
Dion sedang memainkan ponsel nya dan senyum tipis terlihat menghiasi bibir nya.
Lalu dia meletakan benda pipih tersebut di meja ketika Dimas masuk dan membawa makanan pesanan nya dari luar.
" Ini makanan pesanan mu, " ujar Dimas meletakkan nya di atas meja Dion.
" Terimakasih... " ucap Dion
" Apah...?! bilang apa kamu barusan,??! " ujar Dimas duduk tegap dan memandang wajah Dion intens.
" Terimakasih, " jawab Dion.
" kenapa?? apa ada yang salah... " lanjut nya ketika melihat Dimas malah melongo memandang nya tanpa berkedip.
" Aku bertahun tahun bersahabat dengan mu sangat jarang mendengar kalimat baik itu dari mulut mu, apakah kamu sedang sakit boss,, ?? " tanya Dimas mendekat dan menempelkan tangan nya di kening Dion.
" Iiisssttt....!! apa apa'an kau ini. singkirkan tangan mu dari ku Dimas. " ujar Dion menghempaskan tangan Dimas dengan kasar.
" Aneh... padahal tidak panas, " ucap Dimas lalu duduk kembali.
" Aku hanya baru melihat hiburan, lihat ini. " Ujar Dion memperlihatkan ponsel nya pada Dimas.
__ADS_1
" Itu Sitha dan Noval bukan... mereka sedang jalan jalan, " kata Dimas
" Lihat sampai habis, " ujar Dion
Dimas pun menonton dan melihat adegan adu mulut Friska dengan Sitha, walaupun hanya sebentar tapi sudah membuat Dion cukup terhibur.
" My hanny ku memang the best.. " ujar Dimas tersenyum lebar dan meletakkan kembali ponsel Dion.
" Apa kamu bilang... " tanya Dion memasang muka serius melihat Dimas.
" Ya... my hanny,, kurasa aku menyukai nya.. " ujar Dimas sambil membuka bungkus makanan nya.
" Tidak bisa. " ucap Dion dan membuka bungkus makanan nya juga.
" Dia guru nya Noval Dimas, "
" Dan apa salah nya Dion ?? "
" Dia nggak pantas sama kamu yang playboy, dia anak baik baik, " ujar Dion
" Playboy juga bisa insyaf kalau udah ketemu sama jodoh nya yang udah cocok di hati.. " ucap Dimas percaya diri.
__ADS_1
" Jangan bilang.... kalau kamu menyukai nya juga...?? ayo cepat jawab dion, apakah kamu menyukai Sitha ... ?? " tanya Dimas mengintimidasi.
" Ko malah diem sih.. aduhhh... !! parah yah loe di, diva mau di taruh mana kalau loe suka sama Sitha, dan kalau diva pulang ke Indonesia pas loe udah pacaran sama Sitha nanti gimana Dion.....??!! aduhh aduhh gue nggak mau ya ikut campur masalah yang kaya ginian.. " ujar Dimas panjang lebar seolah tebakan nya benar.
" Eh.. loe ngomong apa sih dim, omongan loe udah kaya orang lagi teler tau nggak. " ucap Dion kesal.
" Teler gimana...??? orang gue lagi tanya apa beneran loe suka sama Sitha... itu sopir kan yang ngirim Vidio itu, dan atas perintah dari pak Dion Abraham kan...?? iya kan...??" ujar Dimas.
" Nggak ada salah nya gue nyuruh itu sopir biar bisa jagain anak gue .. " lanjut Dion
" Plus gebetan... " ujar Dimas
" Loe itu lama lama ngeselin yah. Gue pecat baru tahu rasa. " Ucap Dion tambah geram karena merasa di pojokan oleh Dimas
" Loh... ko elu marah sih, kalau elu marah berarti bener kalau elu suka sama Sitha... iya kan, " tunjuk Dimas pada Dion
" Nggak usah tunjuk tunjuk gue kaya gitu. " Ujar Dion dan melenggang pergi meninggalkan Dimas.
" Ehh loe mau kemana Dion... kalau elu emang bener suka sama Sitha gue dukung ko... beneran gue dukung, daripada loe sama si Diva yang nggak jelas itu... !! " teriak Dimas agar sahabat nya itu mendengar kata kata nya dengan jelas.
Sebenarnya dari sikap Dion menunjukkan kalau sepertinya dia tertarik dengan Sitha, tetapi karena sifat nya yang cuek membuat semua orang tidak menyadari nya. Hanya Dimas yang setiap saat bersama Dion yang tau gelagat sahabat nya itu jika ada sesuatu.
__ADS_1
Dan benar saja ketika dirinya bilang kalau dia menyukai Sitha Dion terlihat marah dan tidak suka dengan pernyataan Dimas.
Itu membuat Dimas yakin kalau Dion memang memiliki rasa pada Sitha.