
...Pagi ini pak Ramli sudah di pindahkan ke ruang rawat, meskipun operasi sudah berhasil dan berjalan lancar tapi kondisi beliau masih lemah sehingga di anjurkan untuk istirahat total...
...Bu Nani masuk ke dalam ruangan itu seraya membawa kantong kresek berisi nasi bungkus yang baru saja di belinya dari luar...
...Iya melihat anak gadisnya itu masih setia menemani sang ayah duduk di samping ranjang pasien semenjak dirinya keluar untuk membeli makanan, dan pak Ramli sendiri terlihat tengah terlelap...
" Nak.. " panggil Bu Nani memegang bahu Sitha pelan
" Ibu... ibu sudah kembali,, " ucap Sitha sedikit terkejut dan buru buru mengusap air mata yang telah membasahi pipi putihnya itu sedari tadi
" Ayo sarapan dulu.. biarkan bapakmu istirahat,, " ajak Bu Nani
" Iya Bu.. " Sitha pun bangkit dari kursi yang di dudukinya dan melangkah menuju sofa yang berada di pojok ruangan tersebut
...Bu Nani pun membuka kedua bungkus makanan itu lalu menyajikan nya di atas piring dan tak lupa juga dua gelas teh hangat tersaji di meja itu...
" Makanlah, bukankah kita juga harus menjaga kesehatan kita agar bisa menjaga bapak di sini.. " ujar Bu Nani menyodorkan satu piring berisi makanan kepada anak perempuan nya itu
" Bu... maafin Sitha ya bu,, " ucap Sitha tiba tiba memeluk erat sang ibu lalu menangis lirih di dekapannya
...Bu Nani menerima pelukan anaknya itu lalu mengelus punggung Sitha dengan kasih dan sayang...
..." Kenapa kamu meminta maaf nak,, apakah kamu telah melakukan kesalahan? " tanya sang ibu dengan lembut. Sitha menggelengkan kepalanya pelan dan masih betah di pelukan sang ibu, sampai beberapa detik barulah ia melepaskan pelukan itu...
...Bu Nani menangkup wajah anak gadisnya itu lalu jemarinya dengan lembut menghapus air mata yang telah membasahi pipi Sitha membiarkan anaknya untuk tenang terlebih dulu...
..." Bu... di saat bapak sedang melawan sakit nya dan berjuang untuk sembuh, satu pun keinginan dari nya belum bisa Sitha wujudkan Bu.. padahal keinginan nya cuma dua, yaitu ingin bertemu dengan anak anaknya dan... bisa melihat Sitha menikah, " lalu Sitha menceritakan semua tentang kak Bagas yang dengan terpaksa tidak bisa pulang dalam waktu dekat ini karena istrinya yang sedang mengalami kecelakaan dan kehilangan calon anak ke dua mereka...
" Astaghfirullah..... Sarah mengalami kecelakaan dan keguguran.. ?! " ucap Bu Nani terkejut
" Iya Bu.. kak Bagas mengabari nya sehari sebelum bapak di operasi, ia meminta maaf dan hanya bisa mengirimkan uang untuk biaya operasi bapak. Maaf Sitha baru kasih tahu tentang kabar ini ke ibu sekarang... " jelas Sitha
__ADS_1
" Kasihan Bagas, dia pasti sangat terpukul mendapat cobaan seperti ini. Apakah kamu sudah memberitahu padanya kalau bapak sudah di operasi.." Sitha mengangguk kan kepala nya mengiyakan pertanyaan sang ibu
..." Setelah ini ibu akan mencoba menelfon nya untuk menanyakan bagaimana keadaan keluarga nya sekarang, sudah jangan menangis... ayo kita sarapan dulu nanti makanan nya keburu dingin, " pinta Bu Nani pada Sitha, walaupun sebenarnya dirinya tak berselera untuk sarapan pagi ini apalagi di tambah kabar yang tidak baik dari anak laki lakinya....
...Tapi dirinya sadar ia harus kuat menjalani semua cobaan ini dan tubuhnya pun harus di berikan asupan agar tidak sakit, supaya ia dapat menjaga suami nya sampai sembuh...
**
" Emang bener ayahnya Sitha lagi di rawat di rumah sakit..? " tanya Dimas ketika baru saja memberikan beberapa berkas kepada Dion
" Tahu dari mana, " balik tanya Dion seraya menerima semua berkas berkas dari tangan Dimas
" Tuh..... " tunjuk Dimas dengan dagu nya kepada Noval yang sedang tiduran di ruang tv tidak jauh dari tempat mereka duduk saat ini
" Oh.. iya kemarin aku nggak sengaja ketemu sama dia waktu meriksain Noval ke dokter, "
" Memangnya sakit apa ayah nya.., "
" Kalau gitu aku ikut juga yah... pengin lihat juga bagaimana keadaan nya, "
...Sontak Dion melirik Dimas dan menghentikan kegiatannya yang sedang memeriksa beberapa file di laptopnya...
" Lho, kenapa..? bukan kah menengok orang yang sedang sakit atau mengalami musibah itu perbuatan yang baik..? " ucap Dimas mengangkat ke dua tangan nya mengerti akan tatapan Dion yang di berikan pada nya
...Hari ini Dion tidak berangkat ke kantor, karena Noval meminta nya untuk berada di rumah saja menemaninya. Ya, bocah itu selalu manja jika sedang sakit...
...Dan karena itu dengan terpaksa Dimas harus pagi pagi sekali ke rumah Dion untuk membawa kan semua berkas berkas yang di butuh kan oleh atasannya itu untuk di periksa...
" Ekhem, haus banget nih " ucap Dimas memegang tenggorokan nya yang terasa kering
" Ke dapur sana, ambil minum sendiri kalau haus, " timpal Dion
__ADS_1
...Dimas pun akhirnya melangkah kan kaki nya menuju dapur untuk sekedar membuat teh hangat karena ia tahu pasti bibi jika pagi begini pasti sedang sibuk oleh pekerjaan rumah...
...Dan benar saja terlihat bibi yang sedang membereskan meja makan yang baru saja di pakai oleh si tuan rumah...
" Selamat pagi bi... Wuihh,, masak apa nih. " sapa Dimas mendekati meja makan yang sudah rapi dan terhidang masih cukup banyak makanan
" Eh, ada den Dimas.. selamat pagi juga den, ini tadi bibi masak ayam goreng sama cah kangkung. Ada tumis cumi cabe hijau juga.. " ucap bibi memperlihat kan semua makanan yang tersedia
" Wah .. kelihatan nya enak nih bi, jadi laper.. "
" Den Dimas mau sarapan? kalau mau silahkan den .. " ucap bi Asih mempersilah kan
" Boleh deh bi, soal nya saya pagi pagi banget udah di suruh ke sini sama si bos. Mana belum sarapan lagi.. " ucap Dimas menggerutu lalu duduk di kursi
...Bi Asih pun hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya tersenyum mendengar gerutuan sahabat majikan nya itu di pagi hari seperti ini...
" Ini piring nya den, " ucap bi Asih memberikan piring bersih pada Dimas
" Makasih ya bi... " Dimas pun akhirnya melakukan ritual sarapan pagi nya di rumah Dion, sementara sang bibi meninggalkan nya untuk melakukan pekerjaan rumah yang lain nya
" Lama banget sih loe, cuma bikin teh anget doang. " ucap Dion ketika Dimas datang meletakkan dua cangkir teh hangat di atas meja untuk mereka berdua
" Sorry... gue tadi sarapan dulu, laper. " jawab Dimas menyeruput teh hangat buatan nya sendiri
" Pantes. emang tadi sebelum ke sini belum sarapan, " tanya Dion tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop nya
" Mana sempet... keburu big boss manggil. kalau telat nanti gue di semprot lagi. " ucap Dimas kembali meletakkan cangkir teh nya di atas meja
" Oh.. " jawab Dion hanya ber ho' oh ria
...Setelah nya dua pemuda yang sama sama belum memiliki pendamping hidup itu pun terlibat percakapan yang serius mengenai pekerjaan...
__ADS_1