
...Sitha kembali mengecek ponsel nya, entah untuk yang ke berapa kali dirinya melihat pada benda pipih tersebut...
...Pesan dari nya tadi siang saat ia telah pulang dari sekolah belum juga mendapat balasan dari Dion, bahkan terlihat belum di baca juga oleh lelaki itu...
...Hingga bunyi sebuah klakson mobil membuyarkan lamunannya, ...
" Siapa yang datang ya bi apa mungkin mas Dion, tapi kok tumben bunyi in klakson.. " tanya Sitha pada bi Asih
" Iya ya non, bibi juga nggak tahu. Coba bibi lihat dulu non, " ujar bibi seraya bangkit dari duduknya
...Namun baru saja bibi bangkit seorang pria tampan nan gagah telah lebih dulu masuk ke dalam rumah nya dengan langkah panjang nya ...
...Terlihat juga di kedua tangan nya pria itu membawa sesuatu, di satu sisi ia membawa setumpuk bunga yang sangat cantik dan di sisi yang lain ia juga membawa sekotak coklat...
" Den Dion... " ujar bibi ketika melihat kedatangan Dion dan sontak saja Sitha dan Noval mengalihkan pandangannya mendengar nama seseorang yang sama-sama sangat berarti di hati kedua nya itu telah di sebut
" Ayah.. ayah sudah pulang, ? " girang Noval
" Ya sayang, " jawab Dion tersenyum dan pandangan nya beralih menatap Sitha yang telah berdiri untuk menyambut kedatangan nya
...Sitha membalas tatapan Dion dan tersenyum lembut, kemudian gadis itu menghampiri nya ...
" Biar saya bantu membawakan barang-barang nya mas.. " ucap nya kemudian
" Wahh... ayah bawa apa ini ? coklat ya yah, dan bunga untuk siapa ini yah, " tanya Noval
" Sitha, aku boleh minta tolong.. " tanya Dion
...Terlihat Sitha menganggukkan kepalanya sebagai jawaban nya ...
" Tolong siapkan air hangat untuk ku mandi, karena aku sangat lelah sekali hari ini, " ucap Dion
" Iya mas, " jawab Sitha menganggukkan kepalanya dan melangkah menuju kamar Dion untuk menyiapkan air hangat
...Dalam hati nya ia sedikit merasa kecewa karena telah mengharapkan Dion akan memberikan bunga indah itu untuk dirinya...
...Namun nyatanya tidak, bahkan ia menawarkan bantuan untuk membawakan nya pun tidak di respon oleh suami nya itu ...
" Huufftt.... Sitha kamu itu terlalu ke pede an sekali sih, " batin Sitha
...Setelah beberapa saat sambil menunggu air hangat siap untuk mandi sang suami, Sitha memilih-milih menyiapkan pakaian Dion dan ia letakkan di ranjang suaminya itu...
__ADS_1
...Namun saat dirinya tengah memilih di depan lemari besar tersebut sebuah tangan kekar tiba-tiba saja melingkar di pinggang nya membuat dirinya seketika merasa terkejut...
" Mas.. ! " kejut Sitha ketika mendapati suami nya tersebut tengah memeluk tubuhnya dari belakang
" Ya, " singkat Dion meletakan dagu nya pada pundak istri itu
...Entah kenapa di perlakukan seperti itu membuat Sitha merasa sangat gugup saat ini...
" Em.. air hangat nya sudah siap mas, " ujar Sitha mencoba mencari alasan
" Kalau begitu saat nya kita mandi.. " lirih Dion tepat di telinga Sitha
" Apah, kita ?? apa mas Dion akan mengajak ku mandi bersama. " batin Sitha merasa was-was
" Ta_tapi.. aku baru saja selesai mandi mas, " ucap Sitha semakin salah tingkah karena di tatap sedemikian rupa oleh Dion
" Kenapa kau tidak menunggu ku terlebih dulu, " tanya Dion kini tangan nya sudah mulai bergerilya mencari sesuatu membuat Sitha meremang
" Mas, pintu nya terbuka.. aku takut Noval melihat nya, " ujar Sitha menahan tangan Dion
" Baiklah aku akan segera membersihkan diri, " ujar Dion mengecup sekilas bibir Sitha dan melepaskan pelukannya kemudian berlalu menuju kamar mandi
...Gadis itu tersenyum simpul mengusap kembali bibir yang telah di kecup itu dan meninggalkan kamar Dion untuk segera menyiapkan makan malam nya...
...Akhirnya Sitha menyiapkan makan malam itu seorang diri, katika ia akan mengambil buah dari kulkas Sitha melihat sekuntum bunga yang di tempel kan di pintu kulkas tersebut...
...Di bawah bagian bunga tersebut terdapat sebuah kata " Bunda, " dengan caption senyum membuat Sitha merasa bingung siapa yang telah meletakan benda itu di sini...
...Dan di samping nya juga terdapat tanda panah yang menunjukkan ia harus mengikuti arah panah tersebut...
...Karena rasa penasaran nya akhirnya Sitha mengambil bunga tersebut dan mengikuti arah panah itu ...
...Dan berhentilah ia di ruang televisi tempat Noval dan dirinya menonton tadi, di atas meja ia kembali melihat sekuntum bunga yang ia ingat betul Dion yang telah membawanya tadi saat baru pulang bekerja...
...Lagi-lagi terdapat sebuah kata di samping bunga itu, tangan Sitha pun terulur dan mengambil kertas tersebut...
" Maukah kamu.. ? " lirih Sitha saat membaca isi dari kertas' putih tersebut
...Kembali anak panah menunjuk dirinya untuk menuju kamar Noval, tanpa berlama-lama lagi Sitha pun melangkah kan kaki nya menuju kamar tersebut...
...Sesampainya di sana terlihat Noval sedang berdiri dengan senyum lebar seraya memegang setumpuk bunga dan sekotak coklat, Sitha ingat betul bunga dan kotak coklat itu ...
__ADS_1
" Noval, apa Noval yang telah membuat ini ? " tanya Sitha dengan lembut menunjukkan dua kuntum bunga dan kertas yang ia temukan di dapur dan ruang televisi tadi
...Noval pun menganggukkan kepalanya dan sama sekali tidak mengurangi senyuman di wajah nya itu...
Bocah itu pun mengulurkan tangan nya dan memberikan setumpuk bunga itu pada Sitha
" Bunda, maukah kamu, menjadi ibu ku ? " ucap nya kemudian
...Sitha kembali terpaku dengan kalimat yang baru saja di dengar nya itu, tatapan Noval sungguh begitu tulus dan ada harapan besar di sana membuat dirinya tiba-tiba merasa terharu...
...Sitha pun mensejajarkan tubuh nya dengan Noval yang saat ini tengah berdiri di hadapan nya...
" Sayang... " lirih nya mengusap pipi lembut bocah itu
" Jawablah pertanyaan nya Sitha.. " ucap Dion yang tiba-tiba saja berada di antara mereka
...Seketika Sitha pun mengalihkan pandangannya nya menatap mata Dion ...
" Mas... " lirih nya
" Ambilah kotak coklat ini jika Kaka menerima permintaan ku, " lanjut Noval mengulurkan kotak coklat yang sudah di hias dengan cantik itu di hadapan Sitha
...Sitha kembali menatap mata polos itu dengan sendu, hingga air matanya pun lolos melewati pipi nya yang halus itu...
...Dengan segera ia meraih tubuh Noval dan memeluknya dengan erat, rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu yang Sitha tengah rasakan saat ini...
" Kakak akan mengambil coklat itu sayang.. kakak akan mengambil nya, " ucap Sitha di tengah rasa haru nya dan mengangguk dengan yakin
" Benarkah..? itu artinya sekarang kakak menjadi ibu ku... " ujar Noval tidak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagia nya
...Sitha melepas pelukan nya dan menangkap wajah bocah itu...
" Insya Allah... kakak akan berusaha menjadi ibu yang baik buat Noval, dan berusaha menjadi istri yang baik untuk ayah Dion.. " ujar Sitha lembut bergantian menatap Noval dan Dion
...Dion pun tersenyum mendengar jawaban yang di ucapkan oleh Sitha ...
" Kalau begitu ambil lah coklat ini, dan mulai sekarang Noval akan memanggil kakak dengan Bunda,, apa bunda suka dengan panggilan itu.. " ujar Noval
" Iya sayang... bunda suka, bunda sangat suka dengan panggilan itu,, terimakasih... " ujar Sitha kembali memeluk Noval dengan penuh rasa kasih sayang
**
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan comen serta dukungan nya ya gaes.... thank you...💪😘🥰🙏🙏