Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 41 Sebuah Hadiah kecil


__ADS_3

Sitha juga berniat setelah menerima gajinya nanti ia akan membeli ponsel baru setelah tahu ponsel lamanya hilang kemarin.


Tapi sekarang ia malah mendapatkan hadiah ponsel keluaran terbaru dari Dion.


Yang Sitha tahu pasti harganya mahal. Butuh waktu bertahun tahun untuk Sitha mengumpulkan uang agar bisa memiliki ponsel seperti itu.


" Pak Dion, ini... " belum juga Sitha menyelesaikan ucapannya Dion sudah memotongnya terlebih dulu.


" Tolong jangan menolaknya, anggap itu sebagai hadiah kecil dariku karena kamu telah merawat putra ku dengan baik. Kau tinggal pake ponsel itu nomorku sudah tertera di situ, sehingga kau bisa menghubungi ku kapanpun, " ucap Dion seraya melangkah pergi tidak ingin mendengar penolakan dari Sitha.


" Pak Dion... " seru Sitha ketika Dion sudah di ambang pintu kamar Noval.


Dion pun menoleh dan melihat Sitha menghampiri nya.


" Trimaksih.. saya sangat menyukainya, " ucap Sitha tersenyum lebar seraya mengangkat ponsel barunya di depan Dion.


Dion kemudian mengangguk pelan dan terlihat seulas senyum menghiasi bibirnya melihat gadis itu senang dan tidak menolak pemberian nya.


" Pergilah tidur di kamar mu, aku akan menemani Noval di sini, " ucap nya.


" Baiklah.. sekali lagi terimakasih, " kemudian Sitha melangkah menuju kamarnya dengan di iringi senyuman yang terus menghiasi bibirnya.


Di dalam kamarnya Sitha mencoba membuka buka ponsel barunya itu,


" Ini sangat keren.. bermimpi saja aku nggak berani untuk punya ponsel sebagus ini, tapi bagaimana dia bisa tahu kalau aku menyukai warna pink..? " lirih Sitha membolak balikkan ponsel nya.


Ketika dia membuka kontak nomor, pandangannya pun tertuju pada satu nomor yang tertera di sana dan telah di beri nama ( Mas Dion ).


" Apa ini, mas Dion?? apa dia yang menuliskan nama ini, " ucap Sitha setengah tidak percaya.


" Ya pastilah dia.. kan ini ponsel baru dari dia, memang siapa lagi yang akan menuliskan, tapi kenapa pake mas segala sih? apa dia mau aku panggil mas ..? husst... Sitha, dia itu bos kamu, masa kamu mau panggil dia mas sih, nggak sopan lah. Lebih baik aku ganti saja jadi pak Dion.. kan lebih enak kedengarannya.. "


ujar Sitha bicara sendiri dengan dirinya dan akhirnya kontak nomor itu dia nama'i pak Dion.


" Nah... gini kan enak, " lanjutnya


Dion membaringkan tubuhnya di samping putra nya yang tengah tertidur pulas itu.


" Sepertinya kau sangat nyaman nak selalu tidur di pelukannya, " ujar Dion memeluk Noval dan ikut memejamkan mata.


**

__ADS_1


Hari ini Sitha sedang mengajari Noval belajar di rumah. Sejak kecelakaan itu Dion memutuskan agar Noval belajar di rumah saja, dan tidak perlu memanggil guru untuk ke rumah lagi, karena di rumah sudah ada Sitha sebagai gurunya.


Sedangkan Sitha sudah minta izin cuti ke kepala sekolah sampai dirinya benar benar sudah sembuh.


" lni kak.. Noval sudah selesai, " ujar Noval memperlihatkan hasil belajarnya kepada Sitha.


" Oh yah.. coba kak Sitha lihat yah, Waahh... Noval memang hebat, ini betul semua lho.. " ucap Sitha senang melihat hasil belajar Noval.


" Yeeyyy.... artinya Noval sudah boleh main dong sekarang kak... "


" Boleh sayang... " ucap Sitha lembut membelai rambut Noval yang halus.


Ting !


ponsel Sitha berbunyi pertanda ada pesan masuk, lalu di lihatnya pesan itu dari Dion.


" Hay Sitha, sedang apa Noval sekarang? " tulis Dion.


Sitha pun kemudian membalas nya.


" Noval baru saja selesai belajar pak Dion.. dan sekarang dia sedang main lebih dulu, " balas Sitha dengan mengirimkan foto hasil belajar Noval tadi.


" Sudah menjadi tugas saya pak.." Sitha memberikan emot tersenyum kepada Dion.


Hening, tidak ada balasan lagi dari Dion setelah itu. Tapi tidak begitu lama terdengar pesan masuk di ponsel Sitha.


" Berapa nomor rekening mu, "


kemudian Sitha memberikan nomor rekeningnya pada Dion.


" Uang mu selama menjaga Noval saat aku di luar kota sudah aku transfer, "


" Apa itu artinya saya sudah di perbolehkan untuk pulang pak.. "


" Tunggu lah Sampai kamu benar-benar sembuh terlebih dulu, selama itu kamu bisa menjadi guru Noval di rumah, dan aku akan menggaji mu untuk itu, " ucap Dion.


" Baiklah.. " balas Sitha singkat


Sebenarnya Sitha pun belum mau pulang dengan keadaannya saat ini, luka lebam masih terlihat jelas di tangan dan kakinya.


Setidaknya setelah luka itu sedikit kempes dia baru berani untuk pulang.

__ADS_1


Malam harinya Sitha menelfon orang tuanya, menanyakan kabar mereka saat ini.


" Hallo assalamualaikum ibu..." salam pembuka dia tunjukkan kepada seseorang di seberang sana.


" Wa'alaikum salam... siapa ini, " karena Sitha menggunakan nomor baru sang ibu pun menanyakan siapa yang telah menelfon nya malam malam begini.


" Ini Sitha bu... bagaimana keadaan ibu dan ayah? sehat kan.." ucap Sitha terdengar sangat halus berbicara dengan sang ibu.


" Sitha...?? bagaimana keadaan kamu nak? apa kamu baik2 saja, kenapa selama empat hari ini kamu tidak menghubungi ibu..? nomor kamu juga tidak aktif terus sayang... ibu sangat khawatir.." Rentetan pertanyaan di lontarkan oleh sang ibu untuk putri satu-satunya itu.


" Ibu... Sitha Alhamdulillah baik baik saja di sini, maaf ya bu.. ponsel Sitha kemarin rusak, dan ini nomor Sitha yang baru.. maaf sudah membuat ibu cemas.. " ucap Sitha terpaksa berbohong pada sang ibu.


" Bismillah.. semoga tidak apa apa aku berbohong kepada ibu tentang ini, ini juga kan untuk kebaikan ibu sama ayah agar tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan ku. Aku dengar jika berbohong untuk kebaikan itu namanya bohong putih.. " batin sitha, walaupun sebenarnya dia tahu betul berbohong dalam bentuk apapun sebenarnya tidak baik, apalagi yang namanya bohong putih itu sebenarnya tidak ada.


" Syukurlah kalau kamu baik baik saja di situ nak.. ibu dan ayah bisa tenang sekarang, " ucap sang ibu merasa lega.


" Iya ibu... bagaimana kabar ibu dan ayah? "


" Alhamdulillah kami semua sehat nak.. "


" Sitha sudah sangat rindu sama ibu dan ayah.." ujar Sitha menahan tangisnya karena baru kali ini ia pergi lama dari sisi orang tuanya.


" Sudahlah sayang.. jangan menangis, tuntaskan dulu pekerjaan mu di sana, dan segeralah pulang jika sudah selesai, " Bu Nani tahu jika Putri nya itu tengah menahan tangis di sana.


" Iya Bu .. " ucap Sitha lirih.


" Baru aja beberapa hari jauh sudah nangis nak.. bagaimana nanti jika kamu telah menikah dan di bawa suami mu pergi jauh dari kami..."


" Ayah.... " suara Sitha manja, karena ponsel beralih tangan kepada sang ayah.


" Ayah apa kabar..? sehat yah.." lanjut Sitha


" Alhamdulillah sehat putriku... ayah hanya rindu pada anak anak ayah.."


" Iya ayah... Sitha akan segera pulang jika sudah menyelesaikan pekerjaan Sitha di sini, ayah ingin oleh oleh apa dari Sitha nanti.. "


" Ayah tidak ingin apa apa sayang.. cukup melihat wajah kamu saja ayah sudah bahagia.. " Obrolan pun berlanjut cukup lama antara anak dan orang tuanya itu, sampai di rasa sudah cukup larut Sitha mengakhiri telefon nya agar orang tuanya bisa segera istirahat.


****


Jangan lupa like, favoritkan dan coment nya ya teman teman.. karena itu sangat berarti buat otor biar semangat menuliskannya.. thanks for kalian...😘😘🙏🙏🥰💋💪💪

__ADS_1


__ADS_2