
Di tengah makan malam'nya yang terasa sunyi,
" Lain kali tidak perlu menunggu ku pulang, jika kamu merasa lapar makan lah lebih dulu bersama Noval dan bibi, Sitha . " ujar suara bariton yang tiba-tiba berada di hadapan nya itu
...Dion rupanya telah berganti dengan pakaian rumah nya, wajah nya pun terlihat lebih segar dari sebelumnya dan rambut nya terlihat sedikit basah...
...Membuat gadis yang saat ini duduk di hadapan nya itu terkejut sekaligus merasa enggan untuk mengedip'kan mata nya walaupun hanya sesaat...
...Menikmati wajah sempurna yang telah di anugerah kan tuhan kepada suaminya nya itu...
...Pada saat berada di kamar nya Dion bergegas mengganti pakaian nya serta mencuci muka nya terlebih dahulu pun merasa haus karena tenggorokan nya yang terasa kering...
...Karena merasakan haus ia memutuskan untuk kembali ke dapur mengambil minuman nya, namun saat dirinya turun dari tangga Dion mendapati istrinya itu masih duduk di kursi yang sama saat ia meninggalkan tempat itu tadi...
...Sitha tengah makan malam seorang diri dan terlihat melamun...
...Hingga Dion merasa bersalah karena mungkin gadis itu telah menunggu nya pulang dari bekerja dengan begitu lama hingga perempuan itu tertidur di atas meja makan seorang diri...
...Langkah kaki nya pun menuntun nya untuk segera menghampiri istrinya itu dan duduk di hadapan nya saat ini...
...Dion pun kemudian meraih piring kosong yang berada di hadapan nya lalu mengambil sendiri beberapa makanan untuk dirinya sendiri...
...Walaupun sebenarnya dirinya sudah merasa kenyang karena sudah makan malam, akan tetapi entah kenapa setelah melihat wajah Sitha yang terlihat murung itu membuat nya ingin menemani gadis itu makan malam di meja ini...
..." Maaf karena telah membuat mu lama menunggu dan terlambat untuk makan malam, " Lanjut nya dengan menatap mata Sitha, sadar gadis itu telah menatapnya sedari tadi dengan wajah yang nampak terkejut...
...Buru-buru Sitha pun menundukkan pandangan nya, karena entah mengapa jika bertatapan dengan sorot mata Dion membuat jantung nya tiba-tiba berdebar tak beraturan seperti saat sekarang ini...
__ADS_1
" Enggak kok mas, " jawab Sitha lirih
" Em.. bukan nya tadi mas Dion bilang udah makan di luar mas,, " lanjut nya dengan nada hati-hati
" Iya, tapi setelah melihat makanan di atas meja ini perut ku rasanya lapar lagi.. " jawab Dion membuat Sitha mengembangkan senyum manis nya
...Walaupun terlambat, paling tidak suami nya itu telah mencicipi hasil masakan nya yang telah ia masak dengan sepenuh hati...
...Dan itu membuat hati nya menjadi lebih baik...
...Selesai dengan makan malamnya, Dion dan Sitha pun akhirnya memutuskan untuk segera beristirahat karena malam memang sudah semakin larut...
" Tidak usah di bereskan sekarang Sitha, besok pagi saja. Sekarang istirahat lah pasti kamu sudah lelah " ucapan Dion seolah bernada perintah di telinga Sitha
...Karena lelaki itu tahu pasti Sitha akan membereskan meja dan mencuci piring sisa makan malam mereka berdua...
" Kalau begitu saya ke atas terlebih dulu, " ujar Dion hendak melangkahkan kaki nya meninggalkan ruang makan
" Mas.. " panggil Sitha membuat Dion menghentikan langkah nya dan menoleh pada sumber suara yang telah memanggil nya itu
...Yang di pandang pun memberikan senyum manis nya...
" Ya, ada apa Sitha " tanya nya, manik matanya terpatri pada bibir merah muda yang tengah tersenyum manis padanya itu
" Selamat malam, selamat beristirahat.. " dengan ragu akhirnya Sitha dapat mengeluarkan kata-kata tersebut dari bibirnya
...Sejenak Dion pun terdiam tak menyangka akan mendapatkan ucapan seperti itu dari gadis yang telah di nikahi nya secara siri hampir dua Minggu ini...
__ADS_1
" Ya, kau juga. Beristirahat lah.. " timpal Dion kemudian dengan sedikit mengembangkan senyum nya dan berlalu dari hadapan Sitha
...Pandangan Sitha pun mengiringi langkah Dion hingga tubuh tinggi nan gagah itu hilang di balik pintu kamar yang tertutup...
..." Semoga mimpi indah mas.. " lirih Sitha di sertai senyum yang terus mengembang di bibir merah muda nya itu...
...Walaupun senyum yang di berikan oleh suaminya itu hanya sekilas, tapi sukses membuat gadis muda itu meyakini bahwa malam ini ia akan tertidur dengan mimpi indah...
***
" Kau bertemu dengan nya kemarin? " tanya Dimas yang baru masuk ruangan Dion dan duduk di hadapan sahabatnya itu
" Iya, Diva menemui ku di sini kemarin " jawab sang sahabat tanpa mengalihkan pandangannya dari layar yang selalu setia menemani nya sepanjang hari itu
" Lalu.. ?? " tanya Dimas terlihat serius
" Lalu.. ? lalu kau ini kepo sekali tentang urusan orang lain. Seperti perempuan saja, " jawab Dion melirik tajam pada sahabat nya itu
" Iya dong.. aku ingin tahu dan memastikan tentang hubungan mu dengan Diva sekarang, "
" Kenapa kau seperti nya ingin tahu sekali.. " ujar Dion memicingkan sebelah matanya
" Itu harus... se'tidaknya suatu hari nanti aku bisa berkesempatan menggantikan posisi mu yang saat ini menjadi suami dari istri mu yang saat ini berada di rumah.. " jawab Dimas dengan tersenyum lebar dan pandangan nya seolah tengah menerawang sesuatu
...Dion pun semakin tajam menatap Dimas yang seolah menginginkan dirinya berpisah dari Sitha...
" Maksud mu kau terang-terangan ingin bersaing dengan ku dim.. "
__ADS_1
" Begini ya pak Dion Abraham yang terhormat.. saat ini Diva kekasih mu kan telah kembali, lalu bagaimana dengan nasib Bu guru cantik yang saat ini menjadi istri mu itu,? kalau boleh jujur aku memang menyukai Bu guru Noval itu dari pertama kali aku melihatnya, dan jika anda memilih Diva itu maka aku tidak berkeberatan untuk memperjuangkan cinta ku kembali.. " ucap Dimas seolah tanpa beban mengucap kan kata-kata tersebut di hadapan Dion