
" Siapa yang sakit, " tanya Dion kali ini ia menatap wajah Sitha yang terlihat menunduk
" Bapak saya mas, ada masalah pada jantung nya sehingga bapak harus segera di operasi dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maaf... saya juga sudah memakai uang yang sudah bapak transfer ke saya sebanyak tiga puluh juta, apakah mas Dion tidak salah telah menggaji saya sebanyak itu.. ? " ucap Sitha panjang lebar kemudian memberanikan diri menatap wajah Dion
Dion menggelengkan kepalanya pelan lalu memutus pandangan mereka
" Tidak, uang itu sudah menjadi hak kamu. Terserah mau kamu apakan, "
" Benarkah..?? terimakasih banyak mas terimakasih.. " ucap Sitha berbinar, tidak menyangka bahwa gajinya selama menjaga Noval dengan waktu yang singkat sebesar itu
" Dan tentang tiga puluh juta lagi yang tadi.. setelah saya punya uang saya janji akan secepatnya menggantinya mas, " lanjut nya lagi
" Tidak usah di pikirkan tentang itu, fokuslah untuk kesembuhan ayah mu saat ini. Maaf saya tidak bisa menjenguk beliau sekarang, kasihan Noval terlalu lama menunggu saya di mobil, "
" Iya mas tidak apa, kalau boleh tau siapa yang sedang sakit .. "
" Alergi Noval kambuh, dan saya baru saja memeriksakan nya ke dokter, "
" Ya Alloh kasihan Noval.. semoga Noval cepat sembuh mas,, " doa Sitha dengan tulus
" Emm, saya permisi. Semoga operasi ayah kmu berjalan dengan lancar, " ucap Dion
" Amiinn.. sekali lagi terimakasih banyak atas bantuan anda mas Dion.. "
" Hmm... " jawab Dion berlalu begitu saja melangkah kan kaki nya meninggalkan Sitha
...Sebenarnya Dion ingin melihat bagaimana keadaan ayah Sitha saat ini, tapi teringat Noval yang sedang menunggunya bersama bibi di mobil, dan putra nya itu juga sedang sakit dan harus segera meminum obat nya. Sehingga ia memutuskan untuk menjenguk nya lain kali saja...
" Alhamdulillah ya Alloh... Engkau telah mengirimkan orang baik seperti mas Dion di saat aku sedang mengalami kesulitan seperti ini. Syukurlah bapak bisa segera di operasi sekarang,, semoga Alloh selalu melindungi setiap langkah mu dan membalas segala kebaikan mu ini mas... " ucap Sitha sangat bersyukur
...Dan tentu saja Dion tidak mendengar nya karena ia sudah melangkah jauh keluar area gedung rumah sakit itu...
***
Dion masuk ke dalam mobil nya dan baru saja duduk di kursi kemudinya,
" Ayah kok lama banget sih ..! " sungut Noval yang sudah menunggu ayah nya itu cukup lama bersama sang bibi di dalam mobil
__ADS_1
" Iya maaf, ayo kita pulang sekarang.." jawab Dion menyalakan mesin mobil lalu mobil pun melaju membelah jalanan
...Di liriknya sang putra yang tengah duduk di kursi belakang bersama bibi melalui melalui kaca spion yang berada di depannya...
...Terlihat putranya itu masih betah dengan muka cemberut nya dan terlihat bibi yang duduk di sampingnya itu membantu mengusap usap kulit Noval yang di rasa gatal...
" Noval... " panggil Dion pelan dan tidak ada jawaban sama sekali dari putranya itu
" Noval tahu nggak ayah tadi bertemu siapa di rumah sakit waktu ngambil obat kamu,, "
" Enggak, " jawab Noval singkat seolah enggan mengetahui nya
" Kak Sitha, ayah bertemu dengan nya tadi " ucap Dion dengan tetap fokus mengemudi
" Kak Sitha..?? maksud ayah.. " ucap Noval mulai antusias
" Iya.. Bu guru kamu itu, " ucap Dion seraya tersenyum tipis melihat bagaimana sang putra sangat antusias saat mendengar tentang Sitha
" Kenapa kak Sitha ada di rumah sakit yah.. apa kak Sitha sedang sakit ? "
" Kakek sakit yah..?? kok ayah nggak bilang sama Noval sih tadi, Noval kan pengin lihat keadaan kakek juga yah, " ucap Noval protes kepada Dion
" Ayah juga belum lihat keadaan kakek tadi, ayah hanya nggak sengaja ketemu dan ngobrol sebentar sama kak Sitha. Nanti kalau ada waktu dan Noval udah sembuh kita bisa tengokin kakek bareng bareng.. " terlihat bibi yang ikut menyimak pembicaraan mereka ikut manggut manggut menyetujui nya
" Kok ayah malah belum lihat kakek sih... "
" Ya kan ayah buru buru.. takut nanti kamu marah karena terlalu lama menunggu ayah, dan bukti nya benar kan ..?? Noval cemberut terus dari tadi, apa nama nya kalau bukan marah itu.. "
" Iya juga sih.. habisnya gatel gatel Noval nggak ilang ilang sih.. " ucap Noval mulai cemberut lagi mengusap usap kulitnya yang memerah
" Makannya.. kalau mau makan apapun itu harus teliti dulu, baca dulu, ada kandungan udang nya atau enggak... jangan langsung asal makan.. " ucap Dion menasehati putra nya itu agar lebih teliti lagi
" Iya iya.... Noval salah... " ucap Noval lirih
...Setelah nya tidak ada lagi percakapan di antara mereka sampai tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai di halaman rumah Dion...
***
__ADS_1
...Sitha sedang berada di ruangan sang ayah bersama ibu nya yang selalu setia menemani nya, melihat para suster yang tengah bersiap siap memindahkan pak Ramli menuju ruang operasi...
" Bismillah... bapak harus kuat dan semangat ya pak, semoga operasi nya berjalan lancar dan bapak bisa segera sembuh... " ucap Sitha tersenyum seraya menggenggam tangan sang ayah untuk menyemangati nya
" Iya nak.. insya Alloh.... doa in bapak ya Sitha, ibu.. " ucap pak Ramli bergantian menatap istri nya dan anak gadis nya itu
..." Iya pak.. ibu dan anak anak kita selalu mendoakan yang terbaik buat bapak, bapak harus kuat supaya bapak bisa melihat anak perempuan kita satu satu nya ini menikah suatu saat nanti... " ucap Bu Nani menyemangati sang suami, karena ia tahu suami nya itu sangat menginginkan bisa melihat anak perempuan mereka menikah suatu hari nanti...
" Iya Bu... semoga bapak di berikan umur yang panjang oleh Alloh.. " ucap pak Ramli seraya tersenyum
...Setelah nya dokter pun kemudian membawa pak Ramli menuju ruangan operasi...
" Maaf Bu... mbak,, tolong tunggu di luar dan bantu doa ya... " ucap suster dengan ramah sebelum menutup pintu ruang operasi tersebut
...Sedangkan pak Ramli sudah masuk ke ruangan itu, Sitha dan Bu Nani menunggu di depan ruangan dengan gelisah dan tak henti nya mereka ber doa agar operasi berjalan lancar...
...Hingga setelah menunggu dua jam lebih lama nya barulah terlihat lampu merah kecil yang terdapat di atas pintu ruangan itu padam, pertanda operasi telah selesai...
" Bu... lampu nya sudah padam, itu artinya operasi nya sudah selesai bu, " ucap Sitha kepada sang ibu
" Syukurlah kalau sudah selesai.. kita tinggal menunggu dokter nya keluar dan menanyakan hasil nya nak.. " ucap Bu Nani harap harap cemas menanti hasil dari operasi tersebut
" Dokter, "
" Dokter.. " ucap Bu Nani dan Sitha secara bersamaan menghampiri dokter laki laki yang baru saja keluar dari ruangan itu
" Bagaimana operasi nya dokter, " tanya Bu Nani menanti jawaban sang dokter
" Alhamdulillah.. operasi nya berjalan dengan lancar , semoga pasien cepat sadar dan jangan putus bantu doa ya Bu.. " jawab dokter tersebut seraya tersenyum ramah
" Alhamdulillah... ya Alloh Alhamdulillah,, terimakasih dokter, terimakasih.. " ucap syukur Bu Nani menitikkan air mata
" Alhamdulillah Bu... " ucap Sitha memeluk sang ibu dan ikut menangis
" Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu.. suster akan memindahkan pasien ke ruang rawat jika keadaan pasien sudah stabil.. dan untuk saat ini pasien belum bisa untuk di jenguk dulu ya Bu.. "
" Iya dok, iya... sekali lagi terimakasih,, " lalu dokter tersebut pun meninggalkan dua orang perempuan yang sedang berpelukan menahan tangis itu
__ADS_1