
" Assalamualaikum,, " terdengar suara lembut perempuan dari arah pintu yang sebelum nya telah terbuka
" Wa'alaikum salam.." semua orang yang berada di ruangan tersebut pun bersamaan menjawab salam lalu melihat ke arah sumber suara
...Terlihat seorang gadis memakai gamis berwarna putih dan jilbab warna senada tampak cantik dan semakin anggun berdiri di depan pintu seraya menunduk kan wajah nya...
...Walaupun sama sekali tidak ada make up yang menghiasi wajah nya tetapi kecantikan alami nya itu semakin terpancar membuat siapa pun yang memandang nya tidak merasa bosan ...
...Dimas yang ikut berada di ruangan itu setelah memberikan pakaian yang gadis itu kenakan saat ini pun ikut terkesima dengan kecantikan seorang gadis sederhana tapi cantik dan anggun yang berada di satu ruangan dengan nya saat ini...
...Kalau boleh jujur sebenar nya Dimas sudah menaruh hati pada Sitha saat perjumpaan pertama mereka dulu, tapi takdir baik seperti nya belum berpihak pada nya, sekarang justru ia melihat wanita pujaan nya itu akan menikah dengan sahabat nya sendiri...
" Masuklah nak,, " ucap pak Ramli ketika mengetahui yang datang adalah putri kesayangan nya
...Sitha pun melangkahkan kaki nya menghampiri sang ayah ...
...Dion yang sedari tadi sibuk dengan ponsel di tangan nya dan tidak menoleh kan kepalanya sama sekali pada saat Sitha mengucap kan salam, perlahan merasakan langkah kaki yang semakin mendekat ke arah nya....
...Karena saat ini posisi nya yang sedang berdiri di samping ranjang sang calon ayah mertua...
" Akhirnya kamu datang juga Sitha, nak Dion dan yang lain nya sudah menunggu mu.. " ucap Bu Nani sang ibu, lalu menghampiri anak gadis nya itu dan menuntun nya untuk berdiri bersebelahan dengan Dion
" Maaf .. sudah membuat kalian semua menunggu, " ucap Sitha merasa tidak enak apalagi ketika melihat calon suami nya itu sama sekali tidak memandang ke arah nya ketika diri nya baru datang hingga ia berdiri di samping nya saat ini
" Sitha... nak Dion sudah menceritakan maksud dan tujuannya datang menemui bapak dan ibu, tujuan nya adalah ingin meminang sekaligus meminta mu untuk menjadi pendamping hidup nya. Dan sekarang bapak dan ibu menyerah kan semua keputusan nya padamu.. apakah kamu bersedia menikah dengan nak Dion dan menjadi istri nya ? " tanya pak Ramli menanyakan nya langsung kepada sang putri di hadapan Dion
" Bismillah... iya pak, Bu.. Sitha bersedia menikah dan menjadi isteri dari mas Dion, " ucap Sitha pada akhirnya membuat semua orang yang mendengar nya merasa lega
" Alhamdulillah.. baiklah. Jika kedua calon mempelai sudah siap dan setuju, apakah ijab qobul bisa di laksanakan sekarang? " tanya pak penghulu ketika sudah melihat kesiapan kedua calon pengantin di hadapan nya saat ini
" Silahkan.. " jawab Dion dan di angguki pak Ramli tanda setuju
...Pak Ramli pun mengambil alih pak penghulu untuk menikah kan sendiri anak perempuan satu satunya itu. karena ia ingin menyerahkan secara langsung putri kandung nya itu kepada calon suaminya yang akan menggantikan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah,...
__ADS_1
...Walaupun diri nya masih dalam keadaan lemah...
...Dengan di saksikan penghulu dan Dimas sebagai saksi yang satu satunya hadir mewakili keluarga dari Dion maka mulai lah akad nikah yang sangat sederhana itu ...
...Pak Ramli dan Dion pun sudah saling berjabat tangan dan penghulu menuntun pak Ramli untuk mengikuti ucapan nya secara perlahan karena kondisi pak Ramli yang lemah ...
" Dion Abraham bin Yazid Abraham, saya nikah kan dan kawin kan kamu dengan putri kandung saya Sitha Azzalfa binti Muhammad Ramli dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai. "
" Saya terima nikah dan kawin nya Sitha Azzalfa binti Muhammad Ramli dengan mas kawin tersebut tunai.. " ucap Dion dengan satu tarikan nafas
" Bagaimana saksi... SAHH ?! "
" SAAHH... !! " ucap semua yang hadir di tempat tersebut tak terkecuali dokter dan suster yang memantau keadaan pak Ramli
" Alhamdulillah.. sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami istri,, " kemudian pak penghulu melanjutkan kembali dengan doa doa terbaik untuk kedua mempelai yang sudah sah menjadi suami istri itu
...Terlihat Bu Nani menitikkan air mata nya tak sanggup menahan rasa haru membuat batin Sitha merasa tercubit...
...Wajah yang begitu teduh tersenyum ke arahnya ketika tatapan mereka saling bertabrakan satu sama lain ...
...Tetapi Dion tidak membalas senyuman itu membuat Sitha sadar akan posisi pernikahan siri diantara mereka berdua ...
...Sitha pun mengambil tangan Dion lalu mencium nya dengan khidmat setelah pak penghulu lebih dulu meminta nya untuk melakukan hal itu...
...Dion pun menerima nya dengan perasaan aneh yang merasuk dalam hati nya, entah perasaan apa yang diri nya rasakan saat Sitha mencium tangan nya saat ini...
...Sedangkan tangan yang lain di arahkan untuk mengelus pucuk kepala Sitha yang tertutup oleh hijab ...
...Dimas pun tak menyia-nyiakan kesempatan agamis yang ia saksikan saat ini, dirinya mengambil beberapa potret ketika Dion melakukan ijab Qabul dan beberapa suasana penting lain nya tak luput dari jepretan ponsel yang dia bawa ...
...Setelah acara selesai tinggal lah Dion dan Dimas serta Sitha dan kedua orang tua nya yang berada di ruangan pak Ramli saat ini...
...Sitha menyajikan minuman dan buah buahan yang di bawa oleh Dion di meja sofa yang berada di pojok ruangan, ...
__ADS_1
...Sedangkan sang suami terlihat tengah sibuk dengan ponsel nya tanpa memperhatikan istri siri nya itu...
" Minum nya mas,, " tawar Sitha kepada Dion
" Hmm " jawab Dion sekena nya
...Dimas yang tengah duduk tak jauh dari sahabat nya itu pun mencoba mencairkan suasana yang terlihat sangat canggung itu...
" Trimaksih yah kakak ipar.. udah di buatin minum,, " ucap Dimas tersenyum kepada Sitha lalu mengambil minuman yang telah di hidangkan,
" Iya kak, silahkan.. " ujar Sitha ramah
...Dion pun sejenak melirikan matanya pada Sitha dan Dimas tanpa kedua orang itu mengetahui nya ...
" Dimas, kita berangkat ke kantor sekarang, " ucap Dion tiba tiba
" Oke, " timpal Dimas
" Lalu aku gimana mas, " tanya Sitha kepada Dion
" Kamu mau ikut aku ke kantor ? " ucap Dion melihat Sitha sekilas dan kembali menatap layar ponselnya
Terlihat Sitha menggeleng kan kepalanya
" Kamu di sini, jaga bapak "
" Iya mas, " ucap Sitha patuh
...Dion pun kemudian berpamitan kepada pak Ramli dan Bu Nani untuk kembali bekerja dan meninggalkan Sitha di sini untuk merawat ayahnya membantu sang ibu jika membutuhkan sesuatu...
****
Hai gaess... terima kasih atas support dan dukungan dari kalian,,💪 love you... happy reading 🥰🥰
__ADS_1