
Pagi ini semenjak Sitha bangun dirinya tidak melihat keberadaan Dion di rumah sakit.
Seorang perawat masuk dan membawakan sarapan pagi untuk nya kemudian perawat itu mengganti infus di tangan Sitha yang sudah hampir habis.
" Silahkan mbak Sitha.. waktu nya untuk sarapan,, " ucap sang perawat setelah selesai mengganti infus itu.
" Terimakasih suster .." ujar Sitha dengan ramah.
Suster tersebut mengangguk dan tersenyum ramah pula.
" Jika anda membutuhkan sesuatu silahkan tekan tombol biru itu dan otomatis akan terhubung dengan perawat atau dokter yang sedang bertugas.." ujar perawat memberitahu tombol darurat yang terdapat di samping ranjang pasien.
" Baiklah.. saya mengerti, " ucap Sitha
" Sebelum saya pergi, apakah ada sesuatu yang anda inginkan atau butuhkan ? "
" Emm... maaf sebelumnya, apakah suster melihat lelaki yang menunggu saya di ruangan ini tadi malam.." tanya Sitha memberanikan diri menanyakan keberadaan Dion yang sejak dirinya membuka mata tidak melihat keberadaan nya lagi.
" Oh.. pak Dion pergi beberapa jam yang lalu ketika anda masih tertidur.. " ucap perawat tersebut memberi tahu dengan ramah kepada Sitha.
" Oh... begitu yah.."
" Apakah ada sesuatu yang anda butuhkan ? "
" Oh tidak suster... terimakasih, " perawat itupun kemudian mengangguk dan keluar untuk memeriksa pasien yang lain nya.
__ADS_1
" Pak Dion kan orang yang sangat sibuk.. pasti dia sedang banyak urusan pagi ini, " gumam Sitha lirih
**
Sementara itu seorang lelaki tengah melajukan kendaraannya dengan kecepatan rata-rata di tengah padatnya jalanan kota pagi ini.
Tak berapa lama mobil itu masuk ke halaman rumah minimalis namun klasik yang cukup luas.
" Ini cctv yang di ambil langsung dari tempat kejadian.." Dimas menyerahkan laptop itu kepada Dion.
Dion menerima nya dan melihat cctv itu dengan intens serta sorot mata yang sulit di artikan.
" Pemilik mobil itu sebentar lagi akan sampai ke sini, " tambah Dimas menatap serius kearah Dion.
Dion tidak menjawab sepatah katapun. Dia terus menatap cctv dari laptop Dimas dengan serius.
Melihat itu emosi Dion terasa ingin meledak menyaksikan putra nya yang hampir saja menjadi korban.
Dan dia sangat bersyukur ada orang sebaik Sitha yang mau menolong putra nya tanpa mempedulikan keselamatan dirinya sendiri.
" Ada keperluan apa sampai kau memanggilku ke sini Dimas, " terdengar suara seorang perempuan memasuki rumah Dimas.
" Selamat datang nona Friska.. " ucap Dimas menyambut kedatangan nya dengan senyum yang tidak bisa di artikan.
" Cepat katakan ada apa, aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni orang seperti kamu, " ujar Friska melipat kedua tangannya berdiri di depan Dimas.
__ADS_1
" Waow..... santai nona,, aku hanya kangen ingin bertemu dengan mu. Karena kita sudah lama tidak bertemu.." Dimas menghampiri Friska dan berdiri tepat di depan nya.
" Ckk.. ! aku banyak urusan. permisi ! " Friska berbalik dan hendak melangkah pergi.
Namun suara Dimas menghentikan langkahnya.
" Pulanglah.. dan tunggu polisi akan datang ke rumah mu untuk menangkapmu. " seketika Friska berhenti dan menoleh pada Dimas.
" Apa maksudmu hah...!! "
" Apa yang telah kamu lakukan pada Sitha juga Noval.." tanya Dimas dengan santai.
Seketika raut wajah Friska berubah panik mendengar nama itu.
" Memangnya apa yang telah aku lakukan, aku tidak melakukan apapun pada mereka ! " ucap Friska.
Dirinya tidak bisa menyembunyikan kegugupan nya di depan Dimas.
" Ohh... seperti itu, baiklah. Lalu apa ini dan siapa pemilik mobil berwarna kuning dengan nomor polisi yang tertera dalam cctv yang terdapat di sekolah Noval kemarin siang.. ?! bukankah ini mobil milikmu..??! " ujar Dimas ikut geram kepada wanita itu dan memperlihatkan cctv di laptopnya kepada Friska.
Dengan keringat yang keluar membasahi keningnya Friska berusaha tenang di hadapan Dimas saat ini.
" Ya, itu memang mobilku. Tapi aku tidak tahu apa apa tentang ini. Aku baru saja pulang liburan di Bali Dimas...! " bela Friska
" Friska... Friska. alasan mu tidak bisa di terima dan polisi akan segera menangkapmu. " Dimas menunjuk wajah Friska dan menatap nya dengan tajam.
__ADS_1
" Dimas tolong... jangan laporkan aku pada polisi, iya memang aku yang telah menabrak wanita itu.. aku hanya ingin memberi pelajaran sedikit padanya karena dia sangat menyebalkan karena dia selalu mencari perhatian Dion dan menjadi prioritas Noval.. aku tidak terima itu Dimas.. tolong mengertilah aku.. dan jangan memberi tahu pada Dion tentang ini, aku akan membayar berapapun yang kau minta Dimas... kumohon, " ujar Friska meyakinkan Dimas.
" Terlambat, karena aku sudah mengetahuinya.. "