
" Iya kak, aku mengerti... kakak yang sabar ya kak, insya Alloh akan Sitha sampaikan ini pada ibu. Semoga kak Sarah cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala.. " ucap Sitha ikut prihatin dengan apa yang menimpa kakak nya itu
" Tapi Sitha... aku hanya bisa membantu biaya operasi bapak lima puluh juta saja, karena aku juga harus membayar biaya rumah sakit Sarah... " ucap Bagas terdengar sangat berat mengucapkan nya karena baginya orang tua dan istrinya sama sama penting dalam kehidupan nya
" Iya kak tidak apa apa... selebih nya aku punya tabungan dan aku akan mencari pinjaman kepada teman teman ku dan semoga saja mereka bisa membantu, " ucap Sitha mencoba menenangkan sang kakak walaupun saat ini dirinya sendiri merasa tidak tenang dan bingung untuk mencari biaya tambahan
" Baiklah Sitha, kalau begitu kakak tutup dulu telefon nya . Terus kabari kakak tentang keadaan bapak ya, kakak titip ibu dan bapak sama kamu.. "
" Iya kak, insya Allah.. "
"Assalamualaikum, "
" Wa'alaikum salam.. " Sitha pun kemudian menutup teleponnya
" Ini mbak pesanannya.. " ucap ibu kantin menyerahkan dua bungkus makanan kepada Sitha
" Oh iya Bu .. trimaksih " Sitha pun segera kembali menuju ruangan tempat ayah nya di rawat setelah terlebih dulu membayar makanan yang ia pesan
**
" Apa bapak mau makan Bu ? " tanya Sitha kepada ibunya ketika melihat makanan pemberian dari rumah sakit tergeletak di atas meja samping ranjang ayahnya
" Sedikit sayang.. hanya beberapa suapan, "
" Ya sudah, kalau gitu ibu makan dulu ini Sitha sudah belikan nasi bungkus, ibu makan yang banyak yah Bu.. biar sehat dan bisa jagain bapak di sini, " ujar Sitha seraya mengambil makanan yang telah di beli nya tadi lalu menyajikan nya untuk sang ibu
" Sitha... bagaimana Bagas, apakah dia jadi untuk pulang besok nak ? " Tanya Bu Nani
..." Emm .. insya Alloh Bu, kak Bagas belum kasih kabar lagi nanti Sitha akan coba menghubungi nya lagi ya Bu .. " ucap Sitha enggan untuk mengatakan yang sejujurnya kepada ibu nya saat ini, karena takut akan menambah beban pikiran sang ibu. Biarlah nanti ia akan menceritakan nya ketika suasananya sudah sedikit tenang...
__ADS_1
...Setelah selesai makan siang bersama sang ibu Sitha pun kemudian pamit keluar, ia akan pergi ke ATM untuk mengambil uang yang telah kakak'nya berikan...
...Untung lah ada ATM terdekat di sekitar rumah sakit ini, sehingga ia tidak perlu jauh jauh untuk mencari nya lagi...
**
" Suster... ini biaya untuk operasi ayah saya sus, " ucap Sitha kepada suster yang berada di tempat administrasi rumah sakit
...Ia menyerahkan uang sebesar delapan puluh juta rupiah lalu suster itu pun menghitungnya...
" Selebihnya Bu... ini masih kurang tiga puluh juta lagi, " ucap sang suster setelah menghitung semua jumlah uang yang di berikan oleh Sitha
" Iya sus, selebihnya saya minta kelonggaran waktu, saat ini saya hanya memiliki uang segitu sus.. "
" Baiklah Bu.. kami harap ibu segera menyelesaikan pembayaran nya agar dokter dapat melakukan operasi dengan segera.. "
" Iya sus, " Sitha mengangguk kan kepala nya pada suster kemudian berlalu meninggalkan tempat itu
...Satu persatu ia pun menemui teman temannya namun tidak ada yang bisa meminjamkan uang sebesar itu untuk nya...
" Maaf Sitha... kalau uang sebanyak itu aku nggak punya, tapi kalau kamu mau aku bisa kasih kamu dua juta saja, karena cuma segitu yang aku punya saat ini.. bagaimana ? " ucap Nisa teman masa kecil Sitha yang sama sama mengajar di taman kanak-kanak
" Iya Nisa... aku mau, nanti sisanya akan aku coba pinjam ke yang lain, " ucap Sitha sangat berterima kasih pada teman nya itu
**
...Pagi ini Dion mengantar Noval ke rumah sakit karena penyakit alergi Noval yang tiba tiba kambuh...
...Noval mempunyai riwayat alergi kulit jika ia memakan udang maka kulitnya akan gatal gatal dan memerah...
__ADS_1
...Karena tadi malam Noval memakan jajan yang mengandung udang di dalam nya, karena ia kurang teliti dan tidak membaca terlebih dahulu pada bungkus cemilan tersebut akhirnya pagi nya kulit Noval pun mengalami gatal gatal dan akhirnya Dion membawanya ke rumah sakit...
" Bi.. tolong bawa Noval ke mobil, saya akan mengambil obat untuknya dulu sebentar.. " ucap Dion kepada bi Asih setelah keluar dari ruang periksa dokter
" Iya den, ayo den Noval kita ke mobil dulu.." bi Asih pun kemudian menuntun Noval menuju tempat mobil Dion berada
...Saat Dion berjalan setelah selesai mengambil obat untuk Noval dari kejauhan ia seperti melihat sosok perempuan yang di kenalnya tengah berada di tempat administrasi rumah sakit dan perempuan itu sepertinya tengah berbicara serius dengan suster yang sedang bertugas di sana...
" Saya hanya memiliki uang ini saja untuk saat ini sus.. apa tidak bisa saya melunasinya saat ayah saya selesai di operasi ? ayah saya harus segera di operasi sus... " ucap Sitha terlihat menghapus air matanya yang jatuh dengan kasar seraya memperlihat kan uang yang kemarin ia dapatkan dari teman nya
" Maaf sekali lagi ibu.. ini sudah menjadi peraturan rumah sakit, ibu harus melunasinya terlebih dahulu agar operasi bisa di lakukan secepatnya.. "
" Berapa kekurangan, " terdengar suara bariton yang tiba tiba hadir di antara perdebatan Sitha dan suster tersebut, sontak Sitha pun mengalihkan pandangannya pada asal pemilik suara itu
" Pak Dion... " ucap Sitha lirih memandang laki laki yang tengah berdiri di samping nya saat ini
" Kurang nya tiga puluh juta lagi pak.. " ucap suster itu memberitahukan
" Baiklah saya akan melunasinya sekarang, jadi tolong lakukan operasi nya dengan segera. " ucap Dion seraya memberikan sebuah kartu kepada suster tersebut
" Baiklah pak, operasi akan kami lakukan segera.. terimakasih,, " ucap suster tersebut mengembalikan kembali kartu Dion kepada sang pemilik nya
...Kemudian Dion pun melangkahkan kaki nya meninggalkan tempat itu...
" Pak Dion ... " panggil Sitha mengejar langkah Dion , sontak Dion pun menghentikan langkah nya
" Terimakasih banyak pak anda telah membantu melunasi biaya operasi ayah saya.. saya janji setelah saya punya uang nanti saya akan mengganti nya, " ucap Sitha yang saat ini berdiri di depan Dion
" Sitha... apakah kau lupa saya sudah bukan majikan kamu lagi dan perlu saya ingatkan satu hal lagi kalau saya juga bukan bapak kamu.. apa kau lupa tentang itu, " ucap Dion tanpa melihat wajah Sitha
__ADS_1
" Oh iya, maafkan saya.. mas, mas Dion.. " ucap Sitha sedikit canggung, ia ingat betul waktu itu Dion pun mengatakan hal seperti ini ia tidak suka dirinya menyebutnya dengan panggilan pak