Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
bab 30 Menunggu


__ADS_3

Dion duduk di sofa dan tanpa henti nya memandang gadis yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit tersebut.


Seorang gadis yang mau menaruhkan nyawanya demi seorang anak kecil yang tak lain adalah putra nya.


Terbesit niat nya untuk memberikan hadiah apapun yang akan di minta oleh gadis tersebut.


Malam pun semakin larut, namun gadis itu belum juga membuka mata nya.


Karena lelah yang di rasakan, akhirnya Dion terlelap di sofa yang tak jauh dari ranjang pasien.


**


Seorang perempuan tampak khawatir dan tidak bisa duduk dengan tenang di kediaman nya. Dia berjalan kesana kemari dengan panik dan menggigit ujung kuku nya sendiri.


" Bagaimana bisa aku seceroboh itu..! aku hanya ingin memberi pelajaran pada pengasuh yang sok cantik itu, tapi kenapa malah jadi seperti ini ...??!! lalu bagaimana jika Dion sampai tahu dan dia ...... Arrgghhh...!! bagaimana ini...!! " perempuan itu pun membanting semua benda yang ada di meja kamar nya dengan frustasi.


" Ada apa ini non...?? apa yang terjadi..." asisten rumah tangga yang bekerja di rumah nya pun mendekat dan ikut panik atas apa yang di lihat nya, sang majikan tengah mengamuk di dalam kamar nya.


" Pergi...!! cepat keluar dari sini...!! " bentak Friska pada asisten nya.


Sang asisten pun lebih mencari aman dan kemudian meninggalkan majikan nya dengan perasaan ngeri.


**


Tepat pukul 02.00 dini hari Sitha mencoba membuka mata nya yang terasa sangat berat perlahan lahan.


Di lihat nya ruangan yang asing bagi nya, terdapat infus di tangan kanan nya dan kepalanya masih terasa pusing.


Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi pada nya. Di lihat nya setiap sudut ruangan itu,

__ADS_1


pandangan nya tertuju pada sosok lelaki dewasa nan tampan yang tengah duduk menyandarkan kepalanya pada sofa namun mata nya terpejam dengan damai .


Dion, ya lelaki itu adalah Dion. Bos nya dan sang ayah dari anak didik nya Noval.


Perlahan Sitha mulai mengingat kejadian dimana dia melihat Noval dan mobil kuning yang melaju dengan cepat ke arah nya.


Detik berikutnya ia sangat mengkhawatirkan keadaan anak didiknya itu.


Bagaimana kah keadaan nya sekarang.


Rasa haus menyerang tenggorokan Sitha yang rasanya sangat lah kering. Dia mencoba meraih gelas berisi air putih yang terletak di atas nakas samping ranjangnya.


Dengan susah payah Sitha meraih gelas itu, namun detik berikutnya sepasang tangan kokoh membantu nya meraih gelas tersebut dan menyodorkan nya pada Sitha.


" Kau mau minum ? " suara lelaki itu terdengar sangatlah lembut di telinga Sitha.


Kemudian Sitha mengangguk dan Dion membantu memegang gelas tersebut.


Dion meletakkan gelas yang telah kosong itu kembali ke tempat semula.


" Kau pasti sangat haus,, " Sitha menjawab dengan anggukan kepala dan senyum kepada Dion. Walaupun terlihat pucat akan tetapi tidak memudarkan senyum tulus di wajah nya.


" Apakah kau juga lapar.. aku akan mencarikan makanan untuk mu jika kau lapar, " tawar Dion


Kemudian Sitha menggeleng kan kepala.


" Tidak trimakasih,, bagaimana keadaan Noval pak Dion.. " ucap Sitha karena sangat mengkhawatirkan bocah gembul itu.


" Dia tidak apa apa, dan sedang tidur nyaman di rumah.. kau tidak perlu khawatir " jawab Dion dan menarik kursi duduk di samping ranjang Sitha.

__ADS_1


" Terimakasih.. kau telah membahayakan dirimu sendiri untuk menyelamatkan putra ku, " Dion menatap mata teduh itu dengan lekat.


Yang di tatap tersenyum mendengar nya.


" Sudah tugas saya untuk melindungi nya.. itu adalah kewajiban saya dan janji saya juga kepada bapak.. "


" Sekali lagi terimakasih Sitha.. kau boleh meminta apapun padaku karena telah menyelamatkan putra ku, dan aku janji akan mengabulkan nya selama aku sanggup dan bisa.." ucap Dion bersungguh sungguh.


" Terimakasih pak.. insya Alloh saya ikhlas dan tidak meminta imbalan apapun pada bapak, " ujar Sitha tulus.


Sesaat mata mereka saling menatap seolah mencari dan menggali sesuatu yang tersembunyi di di dalam sana.


Dion dapat melihat ketulusan yang terpancar dari mata itu.


" Baiklah, tawaran itu masih berlaku selama kamu menginginkan nya Sitha.. datanglah padaku jika kamu memerlukan bantuan ku, kapan pun itu, sebelum aku bisa membantu mu maka aku belum tenang karena belum bisa membalas budi baik mu itu.. " tegas Dion


" Jangan jadikan anda merasa terbebani karena tindakan yang saya lakukan pak dion, itu adalah tugas yang harus saya jalankan.." ujar Sitha


" Semua yang ada di posisi ku juga akan melakukan hal yang sama ketika melihat kejadian itu.. " imbuhnya


" Oke baiklah,, kau butuh sesuatu lagi? atau apa yang kau rasakan sekarang.. biar aku panggilkan dokter, " ucap Dion


" Tidak, saya hanya merasa mengantuk.. mungkin saya akan lanjut tidur.. "


" Silahkan kalau begitu, panggil aku jika kau butuh sesuatu, aku berada di sofa itu, " ucap Dion menunjuk sofa yang menjadi tempat tidur nya.


" Apakah tidak sebaiknya bapak pulang saja.. pasti Noval sangat membutuhkan anda saat ini, "


" Aku akan pulang besok pagi, sekarang tidurlah " ujar Dion seraya bangkit dari tempat duduk nya menuju sofa dan berbaring di sana.

__ADS_1


Tak lama kemudian ia terlelap dalam mimpi nya, Sitha yang melihat itu pun tidak bisa berbuat banyak, walaupun sebenarnya dia lebih memikirkan Noval saat ini.


Tapi kenapa Dion malah memilih menunggu diri nya di sini.


__ADS_2