
Sudah hampir tiga hari Dion berada di luar kota, dan selama itu juga dia dan Sitha selalu berkomunikasi pagi, siang, sore atau pun malam.
Karena Dion selalu menanyakan keadaan Noval setiap waktu.
Lusa rencananya Dion akan kembali dari pekerjaan nya.
Noval pun semenjak ada Sitha di rumah, dia menjadi rajin belajar dan ber ibadah.
Sehingga dia semakin pintar di sekolah nya.
Apalagi sebentar lagi Noval akan masuk ke sekolah dasar, kemauan nya untuk menjadi anak yang pintar sangat kuat tatkala di bimbing oleh Sitha.
" Kapan ayah akan pulang..? " rajuk Noval kepada Dion melalui sambungan ponsel nya.
" Segera sayang.. lusa ayah pasti sudah di rumah, " jawab Dion tersenyum melihat anak nya yang sedang cemberut.
" Jangan lupa oleh oleh nya yah.. " ujar Noval mengingat kan.
" Pasti, ayah tidak akan lupa.. " ucap Dion mengacungkan jempol nya.
**
Sore hari Sitha sedang membantu bibi menyiram bunga di halaman depan, sebuah mobil berwarna merah menyala masuk setelah di bukakan pintu gerbang oleh satpam.
Bi Asih sudah hapal siapa pemilik mobil itu, setelah mobil berhenti seorang wanita dengan baju sexy serta sepatu hak tinggi nya keluar dari mobil tersebut dengan anggun.
" Mirip sekali perempuan itu dengan Friska, " batin Sitha yang tengah memperhatikan wanita itu.
Buru buru bi Asih mendekati perempuan itu dan menyapa nya.
" Selamat sore nyonya.. apa kabar.. ? " ujar bibi ramah.
" Sore juga bi, kabar saya baik. " ucap wanita itu
" Silahkan nyonya.. " bibi mempersilah kan nya untuk masuk.
" Dimana Noval dan Dion bi.. ? " tanya wanita itu.
" Sebentar nyonya, den Noval sedang di kamar nya.. " bibi pun menuju kamar Noval.
" Mamah.... ??? " teriak Noval lalu berlari memeluk ibu nya.
__ADS_1
" Noval... sayang, apa kabar kamu nak, ? " ucap Celin ibu dari Noval seraya memeluk dan menciumi wajah anak nya.
" Noval kangen sama mama.. " ujar Noval melepaskan pelukannya dan memandang wajah sang ibu.
" Mamah juga kangen banget sama kamu sayang .. oh ya ini mamah bawain mainan dan cemilan banyak buat kamu.. " ucap Celin dan memperlihat kan bawaan nya.
" Waahh... banyak banget, makasih ya mah,, " ucap Noval membuka satu persatu bungkusan itu.
" Oh iya bi, apa Dion masih di luar kota, " tanya Celin ketika bibi meletakkan minuman di atas meja untuk nya.
" Masih nyonya.. "
" Kapan dia akan pulang, "
" Mungkin, kalau tidak salah lusa nyah.. " jawab bibi
" Noval.. kamu ikut ke rumah mamah dulu sekarang yah, ayah Dion kan masih di luar kota, " ujar Celin memperhatikan Noval yang sedang memakan cemilan dari nya.
" Sekarang mah.. ? "
" iya.. "
" Enggak ah... Noval mau di sini ajah sama kak Sitha.. " tolak Noval
" Bu guru aku mah, "
" Bu guru.. ?? "
" Sebentar nyah.. saya panggilkan dulu non Sitha nya.. " ujar bibi kemudian memanggil Sitha yang tengah menyiram bunga di halaman.
" Selamat sore nyonya... perkenalkan saya Sitha, " ucap Sitha memperkenalkan diri.
Celin menatap Sitha dari bawah sampai atas dan menatap wajah Sitha yang berjilbab.
" Apakah benar kamu guru nya Noval, " tanya Celin.
" Benar nyonya.. saya guru Noval di taman kanak kanak, pak Dion menyuruh saya untuk menemani dan menjaga Noval di sini selama beliau berada di luar kota.. " ujar Sitha menjelaskan
" Masih muda dan cantik, Dion biasa nya paling susah untuk menerima orang baru, tapi kenapa dengan nya dia begitu percaya, " batin Celin bertanya tanya.
" Baiklah, saya harap kamu bisa menjaga kepercayaan mantan adik ipar saya, Dion. " ujar Celin
__ADS_1
" Insya Alloh nyonya, " jawab Sitha
" Jadi Noval... apakah kamu akan ikut sama mamah sekarang atau tetap di sini, " tanya Celin kepada Noval.
" Di sini mah.. " jawab Noval.
" Baiklah kalau begitu mamah pergi dulu, ada urusan. . " ujar Celin meraih tas nya yang berada di atas meja.
" Loh.. mamah mau pergi sekarang? mamah kan baru aja sampe.. " ujar Noval menghentikan makan nya.
" Iya sayang... mamah ada urusan pekerjaan yang penting sekarng, " ucap Celin berdiri dari duduk nya.
" Mamah jahat..! mamah nggak sayang sama Noval.. ! kata nya mamah kangen. Tapi udah mau pergi ajah.. ! " ujar Noval berteriak dan berlari menuju kamar nya lalu menutup pintu dan di kuncinya dari dalam.
" Novalll..... mamah sayang sama Noval, tadi kan Noval sendiri yang nggak mau ikut mamah.. " ujar Celin melangkah menuju kamar Noval.
" Noval kan milih di sini.. jadi mamah akan pergi dulu, mamah juga kan harus bekerja sayang.... " ucap Celin mengetuk pintu kamar Noval yang telah di kunci.
Namun hening.. Noval tidak menjawab ataupun membuka pintu nya.
" Ya udah mamah pergi dulu ya sayang... udah telat soal nya, kamu jangan nakal nakal di sini yah.. nanti mamah bawain cemilan dan mainan yang banyak lagi buat kamu, " ujar Celin dari balik pintu lalu melangkah mendekati Sitha dan juga bi Asih yang sedari tadi berdiri tak jauh dari situ.
" Saya titip anak saya sama kalian yah.. saya harus pergi dulu sekarang, " ujar Celin menatap Sitha dan bibi kemudian melangkah pergi.
Setelah kepergian Celin, Sitha dan bibi langsung menuju kamar Noval lalu mengetuk pintu kamar itu dengan pelan, berharap Noval mau membuka nya.
" Den Noval... sayang,, ini bibi sama kak Sitha den,, ayo buka pintu nya den Noval.. " ujar bibi di balik pintu.
" Iya sayang... anak pinter.. ayo buka pintu nya, ini kakak Noval" ucap Sitha kemudian.
" Ceklekk " suara kunci di buka dari dalam oleh Noval.
Bibi dan Sitha pun perlahan masuk ke dalam dan mendapati Noval sedang menangis di pojokan dengan lutut menutupi wajah nya.
" Sayang... Noval,, " ujar Sitha dan duduk di samping Noval lalu memeluk nya dengan sayang.
Bibi pun ikut duduk di lantai dan ikut bersedih ketika melihat Noval menangis seperti itu.
" Mamah nggak sayang sama Noval kak.. " ucap Noval di tengah isakan tangis nya.
" Udah sayang... udah, nggak boleh nangis lagi nak.. hapus air mata Noval.. " Sitha pun ikut merasakan kesedihan Noval tatkala bocah itu menangis dalam pelukan nya.
__ADS_1
" Iya den... den Noval nggak boleh nangis, di sini ada non Sitha, juga bibi yang sayang sama den Noval... dan nggak lama lagi lusa ayah juga akan segera pulang den..." ujar bi Asih mengelus kepala Noval.