
" Tolong panggilkan OB dan suruh ke ruangan saya sekarang, " ucap Dion lalu menutup kembali panggilan telefon nya
" Diva... kamu memang tidak pernah berubah. " Desah Dion
**
...Sore ini setelah selesai dengan sholat Ashar nya, Sitha pun pergi ke halaman depan rumah berniat untuk menyiram tanaman yang ada di sana...
Tetapi ketika sampai di halaman ia mendapati mobil Dion yang telah terparkir rapi di sana
...Sitha merasa heran karena jarang sekali semenjak ia tinggal di rumah ini, pada jam seperti ini Dion telah pulang dari bekerja dan telah berada di rumah...
" Lho, ini kan mobil nya mas Dion ? mas Dion udah pulang, tapi kan ini baru jam empat sore.. " ucap Sitha pada dirinya sendiri lalu masuk lagi ke dalam rumah untuk mencari bibi
" Bi... " panggil Sitha ketika melihat keberadaan bibi di dapur
" Iya non, ada apa ? " tanya bibi dengan lembut
" Em.. itu bi, emang mas Dion udah pulang ya bi, " tanya Sitha
" Tadi Sitha lihat mobil nya ada di depan soal nya, " lanjut nya
" Oh.. den Dion, iya non den Dion udah pulang. Baru aja, Seperti nya den Dion lagi nggak enak badan non. Soalnya tadi tanya persediaan obat sama bibi.. setelah bibi kasih obat nya, den Dion langsung naik ke atas. Mau istirahat katanya.. " jelas bi Asih panjang lebar
" Oh.. gitu ya bi, emang mas Dion sakit apa.. " tanya Sitha, tidak dapat di pungkiri kalau hatinya sangat mengkhawatirkan keadaan suami nya itu
" Bibi juga nggak tahu non, tadi sih bilang nya cuma nggak enak badan ajah katanya.. " ujar bibi
" Ya udah bibi mau nyapu halaman belakang dulu ya non, sekalian mau lihat den Noval. Soalnya den Noval lagi main di halaman belakang juga, " ujar bibi
" oh iya bi, " bibi pun berlalu dari hadapan Sitha dan melangkah kan kaki nya menuju halaman belakang yang luas dan sejuk itu
" Mas Dion sakit apa yah,, apa aku ke kamar nya aja buat lihat keadaan nya. Tapi takut malah ganggu kalau dia lagi istirahat lagi, " lirih Sitha terus menatap ke arah tangga berharap suami nya itu tiba-tiba muncul
...Akhirnya Sitha pun ber inisiatif untuk membuatkan bubur untuk suami nya itu...
...Setelah berkutat dengan peralatan memasak nya yang berada di dapur, tidak sampai sepuluh menit bubur buatan Sitha pun telah siap...
...Aroma nya yang gurih dan menggugah selera pun memenuhi setiap sudut dapur tersebut...
__ADS_1
" Udah siap deh.. tinggal bawa ke kamar mas Dion. Semoga mas Dion mau makan bubur ini, " lirih Sitha tersenyum penuh harap
...Sitha pun membawa satu mangkok bubur yang masih panas itu serta satu gelas air putih hangat menuju kamar Dion...
...Setelah sampai di depan pintu kamar yang tertutup itu, gadis itu pun kemudian mengetuk pintu secara perlahan...
Tok !
Tok !
" Mas.. " namun hening tidak ada jawaban apapun
Karena di dorong rasa khawatir akhirnya Sitha pun perlahan membuka pintu kamar tersebut,
...Terlihat kamar yang luas itu sedikit berantakan karena Dion melepas sepatu dan pakaian kerja nya dan menaruh nya secara sembarang...
...Sitha pun meletakan bubur yang ia bawa di atas meja kecil yang berada di dalam kamar tersebut kemudian merapikan barang-barang yang berserakan di atas lantai...
...Sementara Dion terlihat tengah terlelap di bawah selimut tebalnya...
...Setelah semuanya rapi seperti sedia kala, Sitha pun kemudian menghampiri ranjang suaminya itu lalu duduk di samping ranjang yang berukuran besar itu seraya menikmati wajah Dion yang tengah terlelap namun terlihat lelah di sana...
" Mas, mas Dion.. " namun Dion masih tetap bergeming
...Entah keberanian dari mana Sitha pun mengulurkan tangan nya dan memegang kening Dion dengan telapak tangan nya untuk memastikan keadaan suami nya itu...
" Ya ampun, Mas Dion demam. " kaget Sitha setelah merasakan telapak tangan nya yang terasa panas setelah menyentuh kening Dion
" Aku akan ambilkan kompres hangat buat kamu mas, " lirih Sitha dan segera bangkit dari duduknya
...Namun kemudian tangan Dion menahan nya dan dengan rasa terkejut akhirnya Sitha pun duduk kembali...
" Mas, kamu demam.. aku ambilkan kompres sebentar yah, " ujar Sitha menatap pada mata Dion yang masih nampak terpejam itu
" Tidak usah, " ujar Dion seraya melepaskan genggaman tangan nya dari lengan Sitha
" Kalau begitu mas Dion makan dulu bubur ini, mumpung masih hangat. Setelah itu minum obatnya ya mas, " ujar Sitha meraih mangkok yang berisi bubur yang ia buat tadi di atas meja
" Sitha.. kamu bisa mijit ? " tanya Dion masih tetap dengan memejamkan matanya
__ADS_1
" Mijit.. ? em, bisa sih mas. tapi sedikit.. " jawab Sitha tampak ragu dengan kemampuan nya untuk memijat
" Kalau begitu tolong pijit badan ku, rasanya seluruh badan ku terasa pegal. Setelah di pijit aku harap tubuh ku bisa fit kembali, " lirih Dion perlahan membuka kedua mata nya menatap ke arah Sitha yang tengah duduk di samping tempat tidur nya
...Dengan sedikit ragu akhirnya Sitha pun mengangguk kan kepala nya...
...Dion pun bangkit dan kemudian membuka kaos nya, ketika Dion membuka kaos itu di hadapan Sitha...
...Gadis itupun buru-buru memalingkan wajah nya. Kedua pipinya terasa panas menyaksikan tubuh kekar setengah telanjang suami nya itu...
...Dan tentang keadaan jantung nya sekarang ia rasa sedang tidak baik-baik saja, karena detakan nya seolah seperti genderang yang akan maju untuk perang...
...Sementara Dion hanya menatap tanpa ekspresi pada istri sirinya itu...
" Mulai lah, " perintah Dion setelah membalik kan badan nya di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap
" Bismillah, aku bisa.. kamu pasti bisa Sitha, " batin Sitha meyakinkan pada dirinya sendiri
" Dia ini suami mu Sitha.. suami mu,, " batin Sitha terus berucap untuk menyemangati dirinya agar sebisa mungkin tidak gugup
Perlahan tangan mungil nya pun mendarat pada punggung Dion yang telah terbuka itu
...Dengan perlahan gadis itu pun memulai pijatan nya yang untuk pertama kalinya untuk sang suami...
...Sebenarnya ia tidak begitu pandai dalam hal memijat, akan tetapi dulu ia sering melihat rutinitas yang ibunya lakukan untuk ayah nya dulu sewaktu di rumah...
...Sehingga sedikit banyak nya Sitha mengerti teknik memijat yang ibunya lakukan kala memijat sang ayah...
...Sentuhan-sentuhan halus nan mungil pun perlahan Dion rasakan pada bagian belakang tubuh nya itu...
...Semakin lama sentuhan itu terasa semakin memabukkan hingga Dion memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh istrinya itu...
...Tangan-tangan Sitha seolah menari-nari di balik punggung nya...
***
***Hay reader's semuanya.. ayo beri dukungan pada cerita ini yah,, 🥰 like dan dukungan dari kalian semua sangat berarti buat otor lho...
.🙏🙏🙏
__ADS_1
Terimakasih for you,,,😘😘💪🙏***