
Aku melihat Celine di bawah tadi, apa dia habis menemui mu? " tanya Dimas ketika masuk ruangan Dion lalu duduk di depannya.
" Ya, dia memintaku untuk membebaskan adiknya itu dari penjara " ucap Dion lalu bersandar di kursinya dan memijat keningnya yang terasa pusing.
" Lalu, apa jawaban mu " ujar Dimas seraya mengambil berkas berkas yang telah di tanda tangani oleh Dion.
" Jawaban ku sudah pasti kau tahu itu .. " ucap Dion kepada sahabat nya itu.
" Dim... tolong urus surat adopsi Noval untuk ku secepat mungkin. Aku tidak mau jika nantinya dia mengambil Noval dari ku, atau memanfaatkan Noval untuk melemahkan ku. " Ujar Dion serius.
" Apa yang sudah Celin katakan padamu sebenarnya " ucap Dimas heran kenapa Dion mengatakan hal seperti itu.
" Dia hanya mengatakan jika Noval adalah anak kandungnya dan dialah yang lebih berhak atas nya dari pada aku. "
" Anak kandung yang terbuang maksud mu " ujar Dimas mengerti arah kemauan Dion.
" Kau sudah paham tentang itu, jadi aku minta kau harus segera mengurus surat adopsi itu secepatnya. " ucap Dion menatap Dimas.
__ADS_1
" Kau tenang saja, akan aku urus segera dan Noval akan aman di tangan mu. Sepertinya kau butuh ngopi siang ini, aku akan memesankan dulu untukmu. " ucap Dimas berlalu keluar dari ruangan Dion.
**
Sitha tengah membantu bi Asih memasak di dapur karena sebentar lagi jam untuk makan malam.
Sedangkan Noval tengah bermain mobil mobilan kesayangan nya tidak jauh dari tempat Sitha duduk.
" Aduh non Sitha mending istirahat ajah non di kamar.. biar cepat sembuh, non kan baru pulang dari rumah sakit non.. " ucap bibi.
" Sitha udah baikan ko bi.. Sitha udah istirahat seharian di kamar, bosen.. mending di sini sama bibi, " ujar Sitha seraya memotong sayuran.
" Iih bibi bisa aja... Sitha nggak se' sempurna itu ko bi, " ucap Sitha enggan untuk di puji.
" Bibi ngomong kenyataan ko non.. dan lagi non Sitha itu ke'ibuan.. sayang sama anak anak, buktinya den Noval sayang banget sama non, "
" Itu kebetulan aja bi.. memang Sitha dari dulu seneng sama anak kecil, " ujar Sitha menyerahkan sayuran yang sudah selesai di potong kepada bibi.
__ADS_1
Setelah selesai memasak Sitha dan bibi menemani Noval menonton tv di ruang tengah sambil menunggu Dion pulang.
" Bi... Noval udah laper nih, ko ayah belum pulang juga sih,, " Noval memegang perutnya yang sudah keroncongan itu.
" Oh... den Noval udah laper yah, biar bibi ambilin makanan dulu ya den, aden makan duluan ajah.. takut ayah pulang nya malem, " ujar bibi seraya bangkit dari duduknya.
" Iya deh.. padahal ayah udah janji tadi siang sama Noval mau pulang lebih awal, " ujar Noval cemberut.
" Mungkin ayah masih sibuk Noval.. atau sedang ada rapat, " ucap Sitha mengelus kepala Noval yang duduk di sampingnya.
" Ini den.. makanan nya, " ucap bi Asih
" Biar Sitha aja yang nyuapin Noval ya bi.. " kemudian Sitha mengambil piring dan gelas berisi air putih itu dari tangan bibi.
" Bibi ajah nggak papa ko non yang nyuapin den Noval, "
" Udah bibi duduk ajah sambil liat tv, bibi kan udah cape seharian ngurus rumah.. " ucap Sitha tersenyum ramah kepada bibi.
__ADS_1
Sebenarnya Noval sudah biasa makan sendiri, tapi karena sedang ngambek sehingga Sitha memutus kan untuk menyuapi nya.
"