Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 75 Perasaan aneh


__ADS_3

...Sontak mendapat pelukan yang mendadak seperti itu membuat Dion sangat terkejut, terlebih saat ini mereka sedang tidak berdua. Ada tiga orang lagi dalam ruangan yang sama dengan mereka saat ini...


..." Astaga, kenapa gadis ini memeluk'ku tiba-tiba seperti ini di depan kedua orangtuanya. Dan pelukannya ini sangat erat, " batin Dion berdiri mematung di tempatnya dengan jantung yang berdegup kencang...


...Sementara pak Ramli dan Bu Nani nampak serius mendengarkan penjelasan dari dokter tentang hal-hal yang belum boleh di lakukan oleh pak Ramli setelah kepulangan nya dari rumah sakit setelah ini...


...Nampak Sitha masih belum sadar siapa yang di pelukannya saat ini, dirinya masih sangat bahagia setelah mendengar kabar yang di ucapkan dokter...


...Hingga tangan Dion membalas pelukannya itu, mendarat kan tangan kekarnya pada bahu gadis tersebut...


...Ikut merasakan kebahagiaan istrinya itu serta untuk mengusir rasa canggung ketika mendapati kedua orang tua Sitha sesekali mencuri pandang pada mereka berdua...


...Walaupun Dion sendiri masih merasa sedikit gugup di peluk dengan tiba-tiba di depan mertua nya secara langsung seperti ini...


...Pelukan Dion yang semakin erat di bahunya itu membuat Sitha membuka matanya yang terpejam dan perlahan menyadari apa yang di lakukan nya saat ini...


...Buru buru gadis muda itu melepaskan kedua tangannya dari pinggang kuat sang suami dan kembali berdiri di tempatnya dengan perasaan yang sangat malu pada semua orang yang berada di ruangan tersebut...


...Apalagi dengan laki-laki yang berdiri dengan gagah di sampingnya sekarang ini, apa yang akan di pikir kan laki-laki itu dengan sikapnya ini. Sitha sungguh merutuki dirinya sendiri...


" Maafkan saya mas, tadi itu refleks. " Lirih Sitha merasa sangat tidak enak hati


...Walaupun kedua orang tuanya terlihat biasa saja dengan tingkah anak nya itu, mereka maklum karena Sitha dan Dion masih pengantin baru jadi wajar saja jika mereka bermesraan seperti itu...


...Dion pun melepaskan genggaman tangan nya pada bahu gadis cantik yang saat ini sudah berstatus istrinya itu, bersikap acuh dan kembali mendengarkan penjelasan dokter yang saat ini berada di hadapan nya...


Lain halnya dengan Sitha, yang merasa sangat malu dengan kelakuan nya saat ini.

__ADS_1


" Ya ampun..?! kenapa aku tiba-tiba nggak sadar dan memeluk mas Dion di depan umum seperti ini sih..?! kan jadi malu dan nggak enak sama dia. Semoga saja mas Dion tidak merasa tersinggung dan marah sama aku.. " batin Sitha harap-harap cemas dengan kelancangan nya itu


...Setelah kepergian dokter, Dion pun ijin untuk keluar ruangan sebentar...


...Sedangkan Sitha tengah berbincang dengan sang ibu di temani oleh Noval duduk di sofa...


...Gadis itu sedikit memperhatikan sang suami yang perlahan menghilang di balik pintu yang tertutup...


..." Kalau begitu Sitha keluar sebentar ya Bu, Sitha mau urus dulu biaya kepulangan bapak. Noval di sini sebentar ya sama nenek,, " ucap Sitha dan di angguki oleh sang ibu, sementara Noval pun tidak keberatan. Bocah itu juga sudah sangat rindu lama tidak berjumpa dengan kakek neneknya itu ...


...Sitha melangkahkan kakinya menuju tempat resepsionis untuk menanyakan biaya kepulangan sang ayah...


..." Pasien atas nama pak Ramli sudah di perbolehkan untuk pulang hari ini ya Bu.. dan tidak ada biaya lagi karena semua biaya sudah lunas. Bapak itu yang telah melunasinya, " ujar sang suster menunjuk pada seseorang yang baru saja masuk di depan pintu utama rumah sakit dengan menundukkan kepala memainkan ponsel yang berada di genggaman tangan nya saat ini...


Sitha pun mengikuti arah yang di tunjukkan oleh sang suster,


...Sementara Dion sendiri tidak menyadari keberadaan Sitha saat ini ...


" Kalau begitu terimakasih banyak ya suster, " ucap Sitha dan buru-buru melangkahkan kakinya untuk segera menyusul sang suami yang sudah berjalan cukup jauh di depannya


" Mas Dion..! " panggil Sitha mencoba menghentikan langkah Dion yang panjang


...Mendengar ada yang memanggil namanya, Dion pun kemudian menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah belakang...


...Dilihat nya gadis muda nan anggun mencoba berlari kecil ke arahnya disertai senyum nya yang manis...


Membuat kedua mata Dion tidak berkedip menikmati senyuman itu yang terlihat sangat bahagia

__ADS_1


" Mas.... " Lirih Sitha setelah sampai di depan suaminya itu dengan dengan masih mengembang kan senyum manis nya


" Kenapa kamu berlari seperti itu, apa yang sedang kamu kejar " tanya Dion menyadarkan nya untuk segera mengakhiri tatapan nya pada gadis cantik yang berada di depannya saat ini


" Mas, saya ingin mengucap kan banyak terimakasih.. karena mas Dion sudah sangat berbaik hati selalu menolong saya di saat-saat tersulit saya. Entah dengan apa saya harus membalas kebaikan mas Dion, saat ini saya tidak cukup mampu untuk mempunyai uang atau pun benda berharga untuk membalas nya.. " ucap Sitha dengan panjang lebar dan mata yang berkaca-kaca menatap dalam suaminya itu


" Dan saya juga ingin meminta maaf atas kelancangan saya telah memeluk mas Dion di depan banyak orang seperti tadi, saya sungguh tidak sadar dengan apa yang saya lakukan itu. Saya hanya merasa sangat bahagia mendengar bapak telah sembuh dan di perbolehkan untuk pulang,, " lanjut nya dengan menunduk kan kepala nya menyesal. Sungguh dirinya sangat takut jika sampai Dion tersinggung dengan perbuatannya itu


...Sejenak Dion terdiam mengamati gadis yang memakai gamis panjang berwarna merah muda dengan jilbab motif bunga-bunga kecil itu, sungguh penampilan yang sederhana tapi mampu menarik perhatian dan hati Dion...


...Walaupun sampai saat ini lelaki dewasa nan gagah itu belum menyadari perasaan nya yang sesungguh nya pada gadis cantik yang telah di nikahi nya itu...


..." Apakah menurut mu semua perbuatan itu harus mendapat kan balasan, Sitha ? dan tentang pelukan itu lupa kan lah. Kamu tidak harus membebani pikiran mu dengan kejadian itu. " Jawab Dion kembali menatap wajah teduh sang istri yang masih menunduk kan kepala nya itu...


Terlihat Sitha mengangguk kan kepala pelan


" Jika saya cukup mampu untuk membalas perbuatan baik itu, maka sebisa mungkin akan saya lakukan mas.. " Ucap Sitha perlahan mengangkat kembali wajah' nya menatap mata sang suami dan terasa begitu yakin


...Terlihat raut muka Dion seperti tengah berfikir sejenak, lalu melangkah kan kaki nya lebih dekat lagi di depan Sitha hingga jarak mereka hanya kurang dari sejengkal saja saat ini, membuat mata kedua nya saling beradu seolah mencari sesuatu di dalam tatapan itu...


...Untung lah saat ini di sekitar mereka sedang tidak ada orang yang tengah berlalu lalang, mengingat mereka tengah berada di tempat umum ...


" Kalau begitu, jadilah istri yang baik untuk ku. Sitha Azzalfa, " ucap Dion, terasa sangat hangat terdengar di telinga Sitha


" Insya Allah. Akan saya lakukan atas perintah suami ku, dan kehendak Tuhan ku.. " ucap Sitha dengan tatapan mata nya yang memancar kan keyakinan atas ucapan nya itu


...Membuat hati Dion tahu dimana tempat ia harus berlabuh saat ini....

__ADS_1


__ADS_2