
Setelah sampai di rumah dan selesai makan siang nya Dion dan Dimas akan kembali lagi ke kantor.
" Ayah... pulang nya jangan terlalu malam ya yah..? " ujar Noval memeluk sang ayah sebelum ayah nya itu pergi.
" Akan ayah usahakan, oke ? " ucap Dion mengecup singkat kening Noval.
" Dan Noval.. tidak boleh merepotkan kak Sitha dulu, karena dia baru sembuh.." sambung Dion melirik Sitha sekilas dan kembali menatap sang putra.
" Okey ayah ku yang tampan.." ucap Noval memberikan jari jempolnya.
" Baiklah anak ayah yang tidak kalah tampan nya.. ayah akan berangkat dulu, dan kamu Sitha jangan lupa untuk meminum obat mu, " ucap Dion bangkit dari duduknya.
" Insya Allah, saya tidak akan melupakan nya.. " ucap Sitha menganggukkan kepala dan tersenyum kepada Dion.
Dion hanya melihat nya sekilas dan kemudian melangkah meninggalkan meja makan.
Sitha dan Noval mengantarkan Dion sampai di depan pintu. Ketika sudah masuk mobil, Dimas dan Dion melambaikan tangan kepada Noval sampai kendaraan itu keluar pintu gerbang dan tidak terlihat lagi.
Sementara itu Noval pun berlari ke dalam rumah untuk meneruskan bermain nya.
Sementara Sitha masih berdiri di depan pintu dengan tongkat yang masih menemaninya untuk membantu nya berdiri tegak.
Saat Sitha akan menutup pintu tiba-tiba terdengar suara wanita dari arah belakangnya.
" Dimana Dion. " kata wanita itu tanpa basa basi.
Kemudian Sitha membalikkan badan nya, terlihat perempuan cantik yang tengah berdiri di hadapannya.
" Bukankah dia ibu kandungnya Noval.." batin Sitha mengingat siapa perempuan itu.
" Maaf nona.. pak Dion baru saja pergi ke kantor, " ucap Sitha sopan.
__ADS_1
Celin melihat Sitha dan memperhatikan nya dari atas sampai bawah berulang kali.
Tatapan nya seolah mengandung banyak pertanyaan.
" Jadi kau yang telah membuat adik ku Friska masuk penjara, saya tidak habis fikir kenapa Dion bisa membela perempuan seperti kamu, dan memilih memasukkan adik saya ke penjara. " ucap Celin memandang rendah Sitha.
Sitha yang belum mengetahui bahwa yang telah menabraknya tempo hari adalah Friska pun di buat bingung oleh ucapan Celin itu.
" Saya tidak mengerti maksud ucapan anda.. " ucap Sitha di tengah kebingungan nya.
" Saya hanya ingin bilang ke kamu, jangan terlalu bermimpi dan berangan tinggi untuk mendekati Dion apalagi untuk mendapatkan hati nya. Karena kamu sungguh tidak sepadan dengan nya. Ingat itu. " setelah mengucapkan kalimat itu Celin pun pergi meninggalkan kediaman Dion tanpa melihat keadaan Noval terlebih dahulu.
" Apa maksud ucapan nya tadi, aku yang telah menyebabkan Friska di penjara?! dan apalagi tadi jangan bermimpi untuk mendapatkan hati pak Dion..?! apa maksud kata kata ibu nya Noval itu. Aku harus menanyakan nya langsung pada pak Dion, tapi... ponsel ku tidak ada dari kemarin apa hilang waktu aku kecelakaan ? " Sitha yang merasa tiba tiba pusing sekaligus bingung kemudian memutuskan untuk masuk dan beristirahat di kamar nya.
***
" Maaf pak Dion, ada tamu untuk anda " ucap wakil sekretaris Dion setelah mengetuk pintu terlebih dahulu dan di persilahkan masuk.
" Dion. saya ingin bicara dengan kamu " ucap Celin yang sudah berdiri di depan Dion.
" Kau boleh pergi, " ucap Dion kepada karyawannya. Setelah itu Dion masih bergelut dengan pekerjaan nya tanpa memandang Celin sedikit pun.
" Dion tolong bebaskan Friska dari penjara. " suara Celin cukup lantang dengan posisi masih berdiri.
Dion menghentikan sejenak pekerjaan nya lalu kembali lagi terlihat sibuk.
" Dion. Tolong hargai aku sebagai ibu kandung dari Noval..! " geram Celin menutup berkas yang tengah di pelajari Dion.
Dion menghela nafas nya dalam menetralisir amarahnya supaya tidak meledak untuk menghadapi setiap kata kata dari mantan kakak iparnya itu. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah jendela yang lebar berdiri membelakangi Celin.
" Apa yang ingin kau katakan, aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu " ucap Dion dingin.
__ADS_1
" Dion...tolong bebaskan Friska sekarang juga, "
" Saya tidak bisa. "
" Kenapa... apakah gara gara perempuan itu, apa hubungan mu dengan nya sebenarnya Dion? Friska hanya cemburu kau terlihat dekat dengan perempuan lain karena dia sangat mencintai mu dion.. sehingga dia melakukan itu, dia juga sudah meminta maaf padamu, tapi sahabat mu itu tetap membawanya ke penjara, "
" Apa salahnya aku dekat dengan perempuan lain, aku adalah laki laki lajang. Tidak ada yang berhak melarang ku dekat dengan siapapun, termasuk adik mu itu. " ucap Dion membalikkan badan menatap Celin yang berdiri cukup jauh darinya.
" Apakah kau tidak memiliki sedikit saja rasa kepada nya Dion .. dia sudah lama mengagumi mu, dia sudah cukup lama berada di sekitar kamu, apakah kamu tidak menyadari perasaannya itu heh.. " ucap Celin dengan suara lebih lunak.
" Cukup Celin.. !! kau membela adik mu tapi kau tidak mempedulikan anak kandung mu sendiri..! ibu macam apa kamu.. " ucap Dion tersulut emosi karena Celin membela orang yang jelas jelas ingin membuat anak nya terluka.
" Adikmu itu ingin mencelakai Noval, dan untung saja Sitha berada di situ dan menyelamatkan nya. Sehingga tidak terjadi apapun kepada Noval. Seharusnya kau berterimakasih kepada Sitha bukan malah membela adikmu itu Celin..! " terlihat kilat kemarahan di dalam mata elang Dion.
" Dion.. aku sudah menemui Friska dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Friska tidak berniat menabrak Noval dia hanya ingin memberikan sedikit pelajaran kepada wanita itu agar jangan terlalu dekat dengan mu, itu saja, Friska sangat mencintai mu Dion .. jadi tolong bebaskan dia sekarang, dia pun sangat menyayangi Noval seperti kamu juga menyayangi nya... " ucap Celin memohon.
" Ckk menyayangi Noval kau bilang, kau saja yang telah melahirkan nya ke dunia ini tidak mempedulikan nya. Apalagi orang lain! pergilah...!! jangan membuang waktu ku yang penting untuk berdebat dengan orang yang tidak penting seperti mu dan adik kriminal mu itu. " Ucap Dion mengusir Celin.
" Aku ibu kandungnya.. sudah pasti aku memperdulikan nya Dion, kau hanya paman nya bukan orang tua nya, ingat itu. "
" Benar aku adalah paman nya, tapi aku yang telah membesarkan dan merawatnya saat kau dan mantan suami mu itu tidak memikirkan kehadiran nya. Dan aku yang lebih berhak atas nya sekarang. " kemudian Dion memanggil satpam untuk membawa Celin keluar dari ruangannya.
Dua satpam kemudian masuk dan siap membawa Celin keluar.
" Aku bisa sendiri !! " ucap Celin kemudian keluar melenggang melewati kedua satpam tersebut dan menatap Dion geram.
" Kami permisi pak.. " ucap kedua satpam itu mengundurkan diri.
Di lobi bawah setelah keluar dari lift Celine pun berpapasan dengan Dimas yang baru datang setelah selesai dengan pekerjaan nya di luar.
Mereka saling menatap tanpa sapaan ataupun suara sedikitpun. Tatapan Dimas yang penuh tanda tanya kenapa Celine bisa ada di tempat ini dan tatapan Celine yang penuh amarah dan kebencian menatap Dimas.
__ADS_1