Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
bab 40 Menemani makan malam


__ADS_3

Deru mobil Dion terdengar baru masuk halaman rumahnya ketika sudah larut malam.


Rumah terlihat sudah sepi pertanda semua orang sudah tertidur.


Langkah kakinya membawanya menuju kamar Noval.


Lalu di bukanya pintu kamar Noval perlahan, terlihat bocah gembul itu tengah tertidur lelap dalam dekapan seorang gadis yang tak lain adalah Sitha.


Perlahan Dion mendekat dan memandang mereka bergantian lalu senyum samar tampak terlihat di bibir sexy nya itu.


Tangannya terulur untuk mengelus rambut kepala Noval yang lebat dan lurus itu.


" Maaf sayang... ayah pulang terlalu larut, kau sudah tidur dengan lelap.." ucap Dion lirih.


Tidak ingin mengganggu mereka yang tengah tidur Dion pun kemudian keluar dan menaiki tangga menuju kamarnya.


Setelah membersihkan diri tubuhnya pun terasa lebih segar.


Dion turun kembali karena merasakan perutnya yang keroncongan.


Ia baru ingat bahwa tadi siang telah melewatkan waktu makan siangnya karena pekerjaan nya yang menumpuk.


Dion membuka kulkas untuk melihat isi di dalamnya, dia mengambil salah satu sayur serta ayam untuk di panaskan kembali. Karena makanan yang bibi masak tadi sore telah di taruh kulkas dan sekarang pasti sudah dingin.


Saat dirinya sedang sibuk di dapur suara Sitha pun mengejutkan nya.


" Pak Dion.. " ucap Sitha yang berdiri tidak jauh dari Dion.


Reflek Dionpun menoleh ke arah sumber suara itu.


" Hey Sitha.. sedang apa kau di sini, kau terbangun, atau ? " ujar Dion memandang Sitha


" Ah iya pak Dion.. saya merasa haus, jadi saya mau mengambil minum, dan melihat bapak berada di sini, Maaf... apa anda belum makan malam,, " ucap Sitha seraya memandang sayuran yang baru di ambil Dion dari kulkas di atas meja makan.


" Ya, saya tadi sempat melewatkan makan siang, jadi sekarang saya merasa lapar.. " terlihat senyum tipis di bibir Dion.


" Kalau begitu biar saya panaskan terlebih dulu sayuran nya pak, " ucap Sitha mendekat ke meja makan.


" Tidak perlu, saya bisa melakukan nya sendiri, ambillah minum mu dan kembalilah tidur Sitha, " ucap Dion menolak tawaran Sitha.


" Mohon bapak mengijinkan saya, anda pasti sangat lelah karena baru pulang bekerja, ini tidak memerlukan waktu yang lama.. " ucap Sitha mengambil mangkok berisi makanan dingin itu dan berjalan menuju kompor untuk memanaskannya lagi.

__ADS_1


" Baiklah, kalau itu tidak merepotkan mu, trimakasih.." Dionpun kemudian duduk dan bermain dengan ponselnya.


Sitha melayani Dion mengambilkan menu makanan yang telah di masak oleh bibi tadi sore dan memanaskannya kembali.


Ketika semua menu telah terhidang di atas meja Sitha mempersilahkan Dion untuk menikmati nya.


" Silahkan pak Dion, selamat makan malam " ucap Sitha lembut dan akan kembali ke kamar Noval.


" Sitha.. " langkah Sitha terhenti karena panggilan Dion.


" Apa kamu sudah makan malam, " lanjutnya


" Alhamdulillah sudah pak, "


" Kalau begitu temani dulu saya makan, karena makan sendirian rasanya tidak se'enak saat makan bersama " ujar Dion tanpa menatap Sitha.


Sitha yang merasa tidak enak untuk menolak permintaan Dion pun akhirnya mengiyakan dan duduk menjaga jarak dari Dion.


" Baiklah pak, " ucapnya kemudian


" Apakah tadi Noval menungguku pulang? aku banyak sekali pekerjaan hari ini sehingga tidak bisa pulang lebih awal "


" Iya pak.. Noval tadi menunggu bapak pulang sampai tertidur di ruang tv, dia takut kalau ayahnya pulang dia tidak mengetahui nya, makanya dia tidur di sana " jelas Sitha


" Saya dan bi Asih tidak mungkin kuat untuk menggendong Noval sampai ke kamarnya dengan tubuhnya yang begitu subur itu pak Dion... "


Dion mengangkat kepalanya memandang gadis cantik yang duduk tidak jauh darinya itu, melihatnya tertawa untuk pertama kalinya semenjak mengenal nya .


Terlihat semakin cantik dan manis membuat yang melihat nya tidak bosan untuk terus memandang serta terbawa oleh suasana bahagia.


" Lalu.. bagaimana putraku bisa pindah di kamarnya, " tak terasa bibir Dion tertarik ke atas melukis senyuman yang indah di raut wajahnya yang tampan karena melihat Sitha tertawa.


" Saya mencoba membujuknya dan Alhamdulillah Noval mau juga pindah ke kamarnya.. " ucap Sitha membalas senyuman Dion.


" Manis, " ucap Dion tanpa sadar


" Kenapa pak Dion ? " ujar Sitha heran karena Dion mengucapkan kalimat tersebut.


Dion sadar telah mengucapkan kalimat yang tidak masuk akal dalam pembicaraan nya dengan Sitha kali ini, dengan gugup ia pun mencoba untuk mencari alasan.


" Oh... ini, sayurnya terasa manis. " Ucapnya memperlihat kan sayur yang berada di depannya.

__ADS_1


" Benarkah.. tapi waktu saya makan sepertinya tidak manis pak, "


" Ya... lidah kita kan berbeda, di saya manis dan di kamu tidak." Ucap Dion berusaha biasa saja dan kembali melanjutkan makan malamnya itu.


Dalam hati Dion merutuki mulutnya sendiri kenapa bisa berkata seperti itu ketika melihat Sitha tengah tersenyum kepadanya.


Untung saja dirinya bisa memberi alasan yang masuk akal pada Sitha tadi, sehingga tidak tampak memalukan di depannya.


Tapi dalam hatinya Dion mengakui juga kalau Sitha itu memang manis.


" Kenapa pak Dion bisa bilang kalau sayur itu terasa manis yah, padahal menurutku malah sedikit asin tadi waktu aku memakannya.. " batin Sitha merasa bingung sendiri.


Setelah Dion menyelesaikan makan malamnya Sitha pun kemudian membersihkan meja makan dan mencuci piring. Walaupun sebelumnya sudah di larang oleh Dion tetapi Sitha tetap membereskan nya.


Sebab jika tidak di bereskan sekarang besok pagi-pagi sekali pasti bibi yang akan membereskannya.


Sitha ingin meringankan sedikit pekerjaan bibi selama ia berada di sini. Ia tidak ingin hanya berdiam diri atau di spesial kan di sini, karena dirinya pun juga adalah pekerja di rumah Dion.


Dion melangkah pergi ke kamarnya dan tidak lama kemudian ia kembali dengan membawa sesuatu di tangan nya.


Terlihat Sitha sudah selesai mencuci piring.


" Sitha.. " panggil Dion menghampiri nya.


" Iya pak Dion.. " Sitha menghentikan langkahnya ketika melihat Dion menghampiri nya.


" Ini untukmu, terimalah " ujar Dion menyerahkan sebuah kotak di hadapannya.


Sitha melihat kotak tersebut dan beralih menatap wajah Dion penuh tanda tanya.


" Ambillah Sitha.. ini untukmu, " ucap Dion meyakinkan keraguan dari sorot mata Sitha.


Perlahan Sitha mengulurkan tangannya untuk mengambil kotak tersebut.


" Apa ini pak Dion... "


" Bukalah, "


Sitha pun membuka kotak tersebut dan terlihat sebuah ponsel keluaran terbaru dengan warna dasar merah muda.


" Ini.... ? "

__ADS_1


" Itu untuk mu, maaf aku baru sempat membelikannya. Karena ponsel mu yang lama hilang entah kemana saat kau kecelakaan kemarin. Sehingga kau tidak bisa menghubungi orang tuamu, kau pasti sangat merindukan mereka. Saat itu pikiranku sangat kalut sampai tidak terfikir kan olehku untuk menghubungi orang tuamu pada saat itu Sitha.. "


Dion benar memang Sitha sudah sangat merindukan kedua orang tuanya. Tentang kecelakaan kemarin sebenarnya ia tidak ingin memberitahukan nya pada ayah dan ibunya. Karena takut mereka akan syok dan mengkhawatirkan keadaan nya jika mendengar berita tersebut. Ia tidak ingin menambah pikiran beban kepada kedua orang tuanya itu.


__ADS_2