
Ting !
Pintu lift pun terbuka, keduanya sama-sama melangkah keluar dan melanjutkan obrolan ringan mereka
" Itu ruangan Dion, karena aku sedang banyak pekerjaan jadi aku tidak bisa mengantarkan mu sampai ke dalam. Dan jika kau membutuhkan sesuatu ruangan ku ada di sebelah ruangan ini, kau bisa mencariku di sana.. " ujar Dimas menunjukkan ruangannya pada Sitha setelah membawa gadis itu Sampai di depan pintu ruangan Dion
" Iya kak, terimakasih banyak. Maaf telah merepotkan mu.. " ucap Sitha tersenyum lembut
" Aku senang jika yang merepotkan diriku adalah kau, Sitha.. " timpal Dimas dengan membalas senyuman nya
Setelah nya lelaki itu pun meninggalkan Sitha seorang diri di depan ruangan Dion karena ia harus segera menyelesaikan pekerjaan nya
" Kau lelaki yang baik kak, semoga kelak kau mendapatkan jodoh yang terbaik.. " Doa tulus Sitha untuk Dimas di dalam hatinya
...Pandangan Sitha pun beralih menatap sebuah ruangan yang berada di hadapan nya saat ini, yang menurut Dimas itu adalah ruangan dari suaminya, yaitu Dion...
...Ini kali pertama dirinya ke tempat kerja Dion, untuk mengunjungi suaminya itu dan mengantarkan bekal makanan yang belum sempat ia persiapkan seperti biasa ketika Dion akan berangkat bekerja...
... rasa gugup akan menemui lelaki yang secara diam-diam dirinya telah kagumi itu kembali menyelimuti hatinya saat ini...
" Bismillah.. " ucap Sitha lirih setelah terlebih dahulu menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan untuk meredakan rasa gugupnya
...Ketika Sitha akan mengetuk pintu ruangan tersebut ternyata pintu itu sudah terbuka sedikit, sehingga Sitha langsung saja membukanya seraya mengucapkan salam...
" Assalamualaikum mas... " Namun kalimat itu seolah tidak bisa Sitha lanjutkan tatkala melihat pemandangan yang saat ini berada di hadapan nya itu
...Matanya seketika membulat dan bekal makanan yang ia bawa seketika jatuh ke lantai sementara kedua tangan nya menutup mulutnya sendiri karena tidak percaya atas apa yang saat ini ada di depan matanya...
...Bagaimana tidak, lelaki yang akhir-akhir ini mengusik dan mengisi hatinya itu saat ini terlihat sedang bersama seorang wanita...
^^^Wanita itu duduk di pangkuan suaminya, kedua tangan nya merangkul manja leher Dion dan keduanya terlihat tengah berciuman dengan begitu mesra^^^
...Sungguh pemandangan itu membuat hati Sitha seperti telah di hantam sebuah batu yang sedemikian besar...
...Membuat hatinya terasa sesak dan perih...
__ADS_1
Pranggg!!
...Suara benda yang terjatuh di atas lantai pun mengejutkan Dion dan Diva. Keduanya beralih menatap dimana sosok perempuan muda berhijab tengah berdiri mematung di ambang pintu yang telah terbuka itu...
" Si_ Sitha... " lirih Dion tidak kalah terkejut nya melihat keberadaan Sitha yang saat ini berada di ruangan nya
...Dion pun segera bangkit ketika menyadari posisi nya yang sekarang ini ada diva di pangkuan nya...
...Diva hampir saja terjatuh ke lantai jika saja dirinya tidak berpegangan pada meja yang berada di sampingnya itu. Akibat Dion yang tiba-tiba saja berdiri dan mendorong tubuh nya ...
...Pandangan Dion dan Sitha sama-sama bertemu, mata gadis itu terlihat memerah menatap Dion...
...Dion sedikit menggelengkan kepala nya dan hendak melangkah menghampiri Sitha ...
Namun sebelum Dion sampai pada Sitha
" Maaf, saya telah mengganggu.. " ucap gadis itu kemudian berjalan setengah berlari meninggalkan ruangan itu
" Sitha.. ! " Panggil Dion hendak mengejarnya, namun tangan Diva segera mencegah langkah lelaki itu
...Dion hanya diam di tempat nya berdiri melihat makanan yang telah berserakan di atas lantai, yang mungkin gadis itu telah menyiapkan untuk dirinya...
" Kenapa kamu diam Di.. ! siapa perempuan tadi, ada hubungan apa antara kalian berdua. Jawab aku.. ! " tanya Diva dengan tidak sabar untuk segera mendengar jawaban Dion
...Diva meyakini ada sesuatu di antara mereka berdua, terlihat dari pandangan mata keduanya yang terlihat berbeda saat dirinya melihat nya tadi...
" Jangan bilang gadis itu adalah kekasih mu.. " bibir Diva sungguh terasa berat ketika mengucapkan pertanyaan itu
...Pandangan Dion pun beralih menatap mata wanita yang bertahun tahun telah mengisi hati nya itu ...
...Namun entah kenapa belakangan ini nama Diva seolah tergeser kan oleh nama yang lain di dalam hatinya saat ini...
Dion kembali bungkam dan hendak melangkahkan kakinya untuk mengejar Sitha, namun lagi - lagi Diva menahan lengan nya
" Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku Di, kenapa ?! apakah pertanyaan ku itu benar.. ? " Diva sudah tidak bisa lagi untuk menahan air mata yang ingin segera mengalir deras membasahi pipi nya itu
__ADS_1
..." Kamu jahat Dion, Kamu jahat ! " ucap Diva dengan keras mendorong tubuh Dion dan memukul bertubi-tubi dada lelaki itu untuk meluapkan segala rasa kecewa dan emosi yang meledak di dalam hatinya saat ini juga...
...Seketika Dion memejamkan kedua mata nya ketika merasakan nyeri di bagian tubuh nya akibat pukulan bertubi-tubi Diva ...
...Dirinya mengijinkan wanita itu meluapkan segala emosi dan menumpahkan nya pada dirinya...
" Kau selingkuh dari ku Di.. ! pantas saja selama ini kau selalu mengabaikan ku, kau tidak pernah menghubungi ku lagi terlebih saat aku berada jauh dari mu Di. Ternyata kau telah memiliki wanita murahan di sini, " ucap Diva dengan berapi-api namun pukulan telah terhenti
" Jaga ucapan mu itu Diva. " Geram Dion, hatinya tidak terima dengan ucapan Diva yang telah menyebut Sitha dengan wanita murahan
" Dia adalah perempuan baik-baik, " lanjut nya seraya menatap Diva dengan tajam
Dan Itu membuat Diva memperlihatkan senyum mengejeknya
" Perempuan baik-baik yang telah merebut seorang lelaki yang sudah memiliki kekasih, itu yang kamu bilang perempuan baik-baik?! "
" Aku sudah tidak memiliki kekasih, tepat saat kamu memutuskan untuk memilih karir mu dan meninggalkan aku. " ucap Dion dengan tenang, namun tidak sedikitpun melemah kan tatapan tajam nya
" Tidak Di, aku tidak meninggalkan kamu.. aku pergi untuk kembali. Dan aku hanya meminta mu untuk bersabar sedikit lagi dan menungguku sampai aku kembali.. " ucap Diva dengan tatapan mengiba
" Dan sekarang aku sudah kembali Di.. kembali untuk mu.. " lanjut nya seraya meraih tangan Dion
Namun Dion dengan segera menepisnya
" Aku tidak pernah berjanji untuk menunggu mu Diva. Kesempatan itu telah hilang pada saat itu juga, hubungan kita telah selesai satu tahun yang lalu. " Ucap Dion dengan begitu dingin berjalan melangkah meninggalkan Diva yang tengah mematung dengan berlinang air mata
" Enggak Di.. kamu nggak boleh ninggalin aku dengan cara seperti ini. Aku sudah kembali untuk mu, hati mu tidak boleh berpaling ke perempuan lain Di..! tidak boleh dan tidak akan aku biarkan itu sampai terjadi.. " ucap Diva mengepal kan kedua tangan nya
***
***Hai gais...🤗 terimakasih banyak buat kalian yang udah nyemangatin aku dan selalu support aku untuk semangat..😘😘💪💪🙏
Peluk jauh dari kk author buat kalian semua...🤗🤗
Jangan lupa tinggalin like dan comen nya yah... thank for you,,😘🥰🙏🙏👍💪***
__ADS_1