
Lalu Dimas berjongkok dan memeluk Noval penuh sayang.
" Maaf ya om telat, tadi om jemput kamu ke sekolah, tapi kata bapak satpam.. kamu pulang bersama Bu guru.. " ucap Dimas seraya mencubit gemas ke dua pipi Noval.
" Iya om gapapa,, " timpal Noval.
Lalu Dimas berdiri dan melemparkan senyuman untuk perempuan cantik yang berdiri tak jauh dari mereka.
" Perkenalkan saya sitha.. guru Noval di sekolah nya" ucap sitha .
Dimas di buat terkesima oleh wanita di Depan nya tersebut, wanita yang tinggi badannya sekitar 168, wajah nya yang cantik, dan pandangan mata nya yang meneduhkan. Membuat yang memandang nya merasa nyaman.
" Oh ya, perkenalkan juga saya Dimas. " timpal Dimas memperkenalkan diri nya juga.
" Maaf tadi saya bawa Noval ke rumah saya.. karena dia sudah menunggu jemputan nya terlalu lama,, kasihan kalau di tinggal sendirian.. "
" Ya bapak satpam sudah menceritakan nya tadi pada saya. Dan trimakasih banyak Bu guru.. maafkan saya yang sudah telat untuk menjemput nya.. " ujar Dimas sambil mengacak rambut Noval.
" Ya karena ayah dan om Dimas selalu sibuk bekerja, jadi sering telat jemput aku... " celetuk Noval cemberut.
" Dan kami sangat menyayangi mu bocah gembul.. " jawab Dimas lalu mencium pipi gembul Noval ber ulang ulang.
" Ihh.... om...!! hentikan...!! aku udah besar dan om tidak boleh mencium pipi ku sembarangan." kesal Noval karena merasa malu di cium oleh Dimas di depan Bu guru nya.
Dimas pun menghentikan aksi nya dan tertawa kecil menanggapi celotehan Noval.
Sitha yang menyaksikan itu hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala.
" Oke.. kalau begitu ayo kita pulang sekarang. " ujar Dimas.
Noval hanya mengangguk dan mengusap usap ke dua pipi nya yang tadi telah di cium oleh Dimas tadi. Berharap bekas ciuman om Dimas itu segera hilang. karena Noval tidak suka di cium.
" Maaf sekali lagi karena telah merepotkan Anda .. dan trimakasih telah menjaga Noval.. " ujar Dimas.
" Tidak merepotkan sama sekali pak, malah saya senang bisa bermain dengan Noval.." timpal Sitha tersenyum memandang ke arah Noval yang tengah cemberut.
" Baiklah... kalau begitu kami pamit dulu, ayo Noval pamit lah pada Bu guru.." ajak Dimas.
" Iya... Bu guru,, Noval pulang dulu yah, " ujar Noval mencium punggung tangan Sitha.
" Iya Noval... hati hati di jalan yah,, "
" Besok Noval boleh main lagi kan ke sini,, "
" Tentu boleh.. kapanpun Noval mau ke sini sangat boleh.." jawab Sitha tersenyum.
" Horeeee......!!! terimakasih Bu guru... " ujar Noval melompat lompat kegirangan.
Tak berapa lama ke dua nya sudah di dalam mobil dan meninggalkan rumah Sitha.
Setelah mengantar Noval pulang Dimas melajukan kendaraannya menuju kantor tempat nya bekerja.
**
Selesai sitha melaksanakan sholat Dzuhur nya dia mengecek handphone nya yang berbunyi, pertanda ada pesan masuk.
__ADS_1
Pesan itu dari teman nya yang kuliah di universitas yang sama dengan Rendy.
Mereka dulu satu sekolah di SMA yang sama.
Sitha membuka pesan tersebut dan merasa heran.
Tama mengirimkan nya gambar Rendy yang sedang memberikan kue ulang tahun kepada seorang wanita.
Di sekelilingnya berkumpul teman teman yang lain bertepuk tangan.
Terlihat penuh gembira mereka di foto tersebut terutama Rendy dengan wanita itu.
Seolah mereka pasangan yang tengah memberikan kejutan.
Tertulis di bawah caption foto itu Tama menuliskan " mereka baru saja jadian. "
Seketika Sitha membulatkan mata dan menutup mulutnya.
Lalu Sitha mencari kontak nomor yang bertuliskan nama Rendy dan menekan tombol hijau.
Ber ulang kali Sitha menelepon Rendy tapi tak kunjung juga di angkat.
Hingga panggilan yang ke 10 Sitha tetap tidak mendapat jawaban.
Akhirnya sitha mengirim balasan untuk Tama.
" Apa maksud kamu tam..??" tulis sitha.
" Seperti foto dan kata ku tadi Sitha... mereka baru saja jadian, Rendy menyatakan perasaannya kepada wanita tersebut. "
Inikah jawaban selama ini Rendy jarang sekali membalas chat atau bahkan menelpon diri nya.
Terasa pusing Sitha memutuskan untuk merebahkan tubuh nya di tempat tidur, memejamkan mata dan ingin bangun berharap ini cuma mimpi sesaat.
**
Dimas masuk ke ruangan Dion dengan semangat di iringi siulan siulan nya. Lalu duduk di sofa pojok ruangan Dion.
" Apakah kau sudah mengantarkan Noval pulang dim.. " tanya Dion dengan pandangan heran karena teman sekaligus asisten pribadi nya itu terlihat sedang gembira siang ini.
" Sudah dong.. tepat waktu. " jawab Dimas mengacungkan dua jempol nya kepada Dion.
" Kau terlihat sangat bahagia... ada apa, "
" Kau tau... hari ini aku bertemu dengan gadis cantik,, dan itu membuat mood ku lebih baik siang ini, " ucap Dimas seraya menyandarkan tubuhnya ke sofa, teringat wajah gadis beberapa menit yang lalu di temui nya.
" Cuihh..... kau ini, sudah sana cepat kembali bekerja jangan makan gaji buta ." ujar Dion mengusir kawan karibnya itu agar keluar dari ruangannya.
" Oke oke.. pak bos, lalu bagaimana kelanjutan hubungan mu dengan Diva bro,, "
" Entahlah.. biarkan dia melakukan apapun yang dia suka, "
" Lalu kamu masih menyukainya.. "
" Sampai saat ini iya, tapi aku tidak jamin ke depan nya. "
__ADS_1
Dimas mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Dia memilih karir nya ketimbang kamu bro.. tapi kamu masih setia dengan nya.. " timpal Dimas.
Dion melirik sahabat nya itu dengan tatapan tajam.
Menyadari tatapan yang di berikan atasan nya tersebut Dimas bangun dari duduk nya dan melenggang keluar ruangan.
Sebelum menutup pintunya kembali Dimas melontarkan kata kata nya yang membuat Dion geram.
" Sungguh lelaki idaman. " ucap Dimas dan langsung buru buru menutup pintu dengan kencang.
"Dimaaaassssssss.....!!!!
Teriakan dari Dion di dalam ruangan terdengar dari balik pintu yang sudah tertutup.
Dimas melangkahkan kakinya dengan cepat menjauhi ruangan itu di iringi dengan senyuman lebar nya.
Dia sudah menduga Dion akan marah Dengan ucapan nya barusan.
Di dalam ruangan Dion memijat pelipisnya dan duduk bersandar di kursi kerjanya.
" Brengsek kamu dim.. awas saja, berani sekali kamu meledek aku ." lirih Dion.
Teringat kembali ingatan Dion dengan Diva, pacar yang sudah lima tahun bersama nya. Diva memilih untuk menerima tawaran ber karir di luar negri ketika Dion ingin melamarnya.
Diva berjanji akan kembali secepatnya setelah pekerjaan nya sebagai model produk kecantikan telah selesai.
Namun sudah hampir satu tahun dia tidak kembali ke Indonesia.
Namun hubungan Dion dan diva masih berlanjut pasca Diva menolak lamaran Dion.
Diva berjanji sekembalinya dia dari luar negri mereka akan melangsungkan lamaran resmi dan berlanjut ke pelaminan.
Dion mengambil ponsel yang ada di atas meja nya ketika ponsel itu menyala dan mengeluarkan suara pertanda ada panggilan khusus.
" Hallo sayanggg... " suara wanita dengan manja dari seberang sana .
" Hm... "
" Kamu lagi ngapain sayang... sudah makan siang belum.."
" Kapan pekerjaanmu di sana akan selesai, "
" Secepatnya sayang.. "
" Kapan. "
" Kurang lebih satu tahun lagi... atau "
" Tut.. Tut... Tut.. " terdengar panggilan di putus dari satu pihak.
" HhhuuuUfffftttt........... " Dion mematikan handphone nya dan menarik nafas dengan panjang.
Lalu dia menyambar kunci mobil yang ada di atas meja dan menuju pintu keluar.
__ADS_1