Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
bab 42 Segelas coklat panas


__ADS_3

Tidak terasa Sitha sudah hampir satu bulan tinggal di kediaman Dion saat ini.


Luka nya pun sudah sembuh, dia berniat untuk pulang dua hari lagi, karena saat Sitha berpamitan pada Noval anak itu terlihat tidak senang dengan keputusan nya itu. Karena kasihan Sitha memutus kan untuk tinggal di sini dua hari lagi sebelum dia pergi.


Sementara seminggu ini Dion pun selalu pulang larut malam dan berangkat bekerja lebih pagi, sehingga membuat Sitha tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara secara langsung dengan nya.


Pada saat itu pula kakak laki-laki Sitha mengabari bahwa dirinya akan pulang bersama anak istrinya Minggu depan. Karena sudah dua tahun ini kakak nya itu tidak pulang karena terlalu sibuk dengan pekerjaan nya di luar provinsi. Sontak itu membuat Sitha sangat bahagia mendengar nya karena orang tua mereka sudah sangat merindukan nya.


" Ku harap pak Dion malam ini tidak pulang terlalu larut, " gumam Sitha yang menunggu kepulangan Dion di kamar Noval, sementara bocah itu telah bermimpi indah di tempat tidurnya yang nyaman.


Sitha bermain ponsel untuk menghilangkan rasa kantuknya, kemudian dia bangkit menuju dapur untuk mengambil minum karena tenggorokan nya terasa sangat kering.


Tidak berapa lama terdengar deru mobil Dion yang memasuki pekarangan rumahnya.


Saat dirinya memasuki rumah Dion melihat Sitha yang tengah berada di dapur.

__ADS_1


Kemudian dia menghampiri nya untuk memastikan bahwa itu benar Sitha atau bukan.


" Sitha .. " Sitha pun menoleh ketika ada suara seseorang yang memanggilnya.


" Kamu belum tidur, " ucap Dion ketika melihat bahwa itu memang Sitha.


" Eh.. iya, selamat malam pak Dion, anda baru pulang rupanya, maaf saya tidak menyadari keberadaan anda.. " sapa Sitha tersenyum lebar.


" Ya, saya baru saja sampai. sedang apa kamu di dapur malam malam begini.. " ujar Dion memandang wajah Sitha yang putih mulus tanpa riasan itu.


" Apa pak Dion belum makan malam? akan saya siapkan.. " ucap Sitha berjalan menuju kulkas untuk mengambil bahan bahan makanan.


" Saya sudah makan malam, tolong buatkan saja saya coklat panas, saya akan segera kembali.." ujar Dion melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.


" Baiklah.. " jawab Sitha memandang kepergian Dion.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian setelah selesai membersihkan diri terlebih dulu Dion turun kembali untuk mengambil pesanan nya tadi.


Satu gelas coklat panas yang masih mengepul telah siap di meja makan.


Dan tidak jauh darinya terlihat Sitha yang tengah duduk tertidur dengan tangan nya yang berada di atas meja untuk alas kepalanya.


Seulas senyum terlihat di bibir Dion kala melihat pemandangan di depannya itu.


" Kalau mengantuk kenapa tidak pergi saja tidur di kamar, " ujar Dion seraya duduk untuk meminum minuman nya itu.


Mendengar suara Dion sontak Sitha pun langsung membuka matanya lebar dan menegakkan kembali duduknya.


" Maaf saya ketiduran pak, minuman bapak sudah siap, " ucap Sitha merasa malu karena ketahuan tidur di meja makan.


" Saya sedang menikmati nya, trimaksih.. kau boleh pergi tidur di kamar mu " ujar Dion kemudian menyeruput minumannya.

__ADS_1


Sudah menjadi kebiasaan Dion ketika pulang bekerja dan merasa lelah maka dia akan membuat cokelat panas agar tubuhnya kembali rileks dan membuat pikiran nya lebih tenang.


__ADS_2