
" Kak, Noval mau ke bawah dulu ya ambil minum. Seperti nya kak Sitha melupakan minum ku karena kakak hanya membawakan nya untuk ayah, " celetuk Noval karena memang hanya ada satu gelas air putih hangat yang telah Dion minum sebagian
" Kau bisa minum punya ayah dulu Noval, " ujar Dion mengakhiri pandangan mata nya pada Sitha
" Tidak mau, mana cukup ayah.. itu hanya tinggal separonya nya saja, "
" Oh iya kakak lupa hanya bawa minum satu gelas, maaf in kakak ya Noval. biar kakak yang ambilkan sebentar.. " ucap Sitha hendak bangkit dari duduk nya
" Tidak apa-apa kak, kakak di sini aja. Noval bisa kok ambil sendiri, " Tolak Noval bangkit dari duduk nya lebih dulu kemudian keluar menuju pintu kamar
" Ya udah, tapi hati-hati yah Noval.. " pesan Sitha
" Iya kak, Noval kan udah gede masa ambil minum sendiri aja nggak bisa sih.. " sahut Noval dan seketika membuat Sitha gemas mendengar jawaban Noval yang selalu memperingat kan orang rumah bahwa diri nya sudah besar
Sitha pun beralih menatap Dion dengan senyum tipis nya setelah Noval pergi
...Saat tatapan matanya beralih menatap Dion mata kedua nya pun bertemu, hingga beberapa detik seolah sedang menyelami tentang perasaan keduanya dari cahaya mata mereka bertukar saat ini...
...Ada pancaran penuh harap dari sorot keduanya, adapula pancaran rasa kagum, gelisah dan masih banyak kata yang tidak bisa mereka ucapkan melalui bibir...
...Mungkin mata keduanya saling bicara tapi bibir keduanya tertutup rapat tanpa ada satu pun dari mereka yang mampu mengartikan dan mengungkap kan setiap kata tentang arti dari tatapan mata tersebut...
...Lama mereka saling menyelami satu sama lain tanpa satu kalimat pun yang terucap, hingga akhirnya Sitha memutus pandangan kedua nya dan kembali ke alam sadarnya...
__ADS_1
" Minum nya mas, " dalih nya memberikan gelas berisi air putih yang tinggal separuh nya untuk menghilangkan rasa canggung
" Boleh aku tanya sesuatu pada mu Sitha ? " tanya Dion
Sitha pun menganggukkan kepala nya pelan,
" Mas Dion mau menanyakan apa.. "
" Apa kamu menyayangi Noval ? " ucap nya masih dengan menikmati wajah Sitha yang terlihat masih malu-malu saat berhadapan dengan nya
" Tentu, " jawab nya pendek
" Kenapa kamu menyayangi nya, " terlihat Sitha menarik nafas nya perlahan
" Hanya itu ? " tanya Dion lagi
" Mungkin masih banyak alasan yang lain nya, dan salah satu nya.... " lirih Sitha menggantungkan ucapan nya seolah ragu untuk melanjutkan ucapan nya
" Salah satu nya.. ? " Dion menelisik wajah Sitha yang menunduk dan tangan nya terlihat mengaduk-aduk sop yang tinggal sedikit itu
" Karena sekarang aku telah menjadi ibu untuk nya juga, " lirih Sitha setelah cukup ragu untuk mengatakan tentang kebenaran itu
...Sejenak Dion terdiam dengan kalimat yang baru saja di dengar oleh telinga nya itu, kalimat itu seolah di ungkapkan Sitha dengan berat dan penuh keraguan...
__ADS_1
...Membuat hati Dion merasa tercubit karena sikap nya selama ini yang mungkin membuat Sitha ragu dengan posisi sebagai ibu pengganti untuk Noval...
" Apa kau bahagia menjadi ibu untuk nya ? " tanya Dion mengangkat dagu Sitha untuk menatap manik mata gadis itu kembali
" Aku bahagia, aku bahagia bisa merasakan menjadi ibu untuk nya. " lirih Sitha membalas tatapan Dion yang seolah menusuk ke dalam hati nya
...Tapi entah kenapa hati nya juga menginginkan pertanyaan yang lain dari bibir suami nya itu,...
" Mengapa kamu juga tidak menanyakan apakah aku juga bahagia menjadi istri mu mas.. " batin Sitha
...Hingga kemudian tanpa sadar sebuah benda kenyal terasa hangat mendarat di bibirnya, membuat Sitha terpaku dan membulat kan kedua matanya...
...Desiran aneh terasa mengalir di sekujur tubuhnya kala Dion dengan lembut mengecup bibir nya dan memeluk tubuh nya di atas tempat tidur tersebut dengan posisi kedua nya yang saling berhadapan...
...Ciuman itu semakin dalam menyapu bibir Sitha dengan penuh kelembutan dan tidak menuntut...
...Sitha terdiam seperti patung tapi entah kenapa tubuh nya menikmati ciuman lembut yang untuk pertama kali nya di berikan oleh suami nya itu dalam keadaan sadar dan sengaja...
...Dion merasakan Sitha yang terkejut dan kaku tanpa membalas ciuman nya itu...
...Kemudian perlahan ia melepaskan ciuman nya dan menatap mata Sitha yang masih penuh keterkejutan di sana...
Lalu di usap nya bibir gadis itu yang basah karena ulah nya dengan kedua ibu jari nya
__ADS_1
" Maafkan aku.. " lirih Dion seolah takut jika Sitha akan tersinggung dengan perbuatannya itu