
Diam diam Dion memperhatikan Sitha yang tengah melayani Noval seperti anak nya sendiri.
Bahkan ibu kandung Noval sendiri sangat jarang untuk menengok Noval di sini, apalagi sekedar mengambilkan Noval makan pun seperti nya tidak pernah.
" Maaf pak Dion.. apakah saya boleh mengambilkan nya juga untuk bapak.." ijin Sitha ketika melihat Dion hanya diam saja dengan menatap Noval.
Dion pun mengangguk, kemudian Sitha mengambil piring dan menawarkan lauk apa yang Dion ingin kan.
Setelah nya Sitha mengambil untuk diri nya sendiri kemudian melangkah akan meninggalkan meja makan.
" Kamu mau kemana, " tanya Dion karena melihat Sitha akan meninggalkan meja makan.
" Maaf pak.. saya akan makan bersama bi Asih, " jawab Sitha.
" Bi... bi Asih,, " terdengar Dion memanggil bi Asih
Bi Asih yang tengah di belakang pun buru buru menghampiri sang pemilik suara.
" Ya den... " jawab bi Asih ketika sudah berada di depan Dion.
" Duduk lah kita sarapan dulu. " perintah Dion kepada bi Asih.
" Iya den... " Bi Asih pun kemudian duduk di samping Noval.
__ADS_1
Sitha yang tengah heran pun hanya berdiri saja di tempat nya sampai suara Dion membuyarkan keterheranan nya.
" Sampai kapan kamu akan terus berdiri di situ, "
Sitha pun kemudian duduk kembali dan mereka memulai sarapan pagi ini bersama.
" Siapa yang memasak makanan ini bi, " tanya Dion ketika baru memakannya satu suapan.
" Bibi di bantu non Sitha den... " jawab bi Asih.
Kemudian Dion melanjutkan sarapan nya tanpa bertanya apapun lagi.
Sitha yang mendengar nya pun bertanya tanya dalam hati.
" Apakah ada yang aneh dengan masakan ku.. atau kah rasa nya tidak enak, mengapa pak Dion bertanya dan menunjukkan raut muka seperti itu.., dan dimana istri nya? sejak kemarin aku tidak melihat nya.." batin Sitha tanpa berani untuk menanyakan nya langsung Kepada Dion.
" Aku tidak pernah membeda beda kan siapa pun yang ada di rumah ku, entah itu teman atau pekerja semua aku anggap sama, jadi Jangan pernah merasa sungkan ketika kamu berada di sana, Sitha.. " ucap Dion di tengah tengah perjalanan mereka.
" Dan satu lagi, pengasuh Noval sedang pulang kampung, jadi saya harap kamu bisa menjaga Noval dengan baik selama aku tidak ada. Kamu bisa bertanya apa pun tentang Noval kepada bi Asih, beliau tau segala nya. " imbuh Dion panjang lebar .
" Baiklah pak Dion... insya Alloh saya akan bekerja dengan baik. " jawab Sitha.
Setelah sampai di sekolah Dion kemudian meluncurkan mobil nya menuju kantor tempat nya bekerja.
__ADS_1
Sesampai nya di sana Dion pun memanggil asisten pribadi nya yang tak lain adalah Dimas untuk segera ke ruangan nya lewat sambungan telepon.
" Bagaimana persiapan kita ke Palembang dim, " tanya Dion ketika Dimas telah duduk di depan nya.
" Semua sudah beres pak Dion, kita tinggal berangkat. " Jawab Dimas.
" Bagus, aku suka kinerja kamu dim." ucap Dion dan di jawab anggukan kepala yang meyakinkan oleh Dimas.
Meskipun sering menjengkelkan, tapi jika masalah pekerjaan Dimas bisa di acungkan jempol.
Kinerja nya tidak di ragukan lagi, Dimas bisa di andalkan sebagai sekretaris pribadi maupun sebagai sahabat.
**
Jam sekolah sudah usai, dan seperti biasa Noval dan Sitha menunggu jemputan mereka datang.
Sitha tidak menggunakan motor nya karena tadi pagi di antar Dion. Sehingga membuat nya dan Noval cukup lama menunggu sampai jemputan datang.
Tidak berapa lama datanglah mobil berwarna silver berhenti di halaman sekolah.
Dan seseorang turun dari mobil itu lalu menghampiri ke dua nya.
"Permisi non, den.. saya supir pribadi bapak Dion, pak Dion meminta saya untuk menjemput non dan aden untuk pulang, karena pak Dion sedang sibuk,, " ujar sang supir pribadi memperlihat kan identitas nya kepada Sitha dan Noval.
__ADS_1
Noval pun mengenal supir itu, karena sering melihat nya di rumah jika sedang di panggil oleh sang ayah jika ada tugas,
Setelah melihat identitas itu barulah Sitha dan noval naik mobil itu untuk segera pulang.