
" Sebentar..... aja, Noval janji.. " Ujar Noval mengangkat kedua jarinya membentuk angka V di depan sang ayah
...Dion kemudian melihat jam yang berada di dinding kamar nya, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam....
" Besok saja ya, mungkin sekarang kak Sitha sudah tidur ini sudah malam Noval.. " ucap Dion
...Terlihat Noval mengerucutkan bibirnya lalu menunduk tanda kecewa. Dion pun menarik nafas melihat tingkah putranya itu, lalu menyambar ponselnya yang berada di atas nakas dan segera menghubungi Sitha...
" Bicaralah dengan nya, " Ujar Dion seraya memberikan ponsel nya kepada Noval
...Dengan senang hati Novalpun mengambil ponsel itu dari tangan Dion. Panggilan terhubung tetapi Sitha tak kunjung juga mengangkatnya...
" Bagaimana ? " tanya Dion
" Ayah benar, ini sudah malam mungkin kak Sitha memang sudah tidur " Ucap Noval mengembalikan ponsel itu kepada sang ayah
" Besok pagi kau boleh menghubunginya lagi, sekarang matikan dulu televisinya dan segera tidur. Ini sudah malam tidak baik anak seusia mu begadang dan tidur terlalu malam, " Ujar Dion menasehati putra nya
Novalpun mengambil remote televisi lalu mematikan nya
" Iya ayah... selamat malam, " Ujar Noval meraih selimut nya lalu berbaring memeluk pinggang Dion yang tengah duduk menyenderkan tubuhnya di ranjang
" Selamat malam juga jagoan ayah, semoga kamu mimpi indah malam ini.. " Ucap Dion mengelus kepala Noval lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya yang belum rampung
**
...Karena merasa haus Sitha pun terbangun lalu menuju dapur untuk mengambil air putih. Kemudian ia mengambil Wudhu dan segera melaksanakan sholat isya. Ia ingat karena tadi sehabis sholat Maghrib ia langsung tertidur dan belum melaksanakan sholat isya....
...Setelah nya ia pun memakan roti yang berada di atas meja kamar nya, sebenarnya ia merasa lapar karena belum makan malam. Tapi Sitha enggan untuk makan nasi di jam larut seperti sekarang ini...
Sitha membuka ponsel nya dan melihat ada dua panggilan masuk dari Dion.
" Pak Dion tadi telefon aku.. ada apa ya? apa ada hal yang penting, waktu dia telefon tadi jam setengah sepuluh dan sekarang sudah mau jam dua belas malam. Apa aku kirim pesan aja yah.. tapi ini kan sudah malam pasti dia sudah tidur. Nanti malah aku ganggu lagi, bagaimana ya kirim pesan nggak ?? " Ujar Sitha bingung dan berbicara dengan dirinya sendiri. Dan akhirnya ia mengirim kan pesan juga kepada Dion
Dion yang tengah menikmati coklat panasnya baru saja menyimpan laptop nya di atas meja setelah pekerjaan nya telah selesai
__ADS_1
Ting !!
...Terdengar ponselnya berbunyi pertanda ada nya pesan masuk, ia pun mengambil benda pipih itu untuk melihat siapa yang telah mengirimnya pesan tengah malam seperti ini...
" Sitha.. " gumamnya lirih
" Assalamualaikum pak Dion, maaf apakah tadi anda menghubungi saya ? maaf karena saya tidak mengetahui nya, " isi pesan Sitha
" Wa'alaikum salam, kau dari mana saja ? " balas Dion
" Saya baru bangun tidur pak, " Dion menaikkan satu alisnya membaca pesan Sitha itu
" Maaf apakah ada hal yang penting ? " isi pesan Sitha lagi
" *Tidak, lanjutkan saja tidur mu ini sudah malam. Tidak baik anak gadis begadang sampai larut malam "
" Baiklah kalau memang tidak ada yang penting, selamat malam dan selamat beristirahat pak Dion maaf sudah menggangu anda malam-malam, Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikum salam, dan satu lagi. Jangan lagi memanggil saya dengan sebutan pak, karena saya bukan bapak kamu Sitha*. Dan sekarang saya juga bukan majikan kamu lagi jadi jangan lagi kamu panggil saya dengan sebutan itu. " Balas Dion dan langsung di baca oleh Sitha
" Lalu saya harus panggil anda apa.. " tanya Sitha karena merasa bingung
" *Panggil saya Mas Dion ! "
" Baiklah mas Dion*.. " Dion pun tersenyum mendapat balasan pesan dari Sitha yang memanggil nya dengan sebutan Mas.
...Sitha pun meletakkan kembali ponselnya di atas meja setelah tidak ada lagi balasan pesan dari Dion...
" Mas Dion, kedengarannya bagus. Seperti orang nya.. " Gumam Sitha tersenyum tatkala membayangkan wajah Dion.
**
...Keesokan harinya Bu Nani terlihat sangat panik, karena suaminya tiba-tiba merasakan sakit di bagian dadanya...
" Ibu, ada apa ini Bu ? ayah kenapa.. " tanya Sitha ketika mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari ruang tengah
__ADS_1
" Ini Sitha.. bapak mu katanya dadanya sakit. " Ucap Bu Nani cemas
...Sitha lalu menghampiri sang ayah yang tengah terbaring menahan sakit di dadanya...
" Bapak.. Bapak kenapa? mana yang sakit pak.."
" Dada bapak sakit Sitha.. " ucap pak Ramli lirih
..." Ibu, lebih baik kita bawa bapak ke rumah sakit sekarang juga ya Bu.. biar dokter yang akan memeriksa bapak, " Sitha pun akhirnya menghubungi Ambulance dan akhirnya tak menunggu lama kendaraan itu datang lalu segera membawa pak Ramli ke rumah sakit...
...Sesampainya di rumah sakit pak Ramli pun segera mendapatkan perawatan dari dokter, Sitha dan ibunya menunggu di luar ruangan dengan cemas...
..." Dokter, sakit apa ayah saya sebenarnya dokter.." ucap Sitha dan Bu Nani menghampiri sang dokter ketika dokter itu telah selesai memeriksa keadaan pak Ramli...
" Silahkan salah satu ikut ke ruangan saya, saya akan menjelaskan nya.. " ujar sang dokter
" Baiklah, kalau begitu ibu tunggu bapak dulu di sini. Biar Sitha yang akan ke ruangan dokter ya Bu.. "
" Iya nak.. " Sitha pun kemudian mengikuti sang dokter itu menuju ruangan nya
" Jadi begini.. ada sedikit masalah pada bagian jantung ayah anda, jika di biarkan maka masalah itu bisa menjadi sangat serius.. " Ucap dokter laki-laki itu setelah mereka duduk di ruangannya
" Astaghfirullah.... " ucap Sitha merasa sangat kaget mendengar penuturan sang dokter
" Padahal selama ini ayah saya terlihat sehat-sehat saja dok dan dia tidak pernah mengeluh sakit, " lanjutnya lagi merasa belum percaya tentang keadaan sang ayah saat ini
" Ya, penyakit memang bisa datang secara tiba-tiba.. orang yang terlihat sehat pun tidak bisa menjamin kalau dirinya memang benar-benar sehat.. contohnya seperti yang di alami oleh ayah anda sekarang,, " ucap sang dokter
" Lalu apa yang harus kami lakukan dok.. " tanya Sitha seraya menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh
" Satu satunya jalan keluar adalah dengan melakukan operasi untuk menyelamatkan ayah anda.. "
**
...Sitha keluar dari ruangan sang dokter dengan langkah gontai, lalu ia terduduk di kursi rumah sakit dengan perasaan kacau....
__ADS_1
...Dia tengah berfikir bagaimana bisa sang ayah memiliki permasalahan yang sangat serius dengan kesehatan nya saat ini. Padahal sebelumnya sang ayah tidak pernah memiliki riwayat sakit yang serius, jikalau sakit pun ayahnya akan minum obat yang di belinya di apotik dan tidak lama kemudian akan segera sembuh...