
" Maaf kan aku.. Yang tanpa sengaja telah membuat hati mu terluka, istriku.. " Lirih Dion seraya menghapus air mata yang masih terus menetes di pipi Sitha
...Mendengar kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Dion, sontak Sitha pun mengangkat wajah nya lalu menatap manik mata Dion yang terlihat sayu itu...
" Ka- kamu memanggil ku apa mas, " tanya Sitha terbata untuk memastikan bahwa yang dirinya dengar tidak lah salah
" Istri ku.. " ulang Dion dengan jelas seraya menatap dalam bola mata Sitha yang telah berembun
Sitha terpaku di atas ranjang nya, terdiam dan tidak dapat di pungkiri hatinya sungguh bahagia mendengar panggilan yang baru saja di ucapkan oleh Dion untuk dirinya tersebut
...Namun di sela rasa bahagia itu dirinya pun takut bahwa ini hanyalah sebuah mimpi dan dirinya akan terbangun tanpa ada Dion di hadapan nya seperti saat ini...
" Apa aku tidak salah dengar ? apa aku tidak sedang bermimpi.. " lirih Sitha
" Kau tidak sedang bermimpi, maukah kau memaafkan semua kesalahanku dan menjadi istri sah untuk ku ? " ucap Dion menangkap wajah Sitha untuk memastikan kepada gadis itu bahwa ini bukanlah sebuah mimpi
...Di persekian detik tanpa aba-aba Sitha pun memeluk Dion dengan begitu erat dan menumpahkan tangis nya di sana...
" Jangan menangis.. " lirih Dion membalas pelukan Sitha dengan hangat
" Maafkan aku.. maafkan aku yang selama ini telah mengabaikan perempuan sebaik dirimu, " lanjut nya membelai rambut panjang Sitha dengan lembut
...Kenyamanan, kehangatan serta ketenangan seolah menjadi satu dalam pelukan keduanya kali ini, ini adalah pelukan pertama bagi keduanya dengan rasa yang sama...
...Walaupun belum mengucapkan sepatah katapun tetapi tubuh mereka sudah mewakili hati yang mereka rasakan saat ini...
...Setelah hampir lima belas menit Sitha menumpahkan tangis nya dalam pelukan Dion, perlahan ia pun melepas pelukan tersebut dan tertunduk...
...Ada rasa malu yang ia rasakan kala menyadari bahwa dirinya telah menangis cukup lama seperti anak kecil di pelukan Dion...
" Pergilah ke toilet, cuci muka mu agar segar kembali, seperti nya masih banyak yang akan kita bicarakan nanti " ujar Dion tersenyum
...Seperti anak kecil yang di perintahkan oleh ayah nya Sitha pun menurut saja dan turun dari ranjang untuk mengambil handuk nya di dalam lemari pakaian nya...
...Saat melihat diri nya di pantulan sebuah cermin yang berada di lemari baju nya tersebut sontak Sitha pun menjerit lalu menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya...
" Aagghhh... !! " jerit Sitha
__ADS_1
" Ada apa Sitha. Kamu kenapa, " tanya Dion panik seraya bangkit menghampiri istrinya itu
" Kamu jangan mendekat mas, kamu tutup mata sekarang.. tutup mata...! " ujar Sitha setengah tidak sabar
" Iya tapi kenapa aku harus tutup mata.. ? kamu kenapa .. " ucap Dion memeluk Sitha takut telah terjadi sesuatu pada istri nya tersebut
" Mas aku malu.. " lirih Sitha yang tengah berada dalam dekapan Dion namun membuat nya menjadi semakin gelisah
" Kamu malu kenapa.. "
" Aku.. aku memakai baju seperti ini di depan kamu mas,, " ujar sitha semakin menenggelamkan wajah nya yang sudah terasa panas
...Dion pun mengembangkan senyum nya...
" Hey... kenapa kau harus malu, bukan kah kita ini suami isteri ? dan aku tidak akan berdosa jika melihat nya, lalu kenapa harus malu.. " ujar Dion sedikit terkekeh
Rupanya istri nya itu baru sadar bahwa dirinya saat ini hanya mengenakan pakaian yang sangat pendek
" Iya, tapi aku malu mas. Aku belum terbiasa.. " lirih Sitha pipinya pun terasa sudah seperti buah tomat yang telah matang
" Kau harus mulai terbiasa.. kita harus sama-sama saling terbiasa Sitha, " ucap Dion menangkap wajah Sitha
...Degup jantung nya pun berdetak begitu kencang, baru kali ini suami nya itu menyanjung dirinya dengan begitu manis langsung di hadapan nya...
" Mas... aku harus mandi dulu, " ujar Sitha menjauh dari Dion berjalan dengan terburu keluar dari kamarnya untuk segera pergi ke toilet
...Dan yang paling penting ia harus menenangkan jantung nya itu terlebih dahulu, sungguh tidak baik-baik saja jika ia terus berdekatan dengan Dion dan berada dalam satu kamar dengan nya saat ini...
...Dion pun terpaksa harus melepaskan pelukan longgarnya dari tubuh Sitha dan tersenyum samar melihat tingkah istrinya itu yang tengah mencoba menutupi rasa gugup dan malunya di hadapan nya saat ini...
*
...Beberapa menit kemudian Sitha telah selesai dengan ritual mandi nya, namun ketika ia masuk ke dalam kamarnya kembali...
...Dirinya melihat Dion yang telah tertidur di atas ranjangnya saat ini, suaminya itu masih mengenakan kemeja panjang putih nya, sementara jas hitam nya terlihat tergeletak di kursi meja belajar di pojok kamar nya tersebut...
" Seperti nya mas Dion sangat lelah.. di bangunin nggak yah, kan ini sudah sore.. " batin Sitha seraya menikmati wajah Dion yang terlihat tenang dan semakin tampan meskipun tengah tertidur
__ADS_1
...Sitha tersenyum simpul saat mengingat Dion memeluknya dengan hangat dan menenangkan dirinya dengan begitu lembut hingga membuat hatinya berangsur tenang hingga saat ini...
" Mas.. mas Dion, ayo bangun mas mandi dulu udah mau Maghrib.. " ucap Sitha dengan lembut menepuk-nepuk pipi Dion
...Karena hari memang sudah semakin gelap akhirnya Sitha memutus kan untuk membangunkan suami nya itu agar segera membersihkan diri...
" Jam berapa sekarang, " tanya Dion langsung bangkit dari tidur nya dan mencoba untuk tersadar dari rasa kantuk dan juga lelah yang merasuki tubuh nya saat ini
" Setengah enam mas, saya sudah siapkan air hangat untuk mas mandi.. " jawab Sitha
" Ya, " ucap Dion singkat seraya memijat kening nya, kepalanya tiba-tiba terasa sedikit pusing
" Mas Dion kenapa ? apa mas Dion sedang tidak enak badan.. " tanya Sitha dengan khawatir
" Tidak, aku tidak apa-apa. Dimana aku harus mandi.. " tanya Dion seraya menggulung kemeja panjangnya sampai sebatas lengan
" Mari saya tunjukkan, " ujar Sitha seraya membuka lemari bajunya untuk mengambil kan handuk yang baru untuk Dion
" Tidak usah ambil yang baru, handuk yang tadi kamu pakai saja, " ucap Dion menolak
Sitha sedikit terkejut dan pipi nya kembali memerah saat Dion meminta handuk yang sama dengan yang dirinya pakai tadi
" Tapi.. itu sudah basah mas, " ucap Sitha mencoba untuk bernegosiasi
" Tidak apa, dari pada ambil yang baru "
...Akhirnya Sitha pun mengalah dan memberikan handuk yang ia pakai saat ia mandi tadi, ia juga memberikan sikat gigi dan sabun mandi yang baru untuk Dion...
Lalu menunjukkan letak kamar mandi yang berada di rumah orang tuanya tersebut
" Maaf ya mas, di rumah ibu kamar mandi nya cuma ada satu.. tidak seperti di rumah mas Dion yang setiap kamar tidur pasti ada toilet nya, " ujar Sitha merasa tidak enak, takut jika Dion tidak nyaman berada di rumah nya
" Tidak masalah.. " jawab Dion tersenyum seraya mencubit pipi Sitha sekilas sebelum dirinya masuk untuk membersihkan diri
**
***Hay teman-teman reader's semuanya... othor sangat berterima kasih karena kalian selalu memberikan semangat dan dukungan buat othor agar tetap maju.... 💪💪🙏
__ADS_1
I love you semuanya... peluk jauh dari othor buat kalian semua,,🥰😘😘🙏***