Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 97 Berharap bisa mengerti


__ADS_3

" Lho, ada nak Dion ? udah lama nak.. maaf ibu habis sholat ashar jadi nggak tahu kalau ada nak Dion .. " ujar Bu Nani yang baru saja muncul dari dalam rumah


" Baru saja sampai kok Bu, bagaimana kabar ibu, sehat ? " tanya Dion seraya bangkit dari duduknya lalu berjabat tangan dengan ibu mertua nya itu


" Alhamdulillah ibu sehat nak, ayo silahkan duduk.. nak Dion mau minum apa biar ibu buatkan, " ujar Bu Nani tersenyum ramah


" Tidak perlu repot-repot Bu, pak.. ngomong-ngomong Sitha sedang apa yah, kok tidak kedengaran suaranya dari tadi, " tanya Dion yang sedari tadi memang tidak melihat kehadiran Sitha untuk menyambut nya, padahal motor nya terparkir di depan rumah saat ini


" Oh iya dimana Sitha Bu, kok tidak keluar .. " tanya pak Ramli juga yang baru sadar anak perempuan nya itu sedari tadi belum juga muncul


" Sitha habis sholat tadi langsung tidur di kamarnya pak, cape katanya habis perjalanan jauh.. kalau gitu sebentar ya nak Dion ibu bangun kan dulu, " ujar Bu Nani hendak beranjak


" Tidak usah Bu.. nanti saja, perjalanan dari kota saya ke sini memang cukup melelahkan, apalagi jika naik kendaraan roda dua.. pasti Sitha sangat lelah, " ujar Dion yang merasa kasihan pasti lah Sitha merasa lelah setelah melakukan perjalanan jauh seorang diri


" Ya sudah, kalau nak Dion ingin menemui Sitha ke kamar nya saja langsung ya nak.. ibu mau ke warung dulu ada orang beli, " ucap Bu Nani


" Iya Bu, silahkan.. " ujar Dion dengan ramah


...Setelah beberapa menit bercakap-cakap dengan pak Ramli akhirnya Dion pun menemui Sitha di kamarnya...


...Sebelumnya pak Ramli pun telah menunjukkan dimana kamar Sitha karena memang Dion belum mengetahui nya...


" Masuk saja nak Dion, " ucap pak Ramli dan Bu Nani ketika menunjukkan kamar putrinya itu


...Dan di sinilah Dion berada, di dalam kamar yang kecil bagi Dion...


...Nuansa merah muda yang di padukan dengan putih menjadi ciri khas kamar tersebut ...


...Meskipun kecil kamar tersebut terlihat sangat rapi, terdapat satu lemari baju dan meja belajar di sudut ruangan, dan terdapat banyak buku-buku yang di susun rapi di atasnya...


...Terlihat juga beberapa piala dan piagam penghargaan atas nama Sitha yang di tempat kan di dinding kamar tersebut...

__ADS_1


...Setelah nya pandangan Dion pun terkunci dengan seseorang yang tengah tertidur dengan lelap di atas ranjang yang ukuran nya tidak terlalu besar itu...


...Dirinya hampir tidak percaya bahwa yang ia lihat adalah Sitha, istri siri nya yang telah ia nikahi dua bulan yang lalu...


...Karena saat ini gadis itu hanya mengenakan celana pendek di atas lutut sehingga kaki jenjang nya yang putih dan mulus tanpa cacat itu terekspos dengan sempurna di hadapan Dion, serta di padukan dengan kaos lengan pendek berwarna putih polos yang sitha kenakan namun cukup ketat sehingga menunjukkan lekuk tubuhnya dengan begitu sempurna...


...Rambut hitam Sitha yang panjang pun terlihat tergerai di atas bantal memperhatikan rambut itu bebas berserakan di sana...


...Dion sedikit mengerinyit kan dahi nya untuk memastikan bahwa yang ia lihat itu adalah Sitha gadis yang sama dengan yang selalu di lihatnya menggunakan pakaian panjang dan selalu menutup rambutnya dengan hijab saat bersama dirinya...


" Apa aku tidak salah orang.. " batin Dion lebih dekat menghampiri Sitha yang tertidur dengan posisi sedikit telentang itu


" Jadi.... jika berada di rumah mu sendiri penampilan mu seperti ini, " batin Dion menarik sedikit bibirnya ketika mengetahui bahwa dirinya memang tidak salah orang


" Sexy.. " pandangan Dion tidak lepas dari tubuh Sitha yang ramping dan terlihat sangat berisi pada bagian dadanya itu


...Lalu tangan nya terulur untuk menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Sitha, sungguh Dion baru menyadari bahwa istri nya itu ternyata sangat cantik dan menggoda dengan pakaian seperti sekarang ini...


...Tanpa di sadari Sitha pun menangkap tangan seseorang yang terlihat sangat betah sedari tadi menari-nari berada di wajahnya itu, sehingga cukup menganggu tidurnya yang baru saja terlelap...


...Karena merasa penasaran Sitha pun sedikit demi sedikit membuka matanya yang terlihat masih sangat berat itu, sementara tangan nya masih memegang tangan Dion yang berada di pipinya saat ini...


" Ternyata kamu, mas Dion.. " lirih Sitha dengan suara serak khas orang bangun tidur lalu memejamkan mata nya kembali


...Namun beberapa saat kemudian kembali Sitha membuka matanya dengan lebar...


" Aku seperti melihat mas Dion, apa aku tadi sedang bermimpi.. " batin Sitha kemudian bangkit dari tidurnya


" Mas Dion.. " lirih Sitha mengerjap-ngerjap kan kedua mata nya lalu menepuk-nepuk pipi Dion yang saat ini duduk di hadapan nya


...Tidak puas dengan itu Sitha pun mencoba mencubit tangan nya sendiri untuk memastikan bahwa yang ia lihat ini bukan lah sebuah mimpi...

__ADS_1


" Aww.. ! kok sakit sih, " ujar Sitha mengusap usap bekas cubitan nya sendiri


" Kamu kira ini mimpi.. " ucap Dion yang tersenyum sedikit mengejek melihat tingkah Sitha yang menurut dirinya sangat lah konyol itu


Pandangan Sitha kembali menatap Dion yang duduk setenang air di hadapan nya saat ini


" Ini bukan mimpi.. " lirih Sitha


" Ya, ini bukan lah mimpi.. kenapa kamu melotot seperti itu, seperti sedang melihat hantu saja.. " celetuk Dion memutus pandangan keduanya


Sesaat suasana pun hening, kedua nya sama-sama diam dengan pikiran mereka masing-masing


" Kenapa kamu bisa berada di sini mas, " ucap Sitha memecah keheningan di antara keduanya


" Sitha... maaf kan aku, " ujar Dion menundukkan wajahnya


" Perempuan yang kamu lihat tadi siang di ruangan ku adalah Diva, dia kekasih ku.. " lanjut Dion, kali ini ia mengangkat wajah nya untuk melihat mata Sitha


...Namun Sitha membuang muka enggan untuk bertatap mata dengan Dion mengingat kejadian tadi pagi yang membuat hatinya begitu sesak...


" Tapi itu dulu, setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Begitu pun dengan diriku dan Diva, kami sudah menjalin hubungan cukup lama tapi akhirnya jodoh tidak berpihak pada kami berdua, " Dion menghentikan bicaranya ketika melihat air mata yang menetes di pipi Sitha, namun gadis itu buru-buru menghapusnya dengan kasar


" Kejadian yang kamu lihat tidak seperti yang kamu fikirkan Sitha , pagi itu Diva datang menemui ku dan tanpa aba-aba langsung duduk di pangkuanku lalu mencium ku tanpa aku tahu.. hingga kamu datang dan melihat itu semua, " jelas Dion berharap Sitha mau mengerti


Sitha masih diam, isakan kecil terdengar meskipun sebisa mungkin gadis itu menahan diri agar tidak meneteskan air mata nya di depan Dion


***


***Ayo beri dukungan kalian dengan cara memberi like dan comen yah gaes... 🤩🥰🙏🙏


Love you semuanya,, terima kasih...😘🙏🙏***

__ADS_1


__ADS_2