
...Sore ini Dion baru kembali ke ruangan nya setelah selesai melakukan meeting nya bersama klien di luar...
...Baru saja ia duduk di kursi nya seorang karyawan terdengar mengetuk pintu ruangan nya kembali'...
" Masuk. " perintah Dion seraya menyenderkan tubuhnya
" Maaf pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak, " ujar sang karyawan wanita tersebut setelah membuka pintu
" Tamu ? tapi saya tidak ada janji dengan siapa pun sekarang. " ujar Dion dengan sedikit mengerut kan kening nya
" Aku tidak perlu membuat janji terlebih dulu jika ingin bertemu dengan mu kan sayang.. ? "
...Dion pun menatap dengan tajam suara yang sangat di kenal nya itu, dimana seorang wanita cantik nan seksi menerobos masuk ke dalam ruangan nya ...
" Kau boleh pergi, " ujar Dion pada sang karyawan
...Karyawan wanita itu pun menganggukkan kepalanya dengan hormat kemudian berlalu dari hadapan Dion...
" Aku sudah menunggu kamu begitu lama lho sayang.. aku kangen, " ujar Diva dengan suara manja nya seraya menghampiri Dion
" Ada apa kamu kesini lagi Diva, " tanya Dion dengan dingin
" Kok kamu malah tanya begitu sih sayang, ya jelas aku ke sini karena kangen sama kamu lah... " jawab Diva lebih mendekati Dion dan akan duduk di pangkuan nya
...Namun Dion dengan segera bangkit dari duduknya menjauh dari Diva dengan tatapan tajam nya yang tidak berubah sedikit pun ...
..." Diva, tolong... apa penjelasan ku kemarin tidak cukup untuk mu, " ujar Dion berjalan ke arah jendela besar yang berada di ruangan nya seraya melihat pemandangan kota dari atas sana ...
" Kembali lah, aku sedang banyak pekerjaan. " lanjut nya
...Kembali Diva menghampiri Dion dan memeluk tubuh gagah itu dari belakang...
" Enggak Di, enggak.. aku nggak mau hubungan kita selesai. Bertahun tahun kita telah bersama melewati nya, kamu nggak boleh ninggalin aku begitu saja Di.. " ujar Diva menggelengkan kepala nya berkali-kali
...Dion pun melepaskan pelukan Diva dan berbalik menatap gadis yang pernah sangat berarti dalam hati nya tersebut...
" Tapi itu kenyataan nya saat ini Diva, bukan aku yang meninggalkan kamu.. tapi kamu lah yang telah meninggalkan aku dan menyia-nyiakan kesempatan itu, " ujar Dion
__ADS_1
" Aku pergi karena tuntutan pekerjaan dan kau tahu itu, apa kesalahan ku itu sangat fatal hingga kau tidak bisa memaafkan aku Di... " tanya Diva dengan sorot mata yang mulai ber embun menatap Dion
" Aku sudah memberikan pilihan pada mu saat itu, dan kau telah memilih kesempatan yang terkadang datang nya tidak dua kali. Aku sudah memaafkan mu jika pun kamu tidak meminta maaf sekali pun Diva.. jadi tolong mengerti dan terima lah bahwa hubungan kita telah selesai.. " ujar Dion dengan suara sedikit rendah
...Air mata yang sudah meng anak sungai sedari tadi pun akhirnya tumpah juga membanjiri pipi Diva yang halus itu, gadis itu sudah tidak bisa menahan air matanya lagi dengan sikap lelaki yang masih sangat dia cintai itu...
" Apa kau sudah memiliki wanita lain di hati mu, " tanya Diva dengan suara serak nya menahan tangis
...Dion bergeming dan kembali membalik kan badan nya melihat jendela kaca besar yang berada di ruangan nya tersebut, dirinya enggan menatap sorot mata Diva yang terlihat sangat menyedihkan itu...
...Jika dulu Dion akan melakukan apa saja agar jangan sampai Diva merasa sedih dan menangis di hadapan nya...
...Tapi berbeda dengan sekarang, rasanya ia begitu jengah dengan sifat keras kepala gadis itu...
" Kenapa diam, apa aku benar. " Lanjut Diva karena Dion tidak kunjung menjawab pertanyaan nya itu
" Ya, kamu memang benar " jawab Dion pada akhirnya
...Diva pun tersenyum sinis mendengar jawaban yang sebenarnya tidak ingin ia dengar itu...
" Lalu sebenarnya siapa yang jahat di antara kita, aku atau kamu. " Ucap Diva menahan emosi yang muncul di hati nya
...Rasanya sangat panas ketika hati nya harus menerima kenyataan bahwa lelaki yang masih dirinya inginkan itu sudah memiliki wanita lain di sisi nya ...
" Mungkin kita sama-sama jahat, " ujar Dion
" Siapa wanita yang telah berhasil memalingkan hati mu dari ku itu, apa aku mengenalnya.. " tanya Diva, rasa ingin tahu nya begitu besar akan wanita yang telah berhasil memalingkan hati Dion tersebut
" Dia hanya wanita baik hati, cepat atau lambat kau pasti akan mengenalinya saat pernikahan kami nanti. " ujar Dion seketika bayangan wajah Sitha yang tersenyum hadir di hadapan nya, membuat nya begitu rindu
...Diva yang mendengar kata pernikahan seketika membulat kan mata nya karena rasa terkejut nya ...
" Apah..! bahkan kalian sudah merencanakan pernikahan.. " ujar Diva tidak dapat di pungkiri hati nya begitu sakit mendengar pengakuan langsung yang di ucapkan oleh Dion
" Ya, aku akan segera menikahi nya " ujar Dion
" Dengan sah, " lanjut nya di dalam hati
__ADS_1
...Rasanya Diva sudah tidak sanggup lagi berdiri di ruangan itu, hati nya telah begitu sakit mendengar semua yang telah di ucapkan Dion sore ini...
...Ia pun keluar dari ruangan Dion tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi dan menutup pintu tersebut dengan keras...
" Maaf jika aku telah menyakiti hati mu Diva, kita sama-sama telah saling menyakiti. Dan ini jalan yang terbaik untuk kita, " lirih Dion seraya memejamkan matanya
**
...Sitha telah menyelesaikan pekerjaan nya di dapur setelah berkutat membuat menu makan malam yang spesial untuk menyambut suami nya saat pulang bekerja nanti...
" Alhamdulillah sudah selesai.. tinggal mandi deh, " lirih Sitha tersenyum puas memandang hasil masakan nya itu
...Setelah selesai dengan ritual mandi nya Sitha pun bergabung dengan Noval dan bibi yang lebih dulu berada di ruang tengah menemani Noval menonton televisi acara kesukaan nya itu...
" Noval sama bibi lagi nonton apa nih, kelihatannya seru banget.. " tanya Sitha seraya duduk tidak jauh dari Noval
" Biasa lah kak.. acara kesukaan ku dong, " jawab Noval tanpa mengalihkan pandangannya seraya memangku sebuah toples yang cukup besar berisi cemilan
" Iya non, wahh... non cantik banget habis mandi ya non, " ujar bibi ketika melihat Sitha mengenakan gamis berwarna pink kombinasi nya itu
" Iya bi.. Sitha habis mandi, ih bibi emang Sitha biasa nya jelek yah bi.. " ujar Sitha pura-pura cemberut
" Ya enggak lah non, non Sitha itu selalu cantik jelita.. apalagi kalau habis mandi kaya gini, wong nggak mandi saja masih tetep cantik kok non.. " ujar bibi seraya terkekeh
" Ih bibi... emang bibi pernah liat Sitha nggak mandi, "
" Ya nggak sih non.. tapi kalau emang dasar nya cantik mandi nggak mandi ya tetep cantik si non.. "
" Iya bi, iya... makasih ya bi udah buat Sitha seneng karena pujian bibi, " ujar Sitha tersenyum pada sang bibi
***
Happy new year semuanya teman-teman dumay...🥳🥳🥳 semoga ***Di tahun baru ini kita di berikan umur panjang, kesehatan dan rezeki yang berlimpah..🤲🤲 Amiinnn
Maaf kan othor yang selalu telat update ya temen-temen, tapi othor selalu berharap dukungan dari kalian semua agar tetap semangat buat lanjutin novel ini..💪💪💪
Terima yang selalu dukung othor dan kasih semangat serta sabar menunggu.. love you kalian semua...😘🥰🥰🙏🙏***
__ADS_1