
...Keduanya akhirnya baru turun ke lantai bawah pada hampir pukul tujuh pagi, jika tidak mengingat banyak pekerjaan yang telah menunggunya di kantor mungkin Dion akan memilih menghabiskan waktu hanya ber dua dengan istri nya tersebut di dalam kamarnya...
...Wajah berseri nya nampak menghiasi wajah tampan Dion pagi ini, sedangkan sang istri yang berjalan beriringan dengan nya nampak sedikit mengerucutkan bibirnya karena ulah sang suami yang meminta nya sampai dua ronde yang membuat nya sangat lemas dan kehabisan tenaga, apalagi ia harus mandi sampai dua kali pagi ini...
...Padahal Sitha sudah mencoba untuk bangun lebih awal dan ingin memasak menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang, namun ternyata terhalang dengan ibadah yang lain yang harus di penuhi nya...
...Pangkal pahanya sungguh terasa perih saat ia berjalan namun sebisa mungkin ia tahan agar terlihat biasa saja, ia tidak ingin membuat suami nya itu merasa khawatir lalu meminta nya untuk pergi ke dokter, Sitha sangat tidak ingin itu terjadi...
" Selamat pagi ayah... bunda, kalian baru bangun ? " sambut Noval ketika Sitha dan Dion telah mendekati meja makan
" Selamat pagi juga boy. Iya maaf ayah dan bunda terlambat bangun, tapi.. apakah kami juga telah terlambat untuk sarapan? " Ujar Dion mencubit dengan gemas pipi gembul Noval
" Tentu saja tidak.. lihat, makanan nya masih banyak.. " jawab Noval di sertai menyuapkan roti ke dalam mulutnya membuat Dion tersenyum simpul
" Selamat pagi juga sayang.. maaf ya bunda tidak sempat memasak untuk Noval pagi ini, " ucap Sitha duduk di samping putra nya itu lalu melirik sekilas ke arah Dion
...Dan yang di lirik hanya mengulum senyumnya yang semakin membuat wajah tampan nya itu menghanyutkan jiwa...
" Iya bunda.. nggak apa-apa, santai aja kan masih ada bibi.. " ucap Noval dengan senyum lebarnya membuat kedua pipinya semakin mengembang
" Iya non.. kan ada bibi, non santai saja.. kalau non cape mending istirahat saja non.. " celoteh bibi yang baru muncul untuk dari arah dapur untuk menyajikan makanan seraya tersenyum sedikit menggoda pada Sitha
" Emang bunda habis ngapain kok cape.. ? bunda kan baru bangun tidur kok cape sih, " tanya Noval heran
Membuat Dion yang baru saja menyeruput teh hangat nya seketika tersedak
" Ukhuk.. !! "
" Mas, mas nggak papa? pelan pelan minum nya mas.. " ucap Sitha bangkit dari duduknya lalu mengusap bahu belakang Dion
" Noval.. ayo kita sarapan dulu, ngobrolnya kita lanjutkan nanti lagi, " ujar Dion setelah dirinya telah merasa lebih tenang
...Ketiga nya pun sarapan pagi dengan suasana yang hangat dan sesekali di barengi dengan obrolan ringan...
__ADS_1
***
" Tante Soraya.. " ujar Dion ketika melihat seorang perempuan yang tengah duduk bersama Dimas di depan ruangan pribadinya
" Dion.. ! selamat pagi, maaf Tante pagi pagi sudah berada di sini. Tante sengaja nunggu kamu.. " ujar Soraya bangkit dari duduknya berdiri di hadapan Dion
" Ya, selamat pagi juga Tan. Ada apa ? " tanya Dion langsung mengutarakan pertanyaan nya
...Wanita paruh baya tersebut terlihat menundukkan wajahnya lalu menyeka air mata yang tiba-tiba menetes...
" Diva sedang kritis.. " ucap Dimas yang ikut berdiri di antara mereka, mata elang Dion pun beralih menatap Dimas seolah menginginkan penjelasan
" Di... tolong ikut lah dengan Tante ke rumah sakit sekarang, " ucap Soraya, sorot matanya seolah memohon
Dion terlihat menghembuskan nafas nya dengan kasar setelah mendengar permohonan ibu dari mantan kekasihnya itu
" Tante, apa dengan adanya kehadiran ku bisa menyembuhkan Diva ? sekarang saya sedang banyak sekali pekerjaan yang harus segera di selesaikan.. " ujar Dion yang memang benar adanya
...Akhirnya setelah memikirkan dan mempertimbangkan Dion pun memutuskan untuk menemui mantan kekasih nya tersebut, dan sebagai gantinya Dimas yang akan menggantikan nya memimpin rapat pagi ini sampai ia kembali...
...Dion dan Soraya pun mengendarai kendaraan nya masing-masing, dan setelah menempuh perjalanan hampir lima belas menit sampailah ia di rumah sakit tempat diva di rawat...
" Silahkan Di.. masuklah, " ujar Soraya membuka pintu ruang rawat Putri nya kemudian melangkah masuk terlebih dahulu
Tak begitu lama Dion pun mengikuti nya
...Di atas ranjang yang tak begitu besar itu dirinya bisa melihat dengan jelas seorang wanita cantik terbaring dengan lemah di sana, dengan wajah pucat nya selang oksigen pun tak elak menghiasi wajah cantik wanita tersebut...
...Ada sedikit rasa bersalah di hati Dion kala melihat pemandangan itu, rasa iba yang tiba-tiba menyelinap di hati nya mengingat pertengkaran mereka terakhir kali sebelum akhirnya ia mendengar kabar Diva telah mengalami kecelakaan di hari yang sama ...
...Mungkin kah pertengkaran itu yang membuat Diva mengalami semua ini, biar bagaimanapun Diva adalah perempuan pertama yang telah mengisi hatinya dan pernah begitu istimewa untuk hidup nya...
" Beberapa kali Diva telah sadar.. namun kondisi nya masih sangat lemah, " ujar Soraya yang berdiri di sisi ranjang putri nya tersebut, sedangkan Dion berdiri di sisi yang lain
__ADS_1
" Saat Diva sadar.. nama yang selalu di sebutnya pertama kali adalah nama kamu, " lanjut perempuan paruh baya tersebut seraya memandang wajah sang putri dengan raut sedih
" Apa kata dokter mengenai kondisi nya, " tanya Dion turut memandang wajah mantan kekasihnya itu yang masih setia memejamkan kedua matanya
" Kata dokter kecelakaan itu menyebabkan benturan keras pada bagian kepalanya, sehingga kondisi diva sampai saat ini masih lemah.. " ujar Soraya menjelaskan
" Dalam kondisi tertentu ia sempat sadar dan selalu memanggil nama kamu, meskipun kedua matanya dalam keadaan tertutup.. " lanjut wanita paruh baya tersebut
" Tante akan keluar sebentar menemui dokter untuk menanyakan keadaan diva pagi ini, Tante titip Diva sebentar ya Di.. " ujar Soraya kemudian berlalu meninggalkan ruangan tersebut
Kini tinggal lah Dion bersama wanita yang dulu sangat di cintai nya itu
Hening.
^^^Ingatan nya kembali pada satu tahun yang telah lalu, saat saat ia sangat mencintai dan menginginkan perempuan itu dan berniat menjadikan nya sebagai ratu dalam hidup nya^^^
...Memintanya secara romantis untuk menjadi istri sekaligus ibu untuk anak-anak nya kelak, dan berharap bisa mengarungi hidup bersama dan bahagia ...
...Namun harapan tersebut telah di kecewakan begitu saja dan membuat hati Dion terluka saat Diva menolak dan memilih pergi ke luar negri menjemput karirnya dan meninggalkan Dion begitu saja ...
...Dan pada akhirnya rasa itu tinggal lah sebuah kenangan di hati Dion ...
" Diva.. sadarlah. Aku ada di sini, " lirih Dion
" Kamu adalah perempuan yang kuat dan pemberani.. maafkan aku jika akibat dari pertengkaran kita beberapa hari yang lalu telah membuat mu seperti ini, " lanjut Dion menatap lekat wajah Diva
***
***Terimakasih yang sudah selalu mendukung dan kasih jempol buat cerita ini ya.... 🙏🙏🤩
Love kalian semua...😘😘😘***
... ...
__ADS_1