ke dalam rumah....


**


" Aku udah kangen banget tidur di kamar ku ini. Aduh... nyamannya...." gumam Sitha merebahkan tubuhnya di atas kasur


...Setelah membersihkan diri dan sholat Maghrib, lama kelamaan Sitha merasa matanya begitu berat, dan tak menunggu lama akhirnya ia pun terlelap. Bu Nani mengetuk pintu kamar Sitha lalu memanggilnya berulang kali untuk segera makan malam, tapi karena tidak ada jawaban ia pun membuka pintu kamar dan melihat anak gadisnya itu tengah tertidur dengan nyenyak....


" Lho... Sitha, kamu udah tidur nak ? nggak makan malam dulu. Itu ibu udah masakin makanan kesukaan kamu lho Sitha... " Ucap Bu Nani mencoba membangunkan anaknya.

__ADS_1


" Nanti aja Bu... Sitha belum laper, sekarang Sitha mau tidur dulu... ngantuk..." gumam Sitha masih dengan memejamkan matanya lalu memeluk bantal guling nya dengan erat.


" Oh,, ya sudah ibu sama bapak makan duluan ya nanti kalau kamu udah laper bangun ya nak,, " Ucap Bu Nani


" Hmm .. iya Bu..." gumam Sitha pelan. Bu Nani pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak gadisnya itu


" Lho... Sitha nya mana Bu ? " tanya pak Ramli yang sudah duduk di meja makan


" Tidur pak.. "


" Jam segini sudah tidur dia Bu.. "


" Iya, mungkin kecapaian pak.. nanti kalau lapar juga bangun, " Ujar Bu Nani seraya melayani suaminya mengambilkan nasi juga lauk pauknya


" Ya sudah kalau begitu kita makan malam berdua saja ya Bu, " ucap pak Ramli


" iya pak.. " Sepasang suami istri itu akhirnya hanya makan malam berdua saja di ruang makan.


**


...Sementara itu di kediaman rumah Dion, makan malam pun terasa sangat sepi. Hanya ada Dion dan Noval yang tengah makan malam bersama....


" Yah.. nggak ada kak Sitha di sini rasanya sangat sepi ya yah.. " Celetuk Noval di tengah makan malam nya


" Nggak juga, biasanya juga kita hanya makan berdua saja.. " Ucap Dion kepada putranya itu


" Iya juga sih.. " Ucap Noval kemudian,


Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara keduanya hingga makan malam mereka selesai.


...Malam ini Noval ingin tidur bersama sang ayah di kamarnya, setelah ia berganti baju tidur lalu tidak lupa menggosok gigi terlebih dulu akhirnya Noval pun bergegas menuju kamar Dion....


...Karena belum mengantuk Novalpun menyalakan televisi di sana, sedangkan Dion tengah sibuk dengan laptopnya di atas tempat tidurnya....


" Ayah... " panggil Noval lirih


" Hmm ... " jawab Dion dengan jari jarinya yang masih sibuk mengetik.

__ADS_1


" Boleh nggak Noval telefon kak Sitha sebentar...... aja, " Dionpun menghentikan kegiatannya lalu menoleh menatap Noval yang tengah duduk di sampingnya


__ADS_2