
Pagi ini Friska menuju rumah Dion.
Karena sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu dengannya. Di kantor nya pun Dion tidak ada, jadi Friska memutuskan untuk menemui Dion di rumah nya.
Sesampainya di rumah Dion, Friska segera memencet tombol Bel yang terdapat di luar pintu.
Tak berapa lama bi Asih pun membuka pintu,
" Eh... ada non Friska... " sapa bi Asih
" Ka Dion mana bi .." ujar Friska nyelonong masuk ke dalam tanpa di persilahkan terlebih dulu.
Bi Asih hanya bisa menggeleng kepala melihat sifat adik dari ibu nya Noval itu.
Sebenarnya bi Asih juga kurang menyukai Friska karena sifat nya yang sok kuasa dan terbilang sombong itu.
Tapi bagaimana pun dia adalah kerabat dari majikan nya. Tidak ada hak nya untuk melarang dia bertemu siapa pun di rumah ini.
Friska terus melangkah dan melihat Noval sedang berada di ruang makan bersama dengan seseorang.
" Hallo..... pagi Noval sayang ?? " ucap Friska mendekati Noval dan mencium ke dua pipi nya.
" Hallo juga Tante.. " jawab Noval kemudian mengusap usap ke dua pipi nya yang tadi telah di cium Friska.
" Lagi makan apa sayang.. Tante suapin yah.. ? " ucap Friska kemudian mengambil sendok.
__ADS_1
" Nggak mau... Noval mau nya di suapin sama kak Sitha ajah.. " ujar Noval memalingkan kepala nya.
" Kak Sitha ..?? " seperti nya Friska tidak asing dengan nama itu.
lalu dia melihat seseorang yang tengah berdiri di seberang meja makan itu.
" Kamu ...?? bukan kah kamu itu.. " ujar Friska kemudian berdiri menghampiri Sitha.
" Selamat pagi.. saya Sitha, " ucap Sitha tersenyum kepada Friska.
" Bagaimana kamu bisa berada di sini.. dan apa yang kamu lakukan di rumah kak Dion. " ucap Friska menunjukkan wajah bingung dan tidak suka kepada Sitha.
" Saya di tugas kan oleh pak Dion untuk menjaga Noval selama beliau berada di luar kota, " ucap Sitha menjawab pertanyaan Friska dengan sopan.
" Apah... ?! kak Dion sedang ada di luar kota?? dan kamu menjaga Noval di sini.... ??! nggak mungkin, nggak mungkin. kenapa kak Dion nggak ngomong sama aku sih kalau dia lagi di luar kota Sekarang..??! " ujar Friska seperti orang yang sedang kebakaran jenggot mengetahui Dion tidak ada di rumah.
Berkali kali Friska mencoba menghubungi Dion, namun tidak kunjung di jawab oleh Dion.
Lalu dia pun beralih menatap Sitha yang sedang menyuapi Noval makan.
" Sejak kapan kamu berada di sini, " tanya Friska bersedekap menatap Sitha.
" Sejak pak Dion pergi, " jawab nya tanpa melihat ke arah Friska.
Friska pun di buat geram karena mengetahui Sitha berada di sini untuk sementara waktu.
__ADS_1
*
Sementara itu Dion dan Dimas yang akan melakukan rapat hari ini di sibukkan dengan berkas berkas yang harus di cek terlebih dulu.
Tak henti henti nya ponsel Dion bergetar menandakan ada panggilan masuk.
" Maaf bos.. tolong ponsel anda urus dulu, mungkin ada sesuatu yang penting, " ujar Dimas kepada Dion.
" Tidak penting. " jawab Dion singkat.
" Memang siapa yang menghubungi mu berkali kali itu, " tanya Dimas penasaran.
" Tidak penting. " jawab Dion lagi.
" Apakah di dunia ini ada. Orang yang namanya tidak penting.. ?! " ucap dimas gemas juga dengan jawaban dion
" Friska " ujar Dion memberi tahu
" Oh... jadi ternyata Friska orang yang tidak penting itu.. " ucap Dimas cengengesan
" Apakah kau tidak memberi tahu nya bahwa kau sedang di sini sekarang..? " tambah nya.
" Tidak, " ucap Dion
" Kenapa... ?? pantas dia kalang kabut menelepon mu berkali kali, ternyata kau tidak pamit dengan nya, " ujar Dimas
__ADS_1
" Karena tidak penting.. !" ucap Dion tepat di telinga Dimas dan berlalu keluar ruangan.
" Iissttt Dion.......!!! ada nggak jawaban selain kata tidak penting hah..?! " ujar Dimas geram dan kemudian mengikuti Dion ke luar ruangan.