
...Sementara itu di gedung kantor nya Dion tengah berkutat dengan tumpukan berkas berkas nya...
" Masuk, " ucap nya ketika terdengar seseorang mengetuk pintunya dari luar ruangan
...Tampak seorang lelaki yang memakai seragam Office boy masuk membawakan secangkir kopi panas lalu meletakan nya di meja Dion...
" Kopi nya pak, " ucap nya
" Taruh saja di meja " kemudian office boy tersebut meletakkan kopi itu di tempat sesuai perintah atasannya, kemudian berlalu setelah mohon diri dari hadapan Dion
...Dan tak berapa lama Dimas sang asisten pribadi pun masuk ke ruangan nya kemudian duduk di hadapan Dion, seraya memperhatikan atasan sekaligus sahabat nya itu yang tengah serius dengan pekerjaan nya...
" Sudah jam delapan malam pak Dion, apa anda belum ingin pulang " tanya Dimas
" Jika kau ingin pulang, pulanglah duluan dim.. " jawab Dion masih sibuk dengan kegiatannya
" Hmm... saya belum mempunyai istri pak Dion, jadi sebenarnya percuma saja kalau saya pulang lebih awal, toh dirumah tidak ada yang sedang menunggu saya.. " Dion melirik sebentar sahabatnya itu dan kembali fokus dengan pekerjaan nya
" Seandainya sajaa saya sudah menikah dan memiliki istri yang cantik di rumah, pasti saya akan sangat semangat untuk pulang lebih awal.. " ucap Dimas
" Kalau begitu tunggu apalagi, segeralah menikah biar ada istri yang menunggu mu saat kamu pulang bekerja " ucap Dion ketika mendengar keluhan dari sahabatnya itu
" Masalahnya belum ada wanita yang memang benar-benar mencintai ku dengan tulus pak Dion.. " ucap Dimas menyenderkan tubuhnya di kursi yang tengah ia duduki
" Pacar'mu kan banyak, masa kamu belum hafal orang yang memang benar benar tulus padamu atau hanya sekedar mencintai uang mu. "
" Benar sekali, tapi memang semua wanita yang aku temui hanya mencintai uang ku saja. Maka dari sebab itu aku belum mantap untuk menikah. " ucap Dimas menghembus kan nafas nya dengan kasar
" Ngomong ngomong ini sudah jam setengah sembilan lho, anda akan langsung pulang atau menemui istri anda terlebih dulu di rumah sakit, " tanya Dimas ketika melihat jam tangan yang melingkar di tangan kiri nya
" Aku akan menemui nya terlebih dulu di rumah sakit " timpal Dion menghentikan kegiatannya lalu melihat jam tangan nya sendiri
...Dimas pun menarik sedikit bibirnya ke atas membentuk senyuman samar saat mendengar jawaban Dion...
" Apakah kau yakin di hatimu tidak ada sedikitpun rasa untuk nya . " tanya Dimas meneliti raut muka sahabatnya itu
" Entahlah.. " jawab Dion pada akhirnya setelah cukup lama bungkam
__ADS_1
" Kau harus bisa membedakan antara wanita yang benar-benar tulus atau hanya mencintai fulus.. " ucap Dimas kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan ruangan Dion
...Dion pun memandang kepergian sahabatnya itu hingga hilang dari balik pintu yang terbuka...
" Ting !! "
...Bunyi ponsel yang berada di atas mejanya pun akhirnya mengalihkan pandangan nya kemudian ia meraih ponsel tersebut lalu membuka pesan yang telah masuk...
" Hay sayang.. selamat malam. Aku kangen banget sama kamu Hanny,,, Emmucch "
isi pesan yang tertulis di layar ponselnya tersebut
***
...Sitha tertidur di sofa setelah bergantian menjaga sang ayah dengan ibu nya, terdengar beberapa kali ponsel nya itu berbunyi tetapi tidak berhasil mengusik tidurnya yang terlihat sangat lelap itu...
...Sampai beberapa saat kemudian pendengaran nya menangkap samar samar seseorang yang sepertinya tengah berbincang di sekitarnya...
...Membuat dirinya sedikit terjaga lalu perlahan membuka mata, Di lihatnya sang ibu tengah berbincang dengan seorang pria berkemeja putih duduk di seberang dan tengah menghadap ke arah nya...
...Namun karena pandangan nya masih terlihat samar karena rasa kantuk yang menyerang nya Sitha tidak bisa melihat dengan jelas siapa sosok pria itu...
...Detik berikutnya Sitha benar benar membuka matanya lebar dan terjaga dari tidurnya, suara lelaki itu dirinya sangat kenal betul....
...Suara itu yang telah mengucapkan janji suci dan membuat dirinya telah berganti status menjadi seorang istri...
...Sitha pun bangkit dari tidur nya dan berlari menuju toilet yang terdapat di ruangan itu lalu menutup pintu nya...
...Bu Nani dan Dion pun merasa heran melihat tingkah Sitha yang terlihat sangat terkejut dan tiba tiba terbangun dari tidur lelap nya...
" Maafkan putri saya nak Dion, " ucap Bu Nani tersenyum kepada sang menantu merasa tidak enak karena tingkah anaknya
" Tidak apa Bu, tidak ada yang salah " ucap Dion membalas senyuman ibu mertua nya itu
...Sementara itu di dalam toilet Sitha sedang mencuci wajah nya agar terlihat lebih segar...
" Aduhhhh.... malunya aku,! aku tidur sementara mas Dion sedang duduk di depan ku... dia pasti melihat muka bantal ku ! Ahh.... aku malu sekali.... kenapa ibu tidak membangunkan ku tadi waktu dia datang sih,, " ucap Sitha di depan cermin membayangkan Dion yang sedang memandangi wajah nya saat dirinya terlelap.
__ADS_1
...Dan semoga saja tidak ada air liur yang menetes dari mulutnya, jika sampai ada pastilah dirinya sangat malu sekali karena itu memang hal yang sangat memalukan, terlebih lagi mereka baru saja menikah...
" Aduhh... bagaimana ini, aku malu sekali mau keluar, " ucap Sitha mondar mandir di dalam toilet
...Sementara Bu Nani masih terdengar asyik berbincang dengan menantu barunya itu...
" Sitha... " panggil Bu Nani ketika melihat putri nya itu keluar
" Iya Bu... "
" Pulanglah dengan nak Dion terlebih dulu dan istirahat lah di rumah, biar ibu yang menjaga bapak di sini.. " ucap Bu Nani
" Tapi Bu... " Sitha ingin menolak tetapi ketika melihat raut wajah sang ibu yang seolah mengatakan tidak ada penolakan akhirnya Sitha pun pasrah
" Baiklah, tetapi Sitha ingin melihat bapak dulu sebentar.. " ucap nya kemudian menghampiri ranjang sang ayah untuk melihat keadaan nya
...Bu Nani pun tersenyum lebar mendengar jawaban dari anak perempuan nya itu...
*
...Sitha berjalan beriringan dengan Dion ketika keluar dari ruang rawat ayah nya, terlihat dirinya sangat canggung sedangkan Dion lebih terlihat santai dan terkesan biasa saja...
" Saya kira anda tidak akan ke sini lagi, karena anda tidak mengabari saya terlebih dulu.. " ucap Sitha memecah keheningan di antara mereka
" Apakah penting bagi mu Sitha jika saya memberi kabar.. " tanya Dion di tengah langkah kedua nya
" Emm.. ya, tentu penting mas " jawab Sitha setelah memikirkan pertanyaan Dion
" Kalau begitu buka ponsel mu " Sitha terlihat bingung dan kemudian menuruti juga apa kata Dion
...Sitha membuka ponsel nya setelah mengambil nya terlebih dahulu dari dalam tas kecil yang ia bawa kemudian membuka beberapa pesan yang telah masuk...
...Ternyata ada dua pesan yang Dion kirim kan dan Sitha belum membaca nya, di pesan itu Dion memberitahu kan bahwa dirinya akan menemui Sitha di rumah sakit...
" Maaf mas, saya tidak tahu karena sepertinya ketika mas Dion mengirim pesan kepada saya, saya sedang tidur.. " ucap Sitha merasa tidak enak hati karena tidak membalas pesan dari Dion
" Tidak apa-apa, tunggulah di sini sebentar saya akan mengambil mobil di parkiran " ucap Dion ketika mereka sudah sampai di pintu utama rumah sakit
__ADS_1
" Iya mas, " ucap Sitha