
" Bismillah.. Lindungi lah aku tuhan,, aku tahu mas Dion adalah lelaki yang baik. Tidak mungkin ia akan menyakiti wanita lemah seperti ku, " batin Sitha seraya menggenggam erat ponsel yang berada di kedua tangan nya
" Bismillah.. " Sitha pun memantapkan hatinya kemudian mengetuk pintu kamar tersebut perlahan
Tok !
Tok !
" Masuk, " terdengar suara Dion dari arah dalam membuat Sitha yang mendengar nya reflek menggigit bibirnya sendiri
Gadis itu pun akhirnya mendorong pintu perlahan dengan menundukkan wajah nya
...Mendengar pintu kamar yang terbuka Dion pun mengalihkan pandangannya dari layar laptop nya. Meskipun tubuh nya belum begitu fit akan tetapi pekerjaan tidak bisa ia tinggalkan begitu saja...
...Ia menatap seorang gadis yang mengenakan pakaian tidur dan jilbab panjang yang hampir menutupi sebagian tubuh nya ...
...Dion sedikit merasa heran karena baru kali ini ia melihat Sitha menggunakan hijab sepanjang dan selebar itu. biasanya gadis itu hanya menggunakan hijab berukuran standar...
...Terlebih ini malam hari, biasanya ia akan menggunakan jilbab instan nya yang hanya sebatas bahu...
" Em.. Sitha, boleh saya meminta tolong.. " ucap Dion ketika Sitha masih berdiri di ambang pintu
" Minta tolong apa mas, " jawab Sitha memberanikan diri mengarahkan pandangan nya pada Dion yang tengah duduk bersandar di atas tempat tidurnya seraya memangku sebuah laptop
" Tolong buatkan coklat panas untuk ku, " ucap Dion
" Iya mas, " jawab Sitha seraya berbalik badan
" Kalau kau mau juga, buat saja dua gelas untuk kita . " Tambah Dion sebelum Sitha melangkah keluar menuju dapur
" Iya,, " lirih Sitha kemudian hendak melangkah kan kaki nya namun lagi-lagi Dion memanggilnya hingga membuat nya harus berbalik badan lagi
" Sitha, "
" Iya mas, "
" Bawakan juga beberapa cemilan.. "
__ADS_1
" Baiklah.. apa ada lagi yang kamu butuhkan mas ? " tanya Sitha memastikan, suara yang lembut seolah tidak lepas dari gadis cantik itu
" Sepertinya tidak. " Jawab Dion kembali dengan kesibukan nya
...Sitha pun akhirnya kembali menuruni anak tangga untuk membuatkan pesanan suami nya itu...
...Ia memutuskan untuk membuat dua gelas coklat panas untuk nya dan juga Dion ...
...Namun ketika ia sedang menyiapkan cemilan dan menunggu air yang ia masak mendidih tiba-tiba saja Sitha seperti mencium benda yang terbakar...
...Ia pun kemudian mencari dimana asal bau terbakar itu hingga akhirnya punggung nya merasakan hangat dan dirinya baru sadar bahwa hijab yang ia kenakan ujung nya telah terkena api dari kompor yang ia nyalakan...
...Seketika Sitha pun langsung panik lalu mencoba memadamkan api yang masih kecil itu di ujung hijab nya dengan mengibas ngibaskan nya...
...Namun bukan nya padam malah api itu terlihat semakin melebar mengikis jilbab nya hingga membuat Sitha menjerit cukup keras...
...Dion yang sedang menuruni tangga karena akan mengambil sesuatu yang tertinggal di bawah seketika mempercepat langkah nya ketika mendengar suara yang cukup gaduh dan jeritan dari arah dapur dimana istrinya berada...
...Sesampainya di dapur ia pun melihat Sitha yang sedang panik mengibaskan jilbab nya yang ujung nya telah terbakar api yang semakin membesar...
" Sitha.. ! " ucap Dion tidak kalah panik nya melihat keadaan itu
...Dion pun berbalik untuk mengecek dan menanyakan keadaan Sitha hingga ia belum sempat menanyakan nya gadis itu telah lari ke arah nya dan memeluk tubuh nya dengan begitu erat...
...Membuat Dion terbeku sesaat...
" Aku takut mas.. hiks ! " lirih sitha dan terdengar isakan kecil di sana
..." Sudah, kau tidak perlu takut. Api nya sudah padam. " jawab Dion membalas pelukan Sitha dan mengusap punggung istri nya itu perlahan agar merasa tenang dan lebih baik...
...Aroma vanilla yang lembut dan manis seketika menyeruak pada indera penciuman Dion tatkala dirinya memeluk gadis itu...
...Rambut Sitha yang panjang dan hitam pekat itu sungguh dapat di lihat nya dengan jelas kali ini...
...Biasanya Dion hanya bisa melihat wajah istri nya itu karena gadis itu selalu menutup rambutnya sekali pun berada di dalam rumah...
...Namun kali ini ia dapat secara langsung membelai dan mengusap rambut itu yang terasa lembut dengan tangan nya ...
__ADS_1
...Ketika di rasa gadis itu sudah cukup tenang, Dion pun melepaskan pelukan nya walaupun tidak dapat di pungkiri bahwa berada dalam pelukan gadis itu sungguh terasa nyaman...
..." Coba aku lihat apa ada bagian tubuh mu yang terluka, " ujar Dion menangkap wajah Sitha dan memandang mata yang ber embun itu dalam...
...Sitha menggelengkan kepala nya pelan...
" Tidak, hanya sedikit terasa perih di sini, " ucap nya, kemudian melihat telapak tangan nya sendiri yang ia gunakan untuk mematikan api itu memerah
...Dion melihat telapak tangan yang memerah itu lalu berbalik mematikan api yang masih menyala di kompor...
" Ikut aku. " Ujar nya kemudian menarik tangan Sitha menuju ke atas
" Duduklah, aku akan mengobati luka mu itu agar tidak melepuh. " ucap Dion melepaskan tangan gadis itu lalu membuka laci meja yang berada di kamar nya seraya mengobrak-abrik isi nya
" Sini, coba aku lihat. " kedua nya duduk di sofa pojok kamar Dion yang terang
" Biar aku saja mas yang mengobati nya, " ujar Sitha menarik tangan nya dari genggaman tangan Dion namun lelaki itu menahan nya dengan sorot mata tajam
^^^Membuat Sitha tidak berani menatap mata itu dan memilih menuruti apapun yang di ucapkan suami nya itu^^^
" Kau itu ! kenapa tidak kau lepas saja jilbab mu tadi dan melemparkannya. Akan sangat berbahaya jika terus di kibas-kibaskan seperti itu. Api nya akan semakin membesar dan membakar tubuh mu, " ujar Dion dengan geram namun terselip rasa khawatir yang dalam pada ucapan nya itu
...Sitha hanya diam mendengar ucapan suami nya itu tanpa berani untuk menjawabnya...
...Telapak tangan nya yang terasa panas itu perlahan berganti rasa dingin ketika Dion mengoles kan salep pada nya secara perlahan...
..." Ini akan segera membaik, " ujar Dion setelah mengoles semua luka yang terdapat di tangan Sitha tak terkecuali luka kecil tidak luput dari perhatian nya...
" Maafkan aku, seharusnya aku tidak menyuruh mu ke dapur tadi. " lirih Dion
" Tidak mas, aku yang harus meminta maaf karena kurang berhati-hati.. " ucap Sitha merasa tidak enak hati karena kejadian ini. Dirinya merasa begitu ceroboh
" Ya, kau seharusnya lebih berhati-hati lagi ketika berada di dapur dengan jilbab besar seperti itu. "
" Jilbab ! jilbab ku. " ujar Sitha kemudian panik ketika menyadari dirinya saat ini tanpa jilbab di hadapan Dion
***
__ADS_1
Jangan lupa beri dukungan untuk novel Bu guru Sitha ini ya gaes... 🙏😘💪 Akyu love kalian....🥰🥰🥰
^^^ ^^^